Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Tolak Konversi ke Sawit, Himapsi Sebut PTPN Ancam Ikon Wisata Kebun Teh Sidamanik

Editor Satu • Selasa, 15 Juli 2025 | 13:00 WIB
Kebun teh Sidamanik - Ilustrasi.
Kebun teh Sidamanik - Ilustrasi.

SIANTAR, METRODAILY – Rencana PTPN IV Regional II mengonversi kebun teh di Sidamanik, Kabupaten Simalungun, menjadi kebun kelapa sawit, memicu gelombang penolakan keras!

Penolakan datang dari berbagai pihak, termasuk DPP Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (Himapsi) yang menegaskan kebun teh Sidamanik adalah ikon agrowisata dan penyokong wisata Danau Toba.

“Kami sudah kirim surat resmi ke PTPN IV! Kebun teh Sidamanik harus tetap jadi ikon Simalungun,” tegas Ketua Umum Himapsi Dian G Purba dan Sekjen Jheni Yusuf Saragih, Minggu (13/7).

Himapsi bahkan memerintahkan seluruh kader untuk mengawasi ketat kegiatan konversi, mengingat pengalaman buruk di Kebun Marjandi, Panei Tongah, yang berubah jadi kebun sawit dan menyebabkan banjir.

Menurut Dian, kebun teh bukan hanya soal ekonomi, tapi juga soal sejarah, budaya, dan identitas masyarakat Simalungun.

“Simbol teh ada di logo Pemkab Simalungun. Leluhur kita dulu bertaruh nyawa mempertahankan wilayah ini,” ujarnya.

Sementara Sekjen Himapsi, Jheni, menambahkan konversi juga mengancam lingkungan Sidamanik yang terkenal dengan udara sejuk dan jadi daya tarik agrowisata.

“Sawit memang bisnis menggiurkan, tapi PTPN IV harusnya mendukung program nasional: meningkatkan pendapatan lewat pariwisata,” tegasnya.

Konversi kebun teh ini ternyata bukan isu baru. Sudah muncul sejak 2012, dan selalu mendapat penolakan.

Namun kembali mencuat lewat surat undangan sosialisasi tanam ulang sawit tertanggal Juli 2025, yang ditandatangani Manajer Kebun Bah Butong, Armansyah Putra.

Aksi protes juga mengalir ke DPRD Sumut. Delapan anggota DPRD Sumut dari dapil 10 sudah dilibatkan diskusi hingga ke Kementerian BUMN. Hasilnya, disepakati tak akan ada konversi lahan lagi di luar lahan sawit yang sudah ada.

“Manajemen kebun harusnya peka! Jangan ulangi masalah lama,” tegas anggota DPRD Sumut, Mangapul Purba, Sabtu (12/7).

Kini, organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan Simalungun, termasuk Himapsi, bersatu menyerukan penolakan total!

Mereka menilai konversi kebun teh Sidamanik ke sawit hanyalah kepentingan bisnis jangka pendek yang mengorbankan sejarah, budaya, lingkungan, dan masa depan pariwisata Simalungun. (rel)

Editor : Editor Satu
#ptpn iv #konversi kebun teh