HUMBAHAS, METRODAILY — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I mengonfirmasi terjadinya hujan intensitas sedang hingga lebat di Kecamatan Onanganjang, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), pada minggu lalu, tepatnya pada 3 Februari 2026.
Forecaster BMKG Wilayah I, Utama Al Khairiyah, menyebutkan berdasarkan data pos hujan Onanganjang, curah hujan pada 3 Februari tercatat 66 milimeter per hari.
“Berdasarkan pos hujan di Onanganjang tanggal 3 Februari, curah hujan tercatat 66 mm per hari dengan intensitas sedang hingga lebat,” ujar Utama, Sabtu (7/2/2026), melalui pesan WhatsApp.
Baca Juga: 2 Hektare Hutan di Pollung Terbakar, Damkar Humbahas Bergerak Padamkan Api
BMKG juga mencatat potensi hujan berlanjut selama beberapa hari berikutnya. Pada 4 Februari curah hujan tercatat 43 mm/hari, kemudian meningkat menjadi 70 mm/hari pada 5 Februari, dan 54 mm/hari pada 6 Februari.
Menurut Utama, data tersebut menunjukkan kejadian hujan signifikan yang terjadi secara persisten selama empat hari berturut-turut.
“Dalam periode itu terjadi tiga hari hujan lebat dan satu hari hujan sedang. Ini mengindikasikan akumulasi curah hujan yang tinggi secara beruntun,” jelasnya.
Kondisi tersebut, lanjut dia, dapat menyebabkan kejenuhan tanah dan meningkatkan risiko banjir, genangan, serta tanah longsor, terutama di wilayah dengan topografi miring dan sistem drainase terbatas.
Baca Juga: Yayasan Edro Cahaya Kasih Bangun Air Bersih Rp261 Juta di Tapteng
Terkait klasifikasi curah hujan yang paling berpotensi menimbulkan bencana, Utama menjelaskan bahwa tidak ditentukan oleh satu parameter saja.
“Dampak banjir, longsor, dan kerusakan infrastruktur dipengaruhi kombinasi intensitas, durasi, dan akumulasi hujan. Hujan berintensitas tinggi dalam satuan mm per jam cenderung memicu banjir bandang dan genangan cepat, sedangkan hujan lebat hingga sangat lebat dalam satuan mm per hari yang terjadi berturut-turut lebih berpotensi menyebabkan banjir luas dan longsor,” paparnya.
Ia menambahkan, hujan yang terjadi hanya satu hari dengan kategori sedang hingga lebat belum tentu menimbulkan bencana, kecuali terjadi pada wilayah yang sangat rentan atau dengan intensitas ekstrem.
“Dampaknya sangat bergantung pada kondisi wilayahnya,” ujarnya.
Baca Juga: Tabrakan Beruntun di Simalungun, Pengendara Sepeda Motor Tewas Terlindas Truk
Sebelumnya, berdasarkan informasi dari akun resmi Facebook Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan, hujan deras pada 3 Februari 2026 dilaporkan menyebabkan debit air Sungai Aek Sipoti meningkat, hingga mengakibatkan sayap jembatan sementara amblas.
Peristiwa tersebut sempat mengkhawatirkan warga karena jembatan tersebut merupakan akses penghubung antar desa. (gam)
Editor : Editor Satu