TAPSEL, METRODAILY-Pasca bencana banjir bandang Sungai Garoga, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan pada 25 November lalu. PT Agincourt Resources (PTAR) mengerahkan alat berat dalam upaya mencegah banjir susulan dengan normalisasi sungai.
Diketahui, banjir bandang Sungai Garoga ini telah menghapus Desa Garoga dari lanskap awalnya. Merusak ratusan rumah di tiga desa, dan menyebabkan puluhan korban jiwa, serta belasan lainnya hilang.
Hari pertama bencana, PTAR mengerahkan berbagai alat berat dalam membuka jalan yang tertimbun berbagai material dan mengerahkan angkutan evakuasi.
Dan hari kelima, 29 November, alat-alat berat itu mulai melaksanakan normalisasi sungai.
Senior Supervisor Operation TSF, April Nainggolan menuturkan, pihaknya saat ini telah tuntas melakukan pembuatan tanggul untuk memblokir jalur air yang terbentuk di antara Sungai Garoga.
“Kami terlebih dahulu melakukan pembuatan tanggul guna mengantisipasi terjadinya banjir susulan,” terangnya, Sabtu (27/12/2025) ditemui di hulu Sungai Garoga.
Pengelola Tambang Emas Martabe ini bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dan TNI dalam upaya pemulihan di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Garoga, dari hulu sampai ke hilir.
April menjelaskan, aliran DAS Garoga dibagi kembali ke keadaan semula. Dengan debit 60 persen ke arah Anggoli (Garoga 2) dan 40 persen ke Garoga 1.
“Dan aliran sungai baru yang kami sebut Garoga tiga ini sudah dipasang tanggul,” jelasnya.
Dalam normalisasi sungai ini, PTAR menerjunkan 5 unit alat berat, dengan tim berjumlah 12 orang. Bekerja 24 jam, dengan dua pembagian waktu.
“Kita memastikan pekerjaan itu aman dan sesuai aturan. Tim pekerja ada dua shift, siang dan malam,” jelasnya.
Baca Juga: Liverpool Raih Kemenangan 2-1 Atas Wolves
PTAR bersama Pemkab Tapsel dan TNI berupaya mencegah terjadinyan banjir susulan. Melihat cuaca yang masih berhujan lebat, dan material kayu yang masih banyak di hulu sungai.
Selain fokus di Garoga. Tim TSF PTAR juga bergerak di berbagai titik bencana dan longsoran, termasuk di Jalan Lintas Padangsidimpuan-Batangtoru, Kecamatan Angkola Barat yang sebelumnya terputus karena tanah longsor. (SAN)
Editor : Editor Satu