TAPSEL, METRODAILY — Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan tancap gas menuju swasembada ikan! Sebanyak 1.000 kolam akan dibangun untuk memperkuat ketahanan pangan lokal dan mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) gagasan Presiden RI, Prabowo Subianto.
Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu menyebut, program ini bukan sekadar bantuan jangka pendek, tapi gerakan ekonomi rakyat berbasis perikanan.
“Ini gerakan berkelanjutan, mendorong masyarakat jadi pelaku ekonomi mandiri,” tegas Gus, saat menyerahkan bantuan bibit dan pakan ikan di Desa Sugi Julu, Kecamatan Marancar, Rabu (11/6/2025).
Baca Juga: Gerebek Satu Rumah di Palas, Polisi Temukan Sabu dan Empat Pria
Data menunjukkan, kebutuhan ikan di Tapsel pada 2024 tembus 15.000 ton, namun produksi lokal baru separuhnya: 7.500 ton. Itu artinya, peluang besar terbuka lebar bagi warga desa untuk mengisi kekosongan pasar.
Sebagai langkah konkret, Bupati Tapsel telah menyalurkan:
-
3.000 ekor ikan nila + 8 zak pakan ke Pokdakan Mina Jaya (Desa Simatorkis Sisoma)
-
3.600 bibit ikan tawes, 1.800 jurung, dan 2.400 baung ke kelompok perikanan di Desa Sugi Julu dan Desa Huraba
Kadis Perikanan Tapsel Saiful AP. Nasution menegaskan, program ini telah dirintis sejak 2023 lewat metode pemijahan keliling dan menghasilkan ribuan benih ikan lokal, seperti mas dan nila.
Baca Juga: Prabowo Umumkan Gaji Hakim Naik hingga 280 Persen
Antusiasme warga pun tinggi. Ketua Pokdakan Mina Jaya, Muawiyah Hutauruk, menyatakan siap memperluas produksi demi menyukseskan gerakan kolam rakyat ini.
“Program ini bukan hanya soal ikan, tapi tentang masa depan gizi dan ekonomi desa,” tegas Gus.
Dengan 1.000 kolam, Tapsel tak hanya ingin mandiri pangan, tapi juga jadi model nasional dalam mencetak masyarakat sehat dan sejahtera dari desa ke kota. (irs)
Editor : Editor Satu