
TOBA, METRODAILY – Kecelakaan tunggal melibatkan bus pariwisata yang membawa rombongan pelajar terjadi di Kabupaten Toba, Sumatera Utara.
Kendaraan tersebut terjun ke jurang sedalam sekitar 15 meter, mengakibatkan sekitar 50 penumpang mengalami luka-luka.
Peristiwa itu terjadi di Jalinsum Desa Jangga Dolok, Kecamatan Lumbanjulu, Jumat (1/5/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.
Baca Juga: Sempat Bingung Amar Putusan, Kejari Sibolga Baru Eksekusi Terpidana RH ke Lapas
Kasat Lantas Polres Toba, Janitra Giri Satya, menyebut penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan. Namun, dugaan sementara dipicu faktor jalan licin dan cuaca.
“Hasil sementara karena kondisi jalan dan cuaca yang membuat permukaan licin, terutama di tikungan,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).
58 Penumpang, Mayoritas Pelajar
Bus tersebut mengangkut 58 orang, termasuk sopir dan kernet. Rombongan diketahui berasal dari Gereja HKBP Tanjung Sari, Kabupaten Batubara, yang tengah melakukan perjalanan menuju Porsea dari arah Parapat.
Baca Juga: Viral Begal Payudara di Humbahas, Polisi Patroli Malam dan Buru Pelaku
Plt Kasi Humas Polres Toba, Khairudin, menjelaskan kecelakaan terjadi saat bus kehilangan kendali di lokasi kejadian.
“Bus datang dari arah Parapat menuju Laguboti, kemudian sopir kehilangan kendali dan masuk ke jurang,” jelasnya.
Tidak Ada Korban Jiwa
Meski kecelakaan tergolong serius, polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Baca Juga: Bupati Tapteng Apresiasi Caritas Indonesia: Bantu Pemulihan Banjir dan Bangun Huntap
Dari total penumpang, 8 orang dilaporkan tidak mengalami luka. Sementara sekitar 50 lainnya mengalami luka ringan.
Para korban langsung dievakuasi dan mendapat perawatan medis di dua rumah sakit:
- RSUD Porsea: 43 orang
- RSUD Parapat: 7 orang
Evakuasi Cepat Dilakukan Polisi
Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi korban dan mengamankan situasi.
Baca Juga: Oknum Polisi di Humbahas Terjerat Ilegal Logging, Terancam PTDH dan Sudah Ditahan
Kasus ini menjadi perhatian, mengingat jalur tersebut dikenal memiliki tikungan tajam dan rawan kecelakaan, terutama saat kondisi cuaca buruk. (dtc)