Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Stok Pupuk Subsidi di Toba Aman, Distan Ungkap PUD Lambat Tebus Pupuk hingga Petani Terdampak

Editor Satu • Kamis, 2 Juli 2026 | 13:30 WIB
Stok pupuk subsidi dari Pupuk Indonesia tersedia di kios penyalur. Dinas Pertanian Toba menyebut keterlambatan distribusi dipicu lambatnya penebusan oleh PUD.
Stok pupuk subsidi dari Pupuk Indonesia tersedia di kios penyalur. Dinas Pertanian Toba menyebut keterlambatan distribusi dipicu lambatnya penebusan oleh PUD.

TOBA, METRODAILY – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Toba memastikan ketersediaan pupuk subsidi dari Pupuk Indonesia hingga Juni 2026 dalam kondisi aman.

Namun, distribusi pupuk kepada petani masih terkendala akibat keterlambatan Pelaku Usaha Distribusi (PUD) dalam melakukan penebusan pupuk.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Toba melalui Kepala Bidang Prasarana dan Sarana, Lailan Siregar, mengatakan kuota pupuk subsidi untuk Kabupaten Toba telah disetujui dan direalisasikan sesuai Surat Keputusan (SK) Dinas Pertanian, sehingga tidak mengalami pengurangan pada tahun 2026.

Meski demikian, keterlambatan penebusan oleh PUD menyebabkan pupuk tidak segera sampai ke kios dan akhirnya menghambat penyaluran kepada petani.

Baca Juga: Sambut HUT Bhayangkara, Wesly Sebut Toleransi Jadi Kekuatan Kota Siantar

"Meskipun ada lima PUD di kabupaten ini, hal itu tidak menjamin penyaluran tepat waktu ke kios dan sampai kepada petani, sebab PUD kerap terlambat melakukan penebusan ke Pupuk Indonesia," ujar Lailan, Selasa (30/6/2026).

Lima PUD yang menjadi penyalur pupuk subsidi di Kabupaten Toba yaitu CV Kilang Padi Saurma, PT Andalas Global Utama, PT Bintang Petani Agro Mandiri, PT Parlinggoman Sejahtera Abadi, dan PT Torustupa Gemilang Bersama.

Lailan mengaku pihaknya kerap menerima keluhan dari petani akibat keterlambatan distribusi tersebut. Ironisnya, masyarakat sering kali menyalahkan Dinas Pertanian, padahal kendala terjadi pada proses penebusan oleh distributor.

"Dampak dari tidak ditebusnya pupuk subsidi dari Pupuk Indonesia, yang disalahkan tentu dinas yang dianggap tidak tanggap terhadap petani. Padahal petani sudah lebih dulu membayar pembelian pupuk, tetapi kios tidak kunjung menyediakan pupuk karena belum disalurkan oleh PUD," katanya.

Baca Juga: Hadiri Rakernas APEKSI 2026, Wesly Silalahi Perkuat Kolaborasi Antar Kota

Sebagai bentuk tindak lanjut, Dinas Pertanian Toba telah melayangkan surat kepada Pupuk Indonesia terkait lambatnya penebusan pupuk oleh sejumlah PUD.

Menurut Lailan, distribusi pupuk seharusnya dilakukan tepat waktu karena kebutuhan pupuk sangat menentukan produktivitas tanaman, terutama saat memasuki masa pemupukan.

Ia juga meminta para penyuluh pertanian lapangan (PPL) aktif menerima laporan dari petani maupun kios pupuk subsidi agar setiap kendala dapat segera diteruskan kepada Dinas Pertanian dan Pupuk Indonesia.

"Kami berharap keluhan masyarakat petani dan kios pupuk subsidi dapat disampaikan melalui penyuluh pertanian lapangan yang terus memantau wilayah tugasnya sehingga dapat segera diteruskan ke Pupuk Indonesia. Sudah seharusnya kita tanggap terhadap kebutuhan pupuk subsidi bagi petani di Toba," ujarnya.

Baca Juga: Bupati Simalungun Kunjungi Warga Bandar Masilam, Pastikan Perbaikan Jalan Tahun Ini

Dinas Pertanian mencatat alokasi pupuk subsidi tahun 2026 untuk lima PUD tersebut terdiri atas:

* CV Kilang Padi Saurma: Urea 3.728 ton dan NPK 4.654 ton.
* PT Andalas Global Utama: Urea 1.696 ton dan NPK 2.249 ton.
* PT Bintang Petani Agro Mandiri: Urea 893 ton dan NPK 1.243 ton.
* PT Parlinggoman Sejahtera Abadi: Urea 1.574 ton dan NPK 1.842 ton.
* PT Torustupa Gemilang Bersama: Urea 523 ton dan NPK 693 ton.

Sementara itu, realisasi penebusan hingga Juni 2026 masih jauh dari target. Untuk pupuk urea, target penyaluran mencapai 519 ton, namun PUD baru menebus 337 ton. Sedangkan pupuk NPK ditargetkan 816 ton, tetapi yang telah ditebus baru 425 ton.

Dinas Pertanian berharap seluruh PUD dapat meningkatkan kinerja distribusi agar pupuk subsidi tersedia tepat waktu di kios dan dapat dimanfaatkan petani sesuai kebutuhan musim tanam. (net)

Editor : Editor Satu
#Stok Pupuk Subsidi di Sumut