Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Saat Ini, Tambang Emas Martabe Menambang di 3 Open Pit

Editor Satu • Senin, 22 Juli 2024 | 15:21 WIB
Pit Ramba Joring Tambang Emas Martabe pertama kali dioperasionalkan padatahun 2017. Pada tahun 2023, 633.000 ton bijih ditambang dari pit ini, dengannisbah kupasan mencapai 3,16.
Pit Ramba Joring Tambang Emas Martabe pertama kali dioperasionalkan padatahun 2017. Pada tahun 2023, 633.000 ton bijih ditambang dari pit ini, dengannisbah kupasan mencapai 3,16.

TAPSEL, METRODAILY – Sejak tahun 2011, Tambang Emas Martabe yang dikelola PT Agincourt Resources di Batangtoru, Tapanuli Selatan, menggunakan metode penambangan emas dan perak secara open-pit atau penambangan terbuka. Open pit dengan mempertahankan lubang yang dangkal --karena topografi yang berbukit--, saat ini beroperasi di 3 lokasi.

Ketiga pit dimaksud yakni Pit Pit Purnama yang dibuka sejak tahun 2011, Pit Barani dibuka sejak tahun 2016, dan Pit Ramba Joring dibuka sejak tahun 2018.

“Pada tahun 2023, PTAR berhasil menambang 11,7 juta ton material, turun 14,82% dibandingkan dengan tahun 2022 sebesar dari 13,7 juta ton. Adanya penurunan total produksi tambang ini disebabkan oleh  sesuai dengan rencana penambangan pada  tahun 2023 dan penyesuaian produksi,” kata Presiden Direktur PT Agincourt Resources (PTAR), Muliady Sutio, seperti dikutip dari Laporan Tahunan 2023 PTAR dengan judul ‘Perjalanan Menuju Masa Depan Berkelanjutan’, Senin (22/7/2924).

Adapun jumlah bijih yang diekstraksi mencapai 5,7 juta ton pada tahun 2023, turun 15,13% dibandingkan dengan tahun 2022 sebesar 6,7 juta ton.

“Total penambangan batu buangan di ketiga pit mencapai 6,0 juta ton pada tahun 2023. Jumlah ini mengalami penurunan 14,52% jika dibandingkan dengan tahun 2022 sebesar 7,0 juta ton,” ungkapnya.

Sebagai perincian, Pit Purnama sebagai pit tambang tertua PTAR, mampu menghasilkan sebanyak 5,8 juta ton material pada tahun 2023, lebih rendah dari tahun 2022. Rasio pengupasan tanah mengalami penurunan dari 0,54 menjadi 0,49 selama periode pelaporan. Adanya penurunan ini disebabkan oleh tidak tercapainya penambangan batu buangan yang disebabkan oleh kondisi cuaca.

Kedua, kawasan penambangan di area Pit Barani berfokus pada aktivitas penambangan di wilayah pusat dan selatan. Wilayah selatan lebih diutamakan karena topografi yang berbukit dan luas area yang sempit.

Selama tahun 2023, jumlah material yang ditambang di Pit Barani mencapai 3,2 juta ton, naik 102,8% dibandingkan dengan tahun 2022 sebesar 1,6 juta ton. Adanya kenaikan ini disebabkan oleh percepatan pengembangan pit Barani dan untuk mendapatkan pencampuran bijih yang lebih halus.

“Selain itu rasio nisbah kupasan mengalami penurunan dari 3,30 menjadi 1,76. Hal ini terjadi bijih yang ditambang lebih banyak lebih dibandingkan tahun 2022 dikarenakan untuk tujuan pencampuran bijih,” kata Muliady.

Ketiga, Pit Ramba Joring dibagi menjadi wilayah Utara dan Selatan dikarenakan topografi yang berbukit dan letak sumber daya mineralnya. Saat ini, bagian utara sudah sepenuhnya beroperasi dan terbuka lebar, sedangkan bagian selatan sedang mengalami proses pelebaran.

Selama tahun 2023, Pit Ramba Joring menghasilkan sebanyak 2,6 juta ton, turun dibandingkan dengan tahun 2022 sebesar 5,5 juta ton. Hal ini terjadi karena penambangan di pit Ramba Joring sepanjang tahun 2023 lebih fokus pada pit Barani untuk tahap pengembangan.

Selain itu PTAR juga memulai memanfaatkan kembali marginal ore di long term stockpile SP09 yang sebelumnya material ini berada dibawah batas ekonomis, dan di tahun 2023 material tersebut menjadi bernilai ekonomis untuk diolah.

Rasio pengupasan tanah juga mengalami peningkatan dari 1,68 menjadi 3,16 sepanjang periode ini. Kenaikan rasio nisbah kupasan diakibatkan adanya penurunan produksi bijih sebesar 62,25% jika dibandingkan dengan tahun 2022 sebesar dari 2,0 juta ton menjadi 0.6 juta ton.

“Maka dari itu, produksi batuan sisa akan menurun sebesar 42,16% di tahun 2023 dibandingkan tahun 2022 sebesar 3,5 juta ton,” kata Muliady Sutio, seperti dikutip dari Laporan Tahunan 2023 PTAR.

Selama tahun 2023, Perusahaan berhasil mengolah bijih mencapai 6.590.083 ton. Jumlah ini tidak mencapai dari target Q3F yang telah ditentukan sebanyak 6.611.858 ton. Hal ini terjadi dikarenakan ore sedikit di bawah forecast lebih dan adanya operational issue di lapangan (hard ore dan low stockpile level).

Sepanjang tahun 2023, Perusahaan menjual 156.689 ounce butiran emas dan 1.608.274 ounce butiran perak. Jumlah ini menunjukkan adanya penurunan jika dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 269.882 ounce emas dan 1.396.949 ounce perak. Seluruh hasil penjualan telah sesuai dengan hasil produksi. (ar/mea)

 

Editor : Editor Satu
#Tambang Emas Martabe #PT Agincourt Resources #Penambangan terbuka