Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

10 Mes Perusahaan di Labura Dirusak dan Dibakar Massa, Dipicu Warga Tewas Diduga Dianiaya Security

Metro-Esa • Rabu, 17 Juni 2026 | 17:13 WIB
 Rumah milik perusahaan terbakar hebat di desa Sukaramai, Kabupaten Labuhanbatu Utara.
Rumah milik perusahaan terbakar hebat di desa Sukaramai, Kabupaten Labuhanbatu Utara.

LABURA, METRODAILY - Desa Sukaramai, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) memanas. Puluhan rumah rusak dan kendaraan milik perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan sawit dibakar massa, Selasa (16/6/2026) sekitar pukul 20.00 WIB

Peristiwa dipicu atas kemarahan warga, atas meninggalnya seorang warga setempat bernama Luis David Hutabarat (33) yang menjadi korban dugaan tindak pidana penganiayaan bersama - sama hingga tewas.

Informasi yang berhasil dihimpun, tewasnya Luis David Hutabarat warga Labura dianiaya oleh sejumlah security PT tersebut dan diantaranya diduga ada oknum TNI yang terlibat dalam pengeroyokan korban.

Korban diduga mengalami tindakan kekerasan berupa luka-luka ditubuh, cekikan, pukulan, dan tendangan hingga tidak sadarkan diri, kemudian meninggal dunia.

Baca Juga: Kafilah Labura Siap Ukir Prestasi di MTQ Sumut Ke-40

Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya, SIK, MSi kepada sejumlah wartawan menyampaikan bahwa peristiwa itu terjadi berawal dari adanya dugaan tidak pidana pencurian buah sawit oleh warga.

Pihak pengamanan dan security perusahaan melakukan pengejaran hingga mengakibatkan satu korban meninggal dunia berinisial LDH.

Saat ini, kata Kapolres, pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan sedang memeriksa 10 orang saksi-saksi termasuk, 4 security, 4 warga desa, serta 2 dari keluarga korban.

"Untuk sementara kita melakukan pemeriksaan bersama SubDenpom Labuhanbatu, nanti hasil lebih lanjut akan kita informasikan kembali," papar AKBP Wahyudi.

Baca Juga: MTsN 2  Labura Study Tiru UKM ke MTsN 2 Medan

Ditambahkannya, akibat tewasnya LDH, masyarakat desa secara spontanitas melakukan pembakaran dan pengrusakan terhadap mess perusahaan.

"Sebanyak 10 rumah mess perusahaan rusak, diantaranya 3 hangus ludes dibakar massa, 3 kondisi setengah terbakar dan lainnya rusak berat," ungkapnya AKBP Wahyu Endrajaya.

Kapolres juga memastikan saat ini suasana masyarakat di Desa Sukaramai sudah tenang. Upaya pendekatan terhadap warga sudah dilakukan.

"Kami menghimbau masyarakat agar menjaga kondusifitas di Labuhanbatu Utara sehingga permasalahan ini tidak melebar. Yakin dan percaya, Polri akan hadir memberikan kepastian hukum terhadap masyarakat," tandasnya.

Sementara, Dandim 0209 Labuhanbatu Letkol Kav Hanung Kaptiaji, saat dikonfirmasi wartawan terkait keterlibatan 2 orang diduga oknum TNI mengatakan bahwa dirinya telah mengetahui informasi persoalan tersebut dari anggota di lapangan.

Baca Juga: Kepala DPPKB Labura Ajak Pelaku Usaha Beri Data Akurat dalam Sensus Ekonomi 2026

Dandim membenarkan ada oknum TNI AD yang terindikasi melaksanakan penganiayaan oleh alm Luiz Hutabarat. Dua orang tersebut bukan organik kodam 1/BB, informasi yang didapat, yang satu sudah pensiun.

Saat ini, lanjutnya, orang yg terindikasi melaksanakan penganiayaan sudah ditahan, dan diperiksa baik di Polres maupun Subdenpom.

"Saya tetap berkomitmen seandainya ada oknum TNI AD yang bekerja di wilayah Labuhanbatu melaksanakan pelanggaran hukum, maka yang bersangkutan harus bertanggung jawab sesuai ketentuan yang berlaku," kata Dandim.

Hanung menjelaskan, secara umum 2 orang ini melaksanakan penugasan di PT APN sebagai pengamanan pasca pengambilalihan lahan dr PT G, menangkap korban pada saat mencuri tandan buah segar (TBS).

Setelah tertangkap ada kegiatan kekerasan, mengetahui hal tersebut ada miss komunikasi sehingga mengakibatkan masyarakat terbakar emosi hingga melakukan pengerusakan.

"Saya akan tetap berkordinasi dgn Polres utk membuka kasus ini sebagai tanggung jawab kita kepada masyarakat," tandas Dandim Hanung. (Bud)

 

 

Editor : Metro-Esa
#tewas #DIBAKAR HIDUP-HIDUP #labura