Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

38 Ribu Hektare Sawah Rusak Akibat Banjir, Pemprov Sumut–Kementan Kerahkan Tim Khusus Selamatkan Pertanian

Editor Satu • Senin, 8 Desember 2025 | 10:55 WIB

 

Pj Sekdaprov Sumut Sulaiman Harahap menghadiri Rapat Koordinasi Identifikasi Dampak Bencana Alam serta Percepatan Penyampaian Calon Petani dan Calon Lokasi di Aula Politeknik Pembangunan Pertanian.
Pj Sekdaprov Sumut Sulaiman Harahap menghadiri Rapat Koordinasi Identifikasi Dampak Bencana Alam serta Percepatan Penyampaian Calon Petani dan Calon Lokasi di Aula Politeknik Pembangunan Pertanian.

DELISERDANG, METRODAILY – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara bersama Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat melakukan identifikasi lahan pertanian yang terdampak banjir dan tanah longsor di berbagai kabupaten/kota di Sumut.

Hingga 6 Desember 2025, tercatat 38.878 hektare lahan pertanian terdampak, dengan 5.570 hektare mengalami puso dan estimasi kerugian mencapai Rp1,132 triliun.

Data tersebut disampaikan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Sulaiman Harahap dalam Rapat Koordinasi Identifikasi Dampak Bencana Alam serta Percepatan Penyampaian Calon Petani dan Calon Lokasi, di Aula Polbangtan Medan, Deliserdang, Minggu (7/12/2025).

“Kolaborasi dengan Kementan ini sebagai komitmen pemerintah meminimalkan dampak negatif bencana terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan petani, serta mempercepat pemulihan wilayah terdampak,” ujarnya.

Kerusakan Berat di Lahan Pertanian

Sulaiman menjelaskan, dukungan Kementan tidak hanya berupa rehabilitasi, tetapi juga kemungkinan pencetakan sawah baru.

Ia mencontohkan kondisi di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), di mana hamparan sawah berubah total setelah diterjang banjir sehingga memerlukan waktu dan biaya besar untuk kembali berfungsi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sumut, Timur Tumanggor, memaparkan sejumlah komoditas yang terdampak, di antaranya padi, padi persemaian, jagung, ubi kayu, hortikultura, serta jaringan irigasi.

Potensi kehilangan produksi mencapai 118.526,75 ton, dengan nilai kerugian Rp1,132 triliun.

Pemprov Salurkan Pangan dan Siapkan Bantuan Benih

Timur menyampaikan bahwa Pemprov Sumut sudah melakukan sejumlah langkah pascabencana, antara lain:

Selain itu, Pemprov juga berkoordinasi untuk penyediaan bantuan benih pascabencana:

Kementan Siap Bantu Rehabilitasi Sawah Rusak Berat

Staf Ahli Menteri Bidang Infrastruktur Pertanian, Ali Jamil, menegaskan komitmen Kementan untuk membantu rehabilitasi lahan sawah terdampak sesuai ketentuan.

Ia meminta pemerintah kabupaten/kota segera mengidentifikasi tingkat kerusakan sawah—ringan, sedang, atau berat.

“Untuk benih, Menteri Pertanian sudah menyiapkan bantuan. Bantuan pangan untuk provinsi terdampak juga sudah dikirim melalui jalur laut. Untuk Sumut, bantuan masuk melalui Pelabuhan Belawan,” tutur Ali Jamil.

Rapat tersebut dihadiri Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilitas Pangan I Gusti Ketut Astawa, Direktur Polbangtan Medan Nurliana Harahap, Forkopimda Sumut, serta para kepala dinas pertanian dari kabupaten/kota terdampak. (Rel)

 

Editor : Editor Satu
#lahan pertanian #pemprov sumut #kementan