Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Nekat Minum Herbisida, Remaja 16 Tahun di Batang Toru Meninggal Dunia

Metro-Esa • Kamis, 7 Mei 2026 | 16:48 WIB
Polisi melakukan olah TKP di rumah nenek angkat korban yang diduga minum racun rumput.
Polisi melakukan olah TKP di rumah nenek angkat korban yang diduga minum racun rumput.

TAPSEL, METRODAILY - Seorang remaja AAS (16) meninggal dunia setelah meminum cairan herbisida di Desa Wek IV, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) Selasa (5/5/2026).

Peristiwa tragis ini bermula saat korban mengeluh sakit perut hebat kepada nenek angkatnya pada pagi hari. Kepanikan keluarga memuncak setelah menemukan botol racun rumput serta minyak goreng yang isinya berkurang drastis.

Kapolsek Batang Toru, AKP P. M. Siboro, mengungkapkan bahwa saat mendapatkan penanganan awal, korban masih dalam kondisi sadar.

Baca Juga: Curanmor Terekam CCTV di Batang Toru, Pelaku Ditangkap Saat Rehabilitasi Narkoba

“Korban sempat mengaku meminum racun karena merasa pikirannya sumpek,” jelas Kapolsek

Sebelum dievakuasi, korban diketahui sempat meminta susu dan berulang kali menyiram tubuhnya dengan air karena merasakan panas yang berlebihan.

Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Batang Toru menggunakan becak untuk mendapatkan pertolongan, Namun karena kondisi yang semakin memburuk, ia dirujuk ke RSUD Padangsidimpuan untuk penanganan lebih lanjut.

Baca Juga: Kementerian PU Percepat Pembangunan Sumur Bor di Huntara Batang Toru

Malangnya, nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 16.30 WIB.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, dalam dua pekan terakhir korban kerap terlihat murung dan gelisah. Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk botol herbisida, minyak makan, dan kaleng susu.

“Indikasi sementara mengarah pada dugaan bunuh diri. Namun, motif pastinya masih dalam penyelidikan,” ujar AKP P. M. Siboro.

Dari informasi yang dirangkum, korban telah diasuh oleh nenek angkatnya selama tujuh tahun terakhir. Hal ini disebabkan kondisi ekonomi orang tua kandung yang harus menanggung delapan anak.(Irs)

Editor : Metro-Esa
#herbisida #batang toru