Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Dari Kasir, Boru Batak Ini hingga Perwira Militer AS

Editor Satu • Selasa, 4 Februari 2025 | 12:10 WIB

Letkol Rosita Aruan Orchid Baptiste.
Letkol Rosita Aruan Orchid Baptiste.

MEDAN, METRODAILY – Letnan Kolonel Rosita Aruan Orchid Baptiste mencatatkan namanya sebagai perwira militer di Angkatan Darat Amerika Serikat (AS). Yang membuatnya unik, Rosita adalah perempuan keturunan Batak asal Sumatera Utara yang meniti karier dari nol hingga menjadi perwira menengah di negeri Paman Sam.

Dalam wawancara bersama VOA Indonesia, Rosita mengungkapkan perjalanannya yang penuh tantangan. Sebelum bergabung dengan militer AS, ia pernah bekerja sebagai wartawan dan kasir restoran cepat saji di Amerika. Namun, kerja keras dan tekad kuat membawanya ke dunia militer, meskipun sempat gagal dalam ujian pertama.

Rosita merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) dengan spesialisasi Perdagangan Internasional. Setelah bekerja di beberapa perusahaan di Jakarta, hidupnya berubah saat menikah dengan seorang tentara AS pada tahun 2000 dan pindah ke Amerika.

Awalnya, ia bercita-cita menjadi wartawan di sana, tetapi karena kurangnya pengalaman kerja di AS, ia kesulitan mendapatkan pekerjaan yang diinginkan. Tak menyerah, Rosita mengambil pekerjaan sebagai kasir di Burger King dengan gaji USD 6,25 per jam.

“Saya bukan hanya jadi kasir, tetapi juga membersihkan meja hingga toilet restoran. Saat itu saya menangis dan berkata kepada ibu saya di Jakarta, ‘Enggak kebayang saya ke Amerika untuk membersihkan WC,’” kenangnya.

Namun, pengalaman tersebut tidak membuatnya patah semangat. Ia kemudian melihat peluang untuk bergabung dengan militer AS dan mengikuti ujian masuk. Meski gagal pada percobaan pertama, ia belajar lebih giat dan akhirnya lolos dalam ujian kedua.

 Dengan tinggi badan hanya 149 cm, Rosita awalnya mengira tidak memenuhi syarat, seperti di Indonesia yang memiliki standar tinggi badan ketat untuk masuk kepolisian atau kejaksaan—dua profesi impiannya sejak kecil. Namun, sistem rekrutmen militer AS lebih berfokus pada kemampuan individu.

“Mereka tidak melihat tinggi badan. Yang penting adalah kemampuan,” ujarnya.

Saat diterima, Rosita ditawari tiga bidang tugas: sopir, koki, atau mekanik. Ia memilih mekanik, profesi yang jarang dipilih perempuan. Dari sana, karier militernya berkembang pesat. Ia menjalani pendidikan militer di Jerman dan bertugas di berbagai wilayah, termasuk Irak dan Kuwait.

 Rosita mengalami berbagai pengalaman berisiko tinggi selama bertugas di wilayah konflik. Salah satu yang paling membekas adalah ketika ia nyaris tertembak di kepala saat berada di Irak. Saat hendak memasang kabel laptop, ia menunduk tepat saat peluru melesat melewati kepalanya.

“Kalau saya tidak menunduk saat itu, mungkin saya tidak ada di sini sekarang,” ujarnya.

Ia juga pernah tertidur sambil memegang senjata karena kelelahan saat berjaga. Kini, setelah lebih dari satu dekade mengabdi, Rosita tak lagi bertugas di medan konflik. Ia fokus pada tugas administratif dan mengurus keluarganya.

Perjalanan Rosita dari seorang kasir hingga menjadi Letnan Kolonel di militer AS adalah bukti bahwa tekad dan kerja keras bisa mengatasi segala rintangan. Kisahnya menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama perempuan yang ingin meniti karier di bidang yang didominasi laki-laki.“Jangan pernah menyerah. Jika gagal, coba lagi. Semua bisa diraih jika kita mau berusaha,” pesannya.

Kini, Rosita terus menjalankan tugasnya sebagai perwira militer, sembari menjadi contoh nyata bahwa mimpi bisa dicapai di mana saja, asalkan ada kemauan yang kuat. (tmc)

Editor : Editor Satu
#perwira militer #boru batak #Letnan Kolonel Rosita Aruan Orchid Baptiste