TAPTENG, METRODAILY — Sekitar seribu warga Desa Sibio-bio, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, hingga kini masih terisolasi akibat terputusnya jembatan penghubung pascabanjir bandang.
Kepala Desa Sibio-bio, Damianus Zendrato, menjelaskan bahwa akses utama menuju desa tersebut terputus setelah jembatan penghubung ke Desa Muara Sibuntuon hanyut diterjang banjir.
“Akses ke desa kami sudah tidak ada lagi,” ujar Damianus, Sabtu (21/2/2026).
Ia menyebutkan, sudah hampir tiga bulan sejak banjir bandang melanda wilayah itu, namun hingga kini jembatan gantung yang menjadi satu-satunya akses keluar-masuk desa belum juga diperbaiki.
Akibatnya, warga terpaksa menyeberangi aliran Sungai Muara Sibuntuon untuk beraktivitas. Kondisi ini sangat berisiko, terutama saat debit air meningkat.
“Kalau air sedang naik, kami tidak bisa keluar desa,” tambahnya.
Selain akses transportasi yang terputus, warga juga belum kembali menikmati aliran listrik. Untuk penerangan malam hari, masyarakat mengandalkan mesin genset secara terbatas.
Menurut Damianus, bantuan genset memang ada, namun jumlahnya tidak mencukupi untuk melayani sekitar 200 lebih rumah yang masih dihuni, dengan total penduduk mencapai kurang lebih 1.000 jiwa.
“Listrik sampai saat ini juga masih terputus. Kami saat ini terisolasi,” tegasnya.
Diketahui, banjir bandang yang menerjang Desa Sibio-bio sebelumnya mengakibatkan sembilan warga meninggal dunia. Dua korban telah ditemukan, sementara tujuh lainnya masih dinyatakan hilang. (Net)
Editor : Editor Satu