TAPTENG, METRODAILY – Aktivitas ekonomi dan jual beli di Pasar Pandan, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), mulai kembali normal setelah sebelumnya terdampak banjir dan longsor yang sempat memutus akses jalan utama.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada kelancaran distribusi barang dan stabilitas harga kebutuhan pokok di pasar tradisional terbesar di wilayah tersebut.
“Aktivitas mulai normal. Akses jalan yang sudah terbuka membuat harga-harga berangsur normal,” ujar salah seorang pembeli, Meli Wahyuni, di Pasar Pandan, Senin (26/1/2026).
Ia mengatakan, harga kebutuhan pokok saat ini jauh lebih stabil dibandingkan kondisi sesaat setelah bencana, ketika pasokan barang sangat terbatas dan harga melonjak tajam.
“Di awal-awal setelah bencana, harga cabai sempat mencapai Rp300 ribu per kilogram karena pedagang sangat sedikit dan jalan lintas terputus,” katanya.
Hal senada disampaikan pedagang cabai di Pasar Pandan, Mardalena Simanullang. Ia mengakui aktivitas jual beli kini mulai kembali menggeliat, meski belum sepenuhnya pulih seperti sebelum bencana.
“Pasar ini mulai ada aktivitas sekitar tiga pekan setelah bencana. Sekarang sudah mulai ramai,” ujarnya.
Mardalena menyebutkan, sebelum bencana ia mampu menjual sekitar 60 kilogram cabai per hari, namun saat ini penjualan berkisar 40 kilogram per hari.
“Kami berharap kondisi ini terus membaik dan stabil ke depannya,” katanya.
Ia menjelaskan, pasokan cabai di Pasar Pandan berasal dari wilayah Toba dan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara. Seiring membaiknya akses jalan, distribusi barang kembali lancar dan harga mulai terkendali.
“Saat ini harga cabai sudah turun menjadi sekitar Rp20 ribu per kilogram. Harga kebutuhan lainnya juga berangsur pulih. Ini berkat kerja keras pemerintah dan pihak terkait yang membuka kembali akses jalan,” ujarnya. (net)
Editor : Editor Satu