SIBOLGA, METRODAILY – Kepolisian Resor (Polres) Sibolga memperketat pengamanan kawasan wisata Pelabuhan Lama selama arus mudik dan libur Lebaran 2026. Fokus utama: menutup celah premanisme dan praktik pungutan liar (pungli) yang kerap meresahkan pengunjung.
Langkah ini dilakukan dalam rangka Operasi Ketupat Toba 2026, dengan menempatkan personel di sejumlah titik rawan dan area publik yang padat aktivitas wisatawan, Rabu (25/3/2026).
Perwira Pengendali Pos Pengamanan Pelabuhan Lama Sibolga, IPTU Boy Alexander Hutasoit, S.H., menegaskan tidak ada toleransi terhadap segala bentuk gangguan keamanan di kawasan tersebut.
Baca Juga: Sekolah Daring April 2026 Batal, Pemerintah Prioritaskan Tatap Muka Cegah Learning Loss
“Kami pastikan tidak ada aksi premanisme maupun pungli di lokasi wisata ini. Personel disiagakan untuk menjamin rasa aman bagi masyarakat,” tegasnya.
Pengamanan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan lintas instansi, seperti TNI, Basarnas, dan Pemerintah Kota Sibolga. Pos pengamanan terpadu juga telah didirikan untuk mempercepat respons terhadap potensi gangguan kamtibmas.
Pelabuhan Lama Sibolga sendiri menjadi salah satu titik keramaian utama selama musim libur. Lonjakan kunjungan wisatawan dinilai berpotensi membuka ruang bagi aksi kriminalitas, terutama pungli berkedok jasa parkir atau keamanan liar.
Karena itu, aparat menempatkan pengawasan berlapis, termasuk patroli rutin dan penjagaan statis di titik strategis.
Baca Juga: Truk Gagal Nanjak di Simalungun, Hantam Kijang: 3 Tewas, 3 Luka
IPTU Boy juga mengimbau masyarakat untuk aktif melapor jika menemukan indikasi pelanggaran hukum di lapangan.
“Silakan laporkan langsung ke pos pengamanan atau melalui call center Polri 110. Kami siaga 24 jam,” ujarnya.
Polres Sibolga menargetkan situasi tetap kondusif selama puncak arus mudik dan balik Lebaran, sehingga masyarakat dapat menikmati liburan tanpa gangguan keamanan. (net)