MADINA, METRODAILY – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina), Atika Azmi Utammi Nasution, meminta pemerintah pusat meninjau ulang program perlindungan sosial berbentuk uang tunai. Ia menilai bantuan tunai kerap tak tepat sasaran dan gagal mengentaskan kemiskinan.
“Data menunjukkan kemiskinan di Desil 1 dan 2 bertahan lebih dari lima tahun. Bantuan tunai malah sering habis untuk bayar utang ke koperasi ilegal, bukan untuk kebutuhan dasar,” tegas Atika, Selasa (24/6).
Hal itu juga disampaikannya langsung kepada Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono lewat pesan elektronik saat kegiatan di kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat.
Baca Juga: Padi Lokal Sipirok Tembus 6,5 Ton per Hektare, Petani Semringah
Menurut Atika, meski bantuan tunai meningkatkan konsumsi rumah tangga dalam jangka pendek, tapi berdampak negatif secara psikologis.
“Masyarakat jadi menunggu bantuan, bukan berinovasi atau produktif. Ini harus jadi bahan evaluasi agar perlindungan sosial benar-benar menyejahterakan,” ujarnya.
Atika yakin persoalan ini tak hanya terjadi di Madina, tapi juga di banyak daerah lain di Indonesia. Ia berharap kebijakan perlindungan sosial ke depan lebih berdampak dan tepat guna. (ant)
Editor : Editor Satu