KARO, METRODAILY – Pemerintah Kabupaten Karo mulai mengakselerasi transformasi sektor pertanian berbasis teknologi.
Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting memimpin langsung rapat pembahasan data pertanian sebagai fondasi pengembangan pertanian berbasis Artificial Intelligence (AI) di Sumatera Utara, Jumat (20/3/2026).
Rapat yang digelar di ruang KCC Kantor Bupati Karo ini menjadi langkah awal menyusun strategi digitalisasi pertanian berbasis data akurat dan terintegrasi.
Hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Bupati Komando Tarigan, Sekda Gelora Kurnia Putra Ginting, serta jajaran OPD terkait, termasuk Dinas Pertanian dan Bappeda Litbang.
Baca Juga: Siang Bolong Rumah di Panyabungan Ludes Terbakar, Pemilik Nyaris Terjebak
Fokus pada Data dan Teknologi
Dalam rapat tersebut, Pemkab Karo menitikberatkan pada identifikasi kebutuhan data pertanian yang akan menjadi dasar pengembangan sistem berbasis AI. Data tersebut mencakup kondisi tanah, pola tanam, cuaca, hingga produktivitas hasil panen.
Bupati Antonius Ginting menegaskan, penggunaan teknologi AI di sektor pertanian bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas petani.
“Pengembangan pertanian berbasis AI akan membantu petani memantau kondisi tanah, memprediksi cuaca secara presisi, hingga mengoptimalkan masa panen,” ujarnya.
Selain penguatan data, rapat juga membahas strategi pengumpulan, pengolahan, serta analisis data pertanian secara sistematis. Pemerintah daerah mendorong kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan stakeholder teknologi dan lembaga riset.
Baca Juga: Salat Id di Sipirok, Gus Irawan Singgung Pemulihan Pascabencana: Warga Diminta Bersabar
Langkah ini dinilai penting untuk mempercepat modernisasi sektor pertanian di Sumatera Utara, sekaligus menjawab tantangan perubahan iklim dan ketahanan pangan.
Target: Produktivitas Naik, Petani Sejahtera
Pemkab Karo menargetkan implementasi pertanian berbasis AI dapat meningkatkan produktivitas hasil tani dan kesejahteraan petani secara signifikan. Sistem berbasis data juga diharapkan mampu mengurangi risiko gagal panen dan meningkatkan efisiensi biaya produksi.
Rapat ini menjadi sinyal kuat bahwa transformasi digital di sektor pertanian mulai digarap serius di daerah, dengan pendekatan berbasis data sebagai kunci utama. (rel/pmg)
Editor : Editor Satu