Banyak Lahan Terkendala
SIMALUNGUN, METRODAILY – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun mempercepat pembangunan fisik gerai dan pergudangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Langkah ini ditegaskan melalui Rapat Konsolidasi (Rakon) percepatan pembangunan yang digelar di Balei Harungguan Tuan Rondahaim Saragih, Kantor Bupati Simalungun, Pematang Raya, Senin (19/1/2026).
Rakon tersebut merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Fisik Gerai, Pergudangan, dan Kelengkapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang ditetapkan pada 22 Oktober 2025.
Baca Juga: Polres Siantar Terapkan Standar Food Safety Program Makan Bergizi Gratis
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Simalungun melalui Sekretaris Dinas, Sri Juliana Purba, melaporkan bahwa rapat bertujuan mengevaluasi progres pembangunan fisik gerai KDKMP di 32 kecamatan dan 27 kelurahan, dengan total 413 gerai, sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang muncul di lapangan.
Rapat secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Simalungun Benny Gusman Sinaga, mewakili Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih.
Dalam sambutannya, Benny menegaskan bahwa Koperasi Merah Putih (KMP) merupakan agenda strategis nasional yang tidak boleh dipandang semata sebagai proyek pembangunan fisik.
Baca Juga: Februari 2026, BGN Angkat 32 Ribu PPPK untuk Perkuat Layanan Gizi Nasional
“Program ini bukan hanya membangun gedung, tetapi membangun keberanian dan kemandirian masyarakat,” ujar Benny.
Ia menambahkan, KMP diharapkan menjadi instrumen penguatan ekonomi rakyat, mendorong aktivitas usaha di tingkat desa dan kelurahan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Karena itu, Benny menekankan pentingnya kepatuhan terhadap petunjuk teknis dari pemerintah pusat serta koordinasi lintas sektor agar pembangunan berjalan sesuai aturan.
Baca Juga: 6 Kapolsek di Polres Simalungun Diganti, Kapolres: Dinamisasi Organisasi
Rakon juga dihadiri Dandim 0207/Simalungun Letkol Inf Gede Agus Dian Pringgana. Ia menyampaikan keterlibatan TNI dalam program KMP merupakan bagian dari penugasan nasional untuk mendukung pembangunan ekonomi berbasis koperasi.
“Ini perintah negara. TNI hadir untuk memastikan pembangunan fisik berjalan sesuai rencana, tepat waktu, dan tidak menyalahi ketentuan,” tegasnya.
Menurut Gede Agus, puluhan titik pembangunan di Kabupaten Simalungun telah didaftarkan dan dilaporkan progresnya. Namun, sebagian masih terkendala persoalan teknis, terutama terkait luas lahan dan bangunan yang sudah berdiri, sehingga diperlukan alternatif lokasi bersama Agrinas dan pemerintah daerah.
Baca Juga: Inter Milan Vs Arsenal, Arteta Prediksi Duel Sengit
Sementara itu, Kabid Kelembagaan Dinas Koperasi Kabupaten Simalungun Rita Juli Tambunan mengungkapkan, dari 104 titik lahan yang diusulkan, baru 11 titik yang dinilai memenuhi syarat untuk dibangun.
Selebihnya masih terkendala berbagai persoalan, mulai dari keberadaan bangunan aktif, luas lahan yang tidak memenuhi ketentuan minimal, hingga masalah administrasi, khususnya pada lahan berstatus Hak Guna Usaha (HGU).
Ia menjelaskan, kriteria lahan yang dapat digunakan antara lain memiliki bukti kepemilikan yang sah, luas minimal 1.000 meter persegi, memiliki titik koordinat, ruang parkir, tanah siap bangun, bebas risiko bencana, serta berada di lokasi strategis dan mudah diakses.
Baca Juga: Bodo/Glimt Tantang Manchester City, Pelatih Berharap Haaland Kelelahan
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Simalungun Mixnon Andreas Simamora menekankan pentingnya peran satuan tugas (satgas) di tingkat kecamatan.
Menurutnya, keberhasilan program sangat bergantung pada keseriusan camat dan perangkatnya untuk turun langsung ke lapangan.
Mixnon juga menyoroti persoalan lahan HGU yang masih menjadi hambatan utama. Ia menyatakan Pemkab Simalungun akan mengambil langkah tegas dalam waktu tiga bulan ke depan, termasuk mengundang pimpinan PTPN untuk membahas peluang kerja sama melalui nota kesepahaman (MoU) atau mencari alternatif lahan lain apabila kerja sama tidak memungkinkan.
Baca Juga: Emil Audero Tampil Solid, Cremonese Tahan Imbang Verona 0-0 di Serie A
“Pendekatan jemput bola dan keaktifan pemerintah nagori menjadi kunci agar pembangunan gerai KDKMP tidak tersendat,” ujarnya.
Ia menegaskan, meski pembangunan gerai KDKMP bukan pekerjaan mudah, Pemkab Simalungun tetap optimistis melalui sinergi pemerintah daerah, TNI, dan BUMN. Jika berhasil, gerai-gerai tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bangunan baru, tetapi simbol kebangkitan ekonomi rakyat di tingkat paling bawah.
Rakon ditutup dengan sesi diskusi yang dimoderatori Sekda Mixnon. Hadir dalam rapat tersebut antara lain Kapolres Simalungun yang diwakili Kasat Binmas AKP Dorlan Pasaribu, Danramil se-Kabupaten Simalungun, para staf ahli bupati, asisten, kepala OPD di lingkungan Pemkab Simalungun, serta seluruh camat se-Kabupaten Simalungun. (esa)
Editor : Editor Satu