Tiga Dara Kopi Sipirok Tembus Pasar Jepang, Bukti Perempuan Tapanuli Bisa Go Internasional
Editor Satu• Selasa, 7 Oktober 2025 | 12:40 WIB
Tiga perempuan muda pendiri Tiga Dara Coffee—Sartika Permata Nasution, Dita Mutiara Harahap, dan Ayu Aziza Harahap—berhasil membawa kopi arabika Sipirok menembus pasar Jepang.
SIDIMPUAN, METRODAILY – Perjuangan tiga perempuan muda asal Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, akhirnya membuahkan hasil membanggakan.
Mereka adalah Sartika Permata Nasution, Dita Mutiara Harahap, dan Ayu Aziza Harahap—pendiri Tiga Dara Coffee, yang berhasil menembus pasar ekspor ke Jepang dengan kopi arabika unggulan asal Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).
Setelah melalui perjuangan panjang selama sembilan bulan, penuh jatuh bangun, bahkan diwarnai hinaan dan keraguan, ketiganya membuktikan bahwa mimpi besar bisa diwujudkan dengan kerja keras dan keyakinan.
“Tidak ada kata lelah. Yang ada hanya rasa bangga terhadap diri kami sendiri dan tim yang berjuang demi industri kopi ini,” ungkap Sartika Permata Nasution, Sabtu (4/10).
Ekspor perdana 9 ton biji kopi arabika Sipirok dijadwalkan berangkat menuju Jepang pada Oktober 2025. Keberhasilan ini bukan hanya pencapaian bisnis, tapi juga simbol kebangkitan perempuan muda Tapanuli dalam menggerakkan ekonomi berbasis lokal.
“Kami tidak akan pernah sampai di posisi ini tanpa dukungan para petani, kolektor, dan mitra yang terus membersamai perjalanan ini. Terima kasih untuk semuanya,” ujar ketiganya penuh haru.
Lebih lanjut, Tiga Dara Coffee menegaskan bahwa ekspor kopi ini mengusung nilai women empowerment (pemberdayaan perempuan) dan memanfaatkan teknologi tracibility-blockchain untuk memastikan transparansi serta kualitas produk di pasar global.
Kini, nama Tiga Dara Coffee bukan sekadar label dagang, tetapi menjadi ikon kebanggaan baru Sumatera Utara. Dari desa kecil di Sipirok, kopi arabika khas Tapanuli kini siap bersaing di panggung dunia.
Tak berhenti di situ, dalam waktu dekat (9–12 Oktober 2025), Tiga Dara Coffee juga menjadi salah satu dari empat perwakilan Bank Indonesia Pusat yang diundang ke Singapore Coffee Event, ajang internasional bergengsi di industri kopi.