Rumah Panggung di Lobuhuala Terbakar, Surat Tanah hingga Ijazah Dilalap Api

Metro-Esa • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 17:49 WIB
Puing puing rumah panggung milik Erwin (43), warga Dusun V Sobu-sobu, Desa Lobuhuala, Kecamatan Kualuh Selatan.
Puing puing rumah panggung milik Erwin (43), warga Dusun V Sobu-sobu, Desa Lobuhuala, Kecamatan Kualuh Selatan.
LABURA,METRODAILY - Satu unit rumah panggung milik Erwin (43), warga Dusun V Sobu-sobu, Desa Lobuhuala, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), ludes terbakar pada Jumat (4/9/2026) sore.
Kebakaran tersebut diduga dipicu arus pendek listrik. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut lantaran saat kejadian pemilik rumah sedang tidak berada di tempat.

Informasi dihimpun, kebakaran pertama kali diketahui Rahmat (28), warga Desa Lobuhuala, yang saat itu melintas di depan rumah korban. Rahmat melihat kepulan asap dari dalam rumah dan langsung memberitahukan kejadian tersebut kepada warga sekitar.

Warga yang mengetahui kejadian kemudian berdatangan dan berupaya melakukan pemadaman secara bergotong royong dengan menggunakan peralatan seadanya. Namun, upaya tersebut mengalami kendala karena bangunan rumah korban merupakan rumah panggung yang sebagian besar konstruksinya terbuat dari kayu.

Baca Juga: Pabrik Sabun di KEK Sei Mangkei Terbakar, Tiga Pekerja Tewas Usai Lompat dari Lantai 6

Material kayu yang mudah terbakar membuat api dengan cepat membesar dan merambat ke seluruh bagian bangunan. Dalam waktu singkat, rumah milik Erwin tersebut hampir seluruhnya dilalap api hingga akhirnya ludes terbakar.

Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Labuhanbatu Utara kemudian tiba di lokasi. Namun, saat petugas sampai, bangunan rumah panggung tersebut sudah dalam kondisi terbakar habis. Petugas selanjutnya melakukan pemadaman terhadap puing-puing dan sisa bara api untuk mencegah munculnya kembali titik api yang dapat membahayakan warga sekitar.

Akibat kejadian tersebut, korban diperkirakan mengalami kerugian materiel sekitar Rp12 juta. Selain bangunan dan barang-barang di dalam rumah, sejumlah dokumen penting milik korban juga ikut terbakar.

Baca Juga: Rumah dan Sepeda Motor Terbakar di Onan Ganjang, Kerugian Rp200 Juta

Beberapa dokumen penting yang dilaporkan ikut dilalap api di antaranya surat tanah, ijazah serta Kartu Tanda Penduduk (KTP). Dokumen-dokumen tersebut menjadi salah satu kerugian yang cukup menyulitkan korban karena berkaitan dengan administrasi dan kepemilikan.

Kepala Desa Lobuhuala, Asrul Jafar Pasaribu, membenarkan adanya peristiwa kebakaran tersebut. Ia mengatakan, pihak desa bersama masyarakat telah membantu menangani kejadian dan melakukan upaya pemadaman sebelum petugas Damkar tiba di lokasi.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Sementara penyebab kebakaran sementara diduga akibat korsleting atau arus pendek listrik. Pihak terkait masih melakukan pendataan terhadap kerugian dan kondisi korban pascakebakaran.(Gus)

 

Editor : Metro-Esa
terbakar