Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

April, Inflasi Siantar Capai 1,14 Persen

Editor Satu • Selasa, 6 Mei 2025 | 11:45 WIB
Inflasi - Ilustrasi.
Inflasi - Ilustrasi.

SIANTAR, METRODAILY – Kota Pematangsiantar tercatat mengalami inflasi sebesar 1,14% (mtm) pada April 2025. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan deflasi 0,86% (mtm) yang tercatat pada Maret 2025.

Inflasi tersebut masih dipengaruhi oleh normalisasi tarif listrik dan peningkatan permintaan pasca Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1446 H.

Menurut data yang dirilis oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Pematangsiantar, inflasi pada April 2025 di Kota Pematangsiantar tercatat 1,14% (mtm), 3,54% (yoy), dan 2,33% (ytd).

Baca Juga: Rampas Sepeda Motor di Batu Bara, Dua Begal Dibekuk di Perbaungan

Sementara itu, untuk Provinsi Sumatera Utara (Sumut), inflasi tercatat 1,35% (mtm), 2,09% (yoy), dan 1,46% (ytd). Di tingkat nasional, inflasi tercatat sebesar 1,17% (mtm), 1,95% (yoy), dan 1,56% (ytd).

Kepala KPw BI Pematangsiantar, Muqorobin, mengungkapkan bahwa komoditas dengan andil inflasi terbesar di Kota Pematangsiantar pada bulan April adalah tarif listrik yang memberikan kontribusi sebesar 0,80%, disusul oleh emas perhiasan sebesar 0,19%, dan bawang merah sebesar 0,10%.

Di sisi lain, komoditas yang memberikan andil deflasi terbesar antara lain kentang dengan -0,08%, cabai rawit -0,06%, dan daging ayam ras -0,04%.

Baca Juga: BPN Asahan Didemo, Diminta Hormati Putusan Pengadilan

Muqorobin juga menjelaskan bahwa dalam rangka mengendalikan inflasi, sejumlah kegiatan telah dilaksanakan, termasuk High Level Meeting (HLM) seluruh wilayah kerja KPw BI Pematangsiantar, yang mencakup Pematangsiantar, Simalungun, Batubara, Tanjungbalai, Asahan, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu, dan Labuhanbatu Selatan (SISI BATAS LABUHAN).

Salah satu upaya yang dilakukan adalah pengendalian inflasi pasca-HBKN Idul Fitri 1446 H, dengan melakukan inspeksi mendalam ke pasar (sidak pasar), mengadakan pasar murah, dan mengkampanyekan komunikasi belanja bijak.

Selain itu, juga disusun neraca pangan serta pemetaan pola tanam untuk mengantisipasi tantangan pengendalian inflasi di masa mendatang.

Baca Juga: Bupati Maya Hasmita Ajak ASN Jadi Orang Tua Asuh Cegah Stunting

Pada HLM TPID, kami juga membahas komitmen bersama seluruh anggota TPID untuk bersinergi dalam pengendalian inflasi daerah,” ujar Muqorobin.

Sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi, KPw BI Pematangsiantar juga melaksanakan Gerakan Pangan Murah yang bekerja sama dengan TPID Kota Pematangsiantar. Pada bulan April 2025, pasar murah dilaksanakan di satu titik lokasi untuk menjaga kestabilan harga di pasar pasca Idul Fitri. (rel)

Editor : Editor Satu
#kota pematangsiantar #inflasi