Maskur Subhan Daulay selaku pimpinan Ponpes Syakira dan BLK tersebut mengungkapkan pusat pelatihan ini sudah sempat beroperasi, meski baru ini diresmikan. Beberapa hasil BLK ini berupa baju seragam sekolah, kini sudah bisa digunakan anak sekolah, khususnya putra putri Ponpes Syakira.
Dan untuk tahun ini, BLK membuka 16 peserta pelatihan. Yang nantinya diverifikasi hingga pusat.
"Yang keenambelas peserta itu, setengahnya dari Ponpes Syakira, dan setengahnya dari masyarakat. Harapannya, sekolah dan pondok pesantren yang lain bisa bekerja sama dan memesan ke BLK Komunitas Workshop ini," jelas Maskur.
Fauzan Hasibuan, Ketua Badan Silaturrahmi Pondok Pesantren Kabupaten Padang Lawas turut mendukung pembukaan pelatihan kerja ini. Tentu akan meningkat kreatifitas anak-anak pondok.
"Yang siap bersaing ke depan," kata Fauzan.
Senada itu, Kepala Kemenag Kabupaten Palas Abdul Manan menyebut, BLK ini sebagai bukti pembukaan peluang kerja baru. Seiring itu, diharapkan dapat sejalan dengan visi misi kabupaten ke depan.
"Ini merupakan penciptaan peluang kerja baru di Kabupaten Padang Lawas," sambut Ka Kemenag.
Sementara itu, Sekda Arpan Nasution juga menyampaikan apresiasi pada BLK di Ponpes Syakira Janji Lobi Barumun ini. BLK ini dianggap akan mampu menyiapkan generasi yang mumpuni.
Dan malah Sekda bersedia sebagai pemesan pertama untuk menjahitkan baju di BLK Komunitas Workshopn tersebut.
"Kalau anak-anak kita nanti sudah siap, saya pribadi akan menjahitkan baju di BLK ini," tukas Sekda.
Di kesempatan itu, Sekda juga menyerahkan baju peserta pelatihan Syakira kepada peserta pelatihan. (tan) Editor : Metro Daily