Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Terima Beasiswa Martabe Prestasi, Gadis Juara Kelas  Ini Makin Semangat Tunjukkan Prestasi

Admin Metro Daily • Rabu, 22 Mei 2024 | 13:32 WIB

 

Nur Khoirunnisa Siregar, siswi SMAN 1 Batangtoru, Tapanuli Selatan, salahsatu penerima beasiswa Martabe Prestasi dari PT Agincourt Resources, foto bersama keluarganya.
Nur Khoirunnisa Siregar, siswi SMAN 1 Batangtoru, Tapanuli Selatan, salahsatu penerima beasiswa Martabe Prestasi dari PT Agincourt Resources, foto bersama keluarganya.

Para pelajar dan mahasiswa dari keluarga prasejahtera yang tinggal di Tapanuli Selatan, tak perlu galau jika ingin melanjutkan pendidikan hingga sarjana strata 1. Setiap tahun sejak 2017, PT Agincourt Resources yang mengelola Tambang Emas Martabe, menggulirkan ratusan juta beasiswa kepada ratusan pelajar se-Tapsel. Syaratnya tentu ada: berprestasi!

------------------------------

Dame Ambarita, Medan

------------------------------

Jantung Nur Khoirunnisa Siregar berdebar kencang. Gurunya di SMAN 1 Batangtoru, Tapanuli Selatan memberitahu, ada beasiswa dari PT Agincourt Resources. Tahun 2022 itu, usianya masih 15 tahun dan duduk di bangku kelas II SMA jurusan IPA.

Gadis manis berjilbab itu langganan juara 1 di kelasnya. Ia butuh beasiswa, lantaran ayah dan ibunya yang hanya petani penggarap, mesti bekerja keras menyekolahkan keempat anaknya. Ia sendiri anak ketiga.

“Kata guru, beasiswa dari PT Agincourt Resources itu untuk pelajar berprestasi tapi dari keluarga prasejahtera. Syarat awal hanya kirim nilai rapor, KTP, surat domisili dari kades, dan bikin essay,” kata gadis kelahiran 28 Juni 2006 ini mengawali.

Penuh semangat, ia pun segera mempersiapkan persyaratan administrasi yang diminta. Untuk tulisan essay, ia minta dibantu guru. “Di essay itu, kurang lebih saya menulis tentang mengapa saya layak mendapatkan beasiswa. Saya beberkan prestasi-prestasi.

Antara lain juara 1 Lomba Duta Remaja Sehat Tingkat Kecamatan Batangtoru dan Muara Batang Toru tahun 2019, dan juara 3 lomba Tahfiz juz 30 tingkat MKKS,” bebernya.

Seleksi berkasnya lolos. Berikutnya tahapan verifikasi lapangan. Benarkah secara ekonomi ia berasal dari keluarga prasejahtera?

Tim Tambang Emas Martabe berkunjung ke rumah orangtuanya, pasangan Satuan Nahari Siregar (53) dan Ermida Daulay (45), di Wek I Kecamatan Batangtoru, Tapanuli Selatan.

“Ayah dan ibu saya petani. Sawah yang digarap system menyewa. Kami tidak punya sawah sendiri,” kisah gadis langganan juara 2 umum di sekolah ini tanpa bermaksud mengurai cerita sedih.

Ia lolos tahap verifikasi lapangan. Selanjutnya masuk tahap yang paling mendebarkan: sesi wawancara. Ia ingat persis, saat itu para calon penerima beasiswa diundang ke Sopo Daganak Batangtoru. Ada seratusan orang yang akan diwawancarai. Mereka dibagi dalam beberapa sesi agar tidak terlalu lama menunggu giliran.

“Dari sekolah saya saja ada 50 orang pendaftar. Yang lulus hanya 9 orang. Seingat saya, dari total 100-an pendaftar, hanya 20 orang yang lolos. Saya salahsatunya,” cetusnya semringah.

Saat wawancara, ia mengaku agak deg-degan saat ditanya cita-cita. “Saat itu ‘kan saya masih kelas 2 SMA. Masih belum tau mau jadi apa. Tapi saya teringat pernah diwawancarai psikolog saat ikut Lomba Remaja Sehat. Saya kagum, kok kakak psikolognya ngerti saya sih? Saya jawablah saat itu, pengen jadi psikolog,” tawa gadis penyuka pelajaran Pendidikan Agama Islam, Matematika, dan PKN ini dengan nada renyai.

Sekarang, ia mengaku lebih pandai memilih cita-cita. “Sekarang saya kepengen jadi pembawa berita di televisi,” ungkapnya malu-malu.

Usai menjalani 3 tahapan seleksi, ia kembali deg-degan menunggu pengumuman. Lolos atau tidak! Meski agak gugup, ia mengaku cukup percaya diri. “Saya merasa essay saya cukup kuat,” katanya.

Ia pun rajin mengecek pengumuman di situs PT Agincourt Resources menggunakan hape orangtuanya. Dan benarlah, 1 bulan kemudian ada pengumuman. Dirinya salahsatu yang lolos seleksi. Ia menerima Beasiswa Martabe Prestasi untuk Kategori Penghargaan Prestasi Berkelanjutan (PPB) untuk SMA/sederajat. “Alhamdulillah, senangnya luar biasa. Rasanya seperti dapat nangka jatuh,” katanya sembari tertawa lebar.

Nur Khoirunnisa Siregar, siswi SMAN 1 Batangtoru, Tapanuli Selatan, saat penganugerahan beasiswa Martabe Prestasi dari PT Agincourt Resources, tahun 2022 lalu.
Nur Khoirunnisa Siregar, siswi SMAN 1 Batangtoru, Tapanuli Selatan, saat penganugerahan beasiswa Martabe Prestasi dari PT Agincourt Resources, tahun 2022 lalu.
Ia segera menginfokan pengumuman itu ke Bagian Kesiswaan Sekolah, yang langsung mengumumkannya di grup-grup sekolah.

Orangtuanya ikut senang. “Pulang sekolah, langsung saya info ke Bapak. Bapak bilang, ‘Wah bagus tuh, Nak. Jangan lupa bersyukur.’ Ibu juga senang,” kisahnya.

Total beasiswa yang diperolehnya Rp3 juta per tahun, diterima Rp1,5 juta per semester. Karena saat itu Nisa sudah kelas 2 akhir, beasiswa yang diterimanya hanya sisa setahun sampai lulus SMA. Uang itu digunakannya untuk membayar Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) sekolah. Adapun SPP di sekolahnya awalnya Rp30 ribu per bulan, kemudian naik menjadi Rp50 ribu per bulan.

Dengan uang itu, ia juga membeli beberapa perlengkapan sekolah, seperti buku tulis, tas, sepatu, dan seragam sekolah. “Untuk seragam, dibantu dikit oleh orangtua. Sisanya saya tabung,” kata gadis yang hobby membaca, bernyanyi, dan memasak ini.

Sejak menerima beasiswa dari PTAR, Nisa mengaku semakin semangat belajar dan menunjukkan prestasi. Terbukti, ia mampu mempertahankan gelar juara 1 di kelas. Nilai-nilai akademisnya juga meningkat.

Selain itu, sejumlah prestasi juga diraihnya. Antara lain Juara 1 Lomba Cipta Alat Peraga Edukatif tingkat Sumatra Utara tahun 2023, dan Juara 2 Lomba Cipta Video Forum Anak Pelopor dan Pelapor Tingkat Kabupaten Tapanuli Selatan Tahun 2023.

“Eh, saya juga membayar uang perpisahan di sekolah dari beasiswa itu. Rasanya sangat menyenangkan bisa membantu meringankan beban orangtua,” katanya dengan mata berbinar-binar.

Sebagai salahsatu siswa yang telah menerima manfaat dari program beasiswa Martabe Prestasi, Nisa mengungkapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT Agincourt Resources. Ia dan keluarganya merasa sangat terbantu. “Saya doakan PTAR semakin jaya ke depannya,” kata gadis ini sungguh-sungguh.

Meski kelulusan SMA tahun ini baru akan diumumkan Mei mendatang, tapi gadis berusia 17 tahun ini telah lulus seleksi PTN jalur undangan, atau dikenal dengan istilah Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN). Ia diterima di Universitas Negeri Padang jurusan Komunikasi.

Mengingat berat bagi orangtuanya untuk membiayai perkuliahan, Nisa mengaku sedang menjajaki beasiswa Martabe Prestasi lanjutan untuk kategori mahasiswa. “Terus terang, agar bisa lanjut kuliah, saya mesti mendapat beasiswa. Karena kami masih ada 3 orang lagi yang sekolah. Kalau tidak dari PTAR, saya harus menjajaki beasiswa dari tempat lain,”cetusnya. (mea/bersambung)

Editor : Admin Metro Daily
#Tambang Emas Martabe #Beasiswa Martabe Prestasi #Agincourt Resources