SAMOSIR, METRODAILY — Gagasan pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Danau Toba mulai diperdalam Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir bersama Bank Indonesia (BI) Sumatera Utara dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Kajian tersebut diarahkan untuk membangun Danau Toba sebagai satu ekosistem ekonomi dengan menghubungkan potensi tujuh kabupaten yang berada di kawasan strategis pariwisata tersebut.
Pembahasan berlangsung di Lobby Lantai II Kantor Bupati Samosir, Senin (14/9), dan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Baca Juga: Tekan Pengangguran, Pemko Sibolga Siapkan 24 Pemuda Kerja ke Batam
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Samosir Marudut Tua Sitinjak menegaskan, pengembangan kawasan Danau Toba tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri oleh satu daerah.
Kesamaan persepsi dan kebijakan antarkabupaten diperlukan agar pengembangan investasi, pariwisata, infrastruktur hingga ekonomi masyarakat saling terhubung.
“Bicara Danau Toba tidak bisa hanya Samosir. Kita perlu menyatukan persepsi dan menyepakati kebijakan bersama dengan kabupaten-kabupaten di kawasan Danau Toba,” ujar Marudut.
Baca Juga: Asap Selimuti Sebagian Besar Sumut, PM2.5 Masuk Kategori Sedang hingga Tidak Sehat
Ia mengapresiasi perhatian BI Sumut dan BRIN terhadap pengembangan kawasan Danau Toba, khususnya Samosir yang secara geografis berada di tengah Danau Toba.
Namun, Marudut mengingatkan pertumbuhan ekonomi kawasan harus berjalan beriringan dengan keberlanjutan lingkungan. Salah satunya melalui pendataan dan pelestarian sumber-sumber mata air yang menjadi bagian penting dalam menjaga ekosistem Danau Toba.
“Pada prinsipnya kami mendukung. Terima kasih atas pemikiran dan ide yang diberikan. Apa yang masih perlu diperbaiki ke depan, mari kita kerjakan bersama,” katanya.
Baca Juga: TI Sibolga Juara Umum Super Taekwondo Championship 2026 Piala Wali Kota
Konektivitas Jadi Pekerjaan Rumah
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Samosir Hotraja Sitanggang mengatakan konektivitas masih menjadi salah satu pekerjaan rumah dalam membangun kawasan ekonomi Danau Toba.
Menurutnya, akses transportasi menuju maupun di dalam kawasan, khususnya konektivitas penyeberangan, penting untuk mendukung mobilitas masyarakat, wisatawan dan aktivitas ekonomi antardaerah.
Pengembangan KEK, kata Hotraja, tidak cukup hanya dengan menetapkan kawasan dan menarik investor. Infrastruktur penghubung antarkawasan juga harus diperkuat agar pergerakan ekonomi berlangsung efektif.
Baca Juga: Jessica Mila Hamil Anak Kedua, Kyarra Segera Jadi Kakak
“Dari sektor pariwisata, Samosir memiliki modal pengembangan pariwisata terpadu berbasis budaya, edukasi dan pengalaman,” ujarnya.
Saat ini, Samosir memiliki 62 desa wisata. Sebanyak 15 di antaranya telah berstatus desa wisata mandiri.
Pengembangan ke depan diarahkan pada penguatan atraksi wisata terjadwal, integrasi destinasi berbasis pengalaman serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia sektor pariwisata.
BRIN Dorong Danau Toba Jadi Satu Ekosistem
Peneliti BRIN Maxenius T Sambodo memaparkan materi bertajuk “Optimalisasi Data Dukung Kawasan untuk Pengembangan Investasi Danau Toba yang Berkelanjutan” sebagai bagian dari temuan awal kajian pembentukan KEK Danau Toba.
Baca Juga: BPOM Temukan 38 Obat Tradisional Ilegal, Termasuk 3 Produk Stamina Pria
Maxenius mengatakan pengembangan KEK perlu diarahkan untuk membentuk ekosistem ekonomi terintegrasi dengan menghubungkan aset-aset strategis di tujuh kabupaten kawasan Danau Toba.
“Riset ini akan terus diperkuat. Mudah-mudahan dari riset ini kita dapat membangun kembali semangat kawasan Danau Toba menjadi satu ekosistem,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan riset dan kelembagaan diperlukan agar pengembangan kawasan tidak terjebak pada kepentingan sektoral masing-masing daerah. Dengan pendekatan kawasan, potensi setiap kabupaten diharapkan dapat saling melengkapi dan memperkuat.
Baca Juga: Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Rinciannya
Dalam kajian awal, BRIN mengidentifikasi sejumlah pendekatan yang dapat dikembangkan, antara lain pemulihan ekosistem, penguatan rantai nilai antarkabupaten, kelembagaan satu pintu serta skema pendanaan terpadu.
Pemkab Samosir menyatakan kesiapan menjadi salah satu simpul pengembangan ekonomi melalui KEK Danau Toba. Namun, investasi yang masuk diharapkan tidak berhenti pada angka penanaman modal.
Hotraja menegaskan, investasi harus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat lokal.
Sejumlah sasaran yang didorong antara lain penguatan local procurement dan supplier development, peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal sesuai kebutuhan industri, penguatan pembiayaan UMKM, digitalisasi transaksi serta penciptaan lapangan kerja dan peluang usaha.
Baca Juga: Pemkab Simalungun dan PA Bersinergi Tingkatkan Pelayanan Publik
Dengan demikian, masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton ketika investasi masuk, tetapi ikut masuk dalam rantai ekonomi kawasan.
Di sektor investasi dan perizinan, Pemkab Samosir juga terus mendorong kemudahan dan fasilitasi investasi dengan tetap mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan.
Sejumlah persoalan yang berpotensi menjadi tantangan, seperti status lahan dan sempadan Danau Toba, juga menjadi bagian yang perlu diselesaikan.
Pemkab Samosir berharap kajian KEK Danau Toba tidak berhenti sebagai konsep, tetapi menghasilkan model yang realistis, terintegrasi dan dapat diterapkan sehingga memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat di kawasan Danau Toba.
Baca Juga: BWI Simalungun Targetkan 241 Sertifikat Tanah Wakaf Terbit
Kajian tersebut juga diarahkan menjadi bagian dari transformasi pembangunan jangka panjang dan terintegrasi dengan arah pembangunan kawasan Danau Toba serta RPJPD Samosir 2025-2045.
Pertemuan turut dihadiri Manager BI Sumut Yulian Zifar Ayustira, Kepala Bapperida Rajoki Simarmata, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Tetty Naibaho, serta Kepala DPMPTSP Pilippi Simarmata. (mbc)
Editor : Editor Satu