Laju ekonomi Sumut ditopang lapangan usaha informasi dan komunikasi yang tumbuh 6,51 persen sepanjang tahun 2021. Sementara lapangan usaha andalan Sumut yakni usaha pertanian, kehutanan dan perikanan hanya tumbuh 3,87 persen, dan perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor tumbuh 3,62 persen. Lalu industri pengolahan hanya mampu tumbuh 1,43 persen.
Koordinator Fungsi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Taulina Anggarani, mengatakan, kalau melihat dari sisi kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Sumut tahun 2021 yang sebesar 2,61 persen, lapangan usaha informasi dan komunikasi hanya memberi andil sebesar 0,20 persen. Masih di bawah lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 0,99 persen dan perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor yang sebesar 0,64 persen.
"Tapi lapangan usaha informasi dan komunikasi memang menjadi pendongkrak geliat ekonomi Sumut di tahun 2021 disamping jasa kesehatan dan kegiatan sosial," katanya, dalam pemaparan secara virtual, Senin (7/2/2022).
Taulina mengatakan, semua lapangan usaha mengalami pertumbuhan positif kecuali Transportasi dan Pergudangan yang mengalami konstraksi 3,63 persen, lalu Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum mengalami konstraksi sebesar 0,81 persen dan Jasa Perusahaan mengalami konstraksi 0,14 persen.
Berdasarkan data BPS, perekonomian Sumut berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tahun 2021 atas dasar harga berlaku mencapai Rp859,87 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp547,65 triliun.
Taulina mengatakan, pertumbuhan terjadi pada hampir semua Komponen Pengeluaran, kecuali Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) yang terkontraksi sebesar 2,59 persen. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Ekspor Barang dan Jasa yang tumbuh 15,09 persen, diikuti Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto tumbuh 3,47 persen, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) tumbuh 3,46 persen dan Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) tumbuh sebesar 1,69 persen. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa yang merupakan faktor pengurang dalam PDRB tumbuh sebesar 18,34 persen.
"Struktur PDRB Sumut menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku tahun 2021 tidak menunjukkan perubahan berarti. Istimewa Perekonomian Sumut masih didominasi oleh Komponen PK-RT sebesar 50,79 persen, Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 38,83 persen, Komponen PMTB sebesar 30,56 persen, PK-P sebesar 6,81 persen, Perubahan Inventori sebesar 1,73 persen, dan Komponen PK-LNPRT sebesar 0,86 persen. Sementara Komponen Impor Barang dan Jasa sebagai faktor pengurang dalam PDRB memiliki peran sebesar 29,57 persen," jelas Taulina.
Secara spasial, struktur perekonomian Pulau Sumatera pada tahun 2021 masih didominasi oleh Provinsi Sumut dengan kontribusi sebesar 23,37 persen, Riau 22,92 persen, dan Sumatera Selatan 13,36 persen. (rel) Editor : Metro Daily