alexametrics
31.7 C
Medan
Monday, August 15, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Jelang Muscab, PHRI Simalungun Audiensi ke Bupati Simalungun

iklan-usi

SIMALUNGUN, METRODAILY – Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Singa SH MH menerima audensi Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Simalungun di Rumah Dinas Wakil Bupati Simalungun Jln. Suri Suri Pematang Simalungun Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun,  Jumat (25/2/2022)

Rahimal K. Noor salah seorang pengurus PHRI Simalungun menyampaikan bahwa sudah berakhir masa jabatan PHRI Simalungun.

“Kami akan mengadakan Muscab, jadi kehadiran di sini berharap arahan bapak bupati agar PHRI ini dapat bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Simalungun,”katanya.

Sementara itu,  saat menerima audiensi tersebut Bupati Simalungun menyampaikan bahwa PHRI Simalungun saat ini kurang optimal.

“Saya melihat PHRI hari ini kurang optimal, padahal kehadiran PHRI ini sangat luar biasa dan merupakan Mitra pemerintah dalam peningkatan PAD. PHRI harus bisa memberikan kepastian harga pelayanan kepada wisatawan. “Bagaimana kita bisa merangsang pariwisata untuk hadir dan merasa senang dan nyaman,”ujarnya.

“Kalau kita lihat salah satu negara di luar Indonesia, Cina misalnya, ada itu ongkos pesawat cuman Rp 1 juta, kalau kita pikir bagaimana untungnya. Tapi ternyata bukan dari situ di ambil tetapi dari pariwisatanya di ambil multi efek dari kehadiran para wisatawan yang hadir, karena promo murahnya dan efeknya restoran UMKM-nya  ramai,”papar Radiapoh.

Menurut Radiapoh, konsep tersebut yang akan diterapkan di Simalungun. “Konsep itulah yang mau saya terapkan di Simalungun, bagaimana PHRI-nya mampu bekerja sama dengan baik,”katanya.

“Kita harus mampu bekerjasama bagaimana kawasan pariwisata di Simalungun ini di tata dengan baik, harus ada keseragaman dan keserasian, harus ada kejelasan harga, janganlah di sini dengan di sana beda, dan di sesuaikanlah harga itu sesuai standar pelayanan,”tandas Radiapoh.

Baca Juga :  Erick Tohir: Danau Toba Butuh Investasi Ulang

Jika hal itu dilakukan, menurut Radiapoh, maka Simalungun akan memiliki identitas yang jelas sehingga tidak ada keraguan para wisatawan untuk hadir menikmati fasilitas yang diberikan di Tanoh Habonaron do Bona.

Disamping itu,  Bupati juga menyampaikan soal sarana dan prasarana yang harus di perhatikan termasuk makanan juga harus jelas ke-halalannya.

“Karena hampir 90% Muslim, ini harus di perhatikan dengan baik, walaupun tak perlu kita buat wisata halal tapi ini tetap berjalan karena kepastian dari ke-halalannya,”kata RHS.

Radiapoh meminta kepada PHRI harus dapat memberikan manfaat bagi pelaku bisnis wisata dan juga wisatawan yang akan hadir di kawasan pariwisata di Simalungun ini.

Tampak hadir mendampingi Bupati dalam audiensi tersebut antara lain Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ramadhani Purba,  Kadis Pariwisata dan Kebudayaan M Fikri Famani Damanik bersama Kabid Pengembangan Produk Pariwisata Dian Pratiwi.

Perwakilan panitia Musyawarah Cabang (Muscab) PHRI yang ikut hadir antara lain Ridolly Butarbutar dari Hotel Grand Tamaro, Mike br Sinaga dari Hotel Atsari, Rahimal K. Noor dari Rumah Makan Minang Saiyo, Vera Situmorang dari Hotel Toba, Hongki Sitio dari Pantai Paris Tigaras, Mariando Nainggolan dari Hotel Agave Haranggaol, Merry  dari Hotel Green Star Park Perdagangan, dan Robert Pardede.(rel/md)

SIMALUNGUN, METRODAILY – Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Singa SH MH menerima audensi Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Simalungun di Rumah Dinas Wakil Bupati Simalungun Jln. Suri Suri Pematang Simalungun Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun,  Jumat (25/2/2022)

Rahimal K. Noor salah seorang pengurus PHRI Simalungun menyampaikan bahwa sudah berakhir masa jabatan PHRI Simalungun.

“Kami akan mengadakan Muscab, jadi kehadiran di sini berharap arahan bapak bupati agar PHRI ini dapat bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Simalungun,”katanya.

Sementara itu,  saat menerima audiensi tersebut Bupati Simalungun menyampaikan bahwa PHRI Simalungun saat ini kurang optimal.

“Saya melihat PHRI hari ini kurang optimal, padahal kehadiran PHRI ini sangat luar biasa dan merupakan Mitra pemerintah dalam peningkatan PAD. PHRI harus bisa memberikan kepastian harga pelayanan kepada wisatawan. “Bagaimana kita bisa merangsang pariwisata untuk hadir dan merasa senang dan nyaman,”ujarnya.

“Kalau kita lihat salah satu negara di luar Indonesia, Cina misalnya, ada itu ongkos pesawat cuman Rp 1 juta, kalau kita pikir bagaimana untungnya. Tapi ternyata bukan dari situ di ambil tetapi dari pariwisatanya di ambil multi efek dari kehadiran para wisatawan yang hadir, karena promo murahnya dan efeknya restoran UMKM-nya  ramai,”papar Radiapoh.

Menurut Radiapoh, konsep tersebut yang akan diterapkan di Simalungun. “Konsep itulah yang mau saya terapkan di Simalungun, bagaimana PHRI-nya mampu bekerja sama dengan baik,”katanya.

“Kita harus mampu bekerjasama bagaimana kawasan pariwisata di Simalungun ini di tata dengan baik, harus ada keseragaman dan keserasian, harus ada kejelasan harga, janganlah di sini dengan di sana beda, dan di sesuaikanlah harga itu sesuai standar pelayanan,”tandas Radiapoh.

Baca Juga :  Menpar Sandiaga Launching Event Horas Samosir Fiesta 2022

Jika hal itu dilakukan, menurut Radiapoh, maka Simalungun akan memiliki identitas yang jelas sehingga tidak ada keraguan para wisatawan untuk hadir menikmati fasilitas yang diberikan di Tanoh Habonaron do Bona.

Disamping itu,  Bupati juga menyampaikan soal sarana dan prasarana yang harus di perhatikan termasuk makanan juga harus jelas ke-halalannya.

“Karena hampir 90% Muslim, ini harus di perhatikan dengan baik, walaupun tak perlu kita buat wisata halal tapi ini tetap berjalan karena kepastian dari ke-halalannya,”kata RHS.

Radiapoh meminta kepada PHRI harus dapat memberikan manfaat bagi pelaku bisnis wisata dan juga wisatawan yang akan hadir di kawasan pariwisata di Simalungun ini.

Tampak hadir mendampingi Bupati dalam audiensi tersebut antara lain Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ramadhani Purba,  Kadis Pariwisata dan Kebudayaan M Fikri Famani Damanik bersama Kabid Pengembangan Produk Pariwisata Dian Pratiwi.

Perwakilan panitia Musyawarah Cabang (Muscab) PHRI yang ikut hadir antara lain Ridolly Butarbutar dari Hotel Grand Tamaro, Mike br Sinaga dari Hotel Atsari, Rahimal K. Noor dari Rumah Makan Minang Saiyo, Vera Situmorang dari Hotel Toba, Hongki Sitio dari Pantai Paris Tigaras, Mariando Nainggolan dari Hotel Agave Haranggaol, Merry  dari Hotel Green Star Park Perdagangan, dan Robert Pardede.(rel/md)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

Jalan Provinsi di Humbahas Nyaris Putus

Arsenal Bantai Leicester

Inter Menang Tipis Atas Lecce

Awal Manis Milan

/