ACEH SINGKIL, METRODAILY – Jalan dan jembatan darurat pascabanjir di Kabupaten Aceh Singkil akhirnya selesai dikerjakan meski tanpa keterlibatan Dinas PUPR dan BPBD.
Perbaikan dilakukan secara gotong royong oleh warga bersama Dinas Perhubungan, TNI, dan Polri.
Dari dua jembatan yang sebelumnya putus akibat banjir, satu jembatan kini sudah dapat dilalui. Namun, kendaraan roda tiga dan roda empat masih belum bisa melintas sepenuhnya karena satu titik jembatan lainnya belum diperbaiki.
Hal menarik dari pembangunan jalan darurat ini adalah keterlibatan mantan Bupati Aceh Singkil periode 2017–2022, Dulmusrid, yang menjadi pihak pertama menyumbangkan batang pohon kelapa sebagai material perbaikan jembatan.
Aksi tersebut dilakukan setelah lebih dari dua pekan tidak ada penanganan dari pemerintah setempat.
Pantauan di lapangan menunjukkan, proses pembangunan jalan darurat hanya melibatkan warga, personel Dinas Perhubungan, TNI, dan Polri, yang bekerja selama dua hari hingga akses darurat akhirnya bisa digunakan.
Kepala Dinas Perhubungan Aceh Singkil, Syam’un Nasution, menyampaikan apresiasi atas kerja sama semua pihak sehingga perbaikan dapat diselesaikan dengan cepat.
“Alhamdulillah, selama dua hari ini kami bersama warga, TNI, dan Polri bahu-membahu membangun jalan darurat tersebut, sehingga hari ini sudah bisa dilalui,” ujar Syam’un, Minggu (14/12/2025).
Ia menjelaskan, selama dua jembatan tersebut putus, banyak warga mengeluhkan beban biaya saat melintas jalur alternatif yang dibangun secara swadaya. Hal itu menjadi alasan Dishub bergerak cepat membantu perbaikan.
“Ini murni bentuk keprihatinan kami terhadap keluhan masyarakat. Jika bisa berbuat untuk sesama, itu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami,” katanya.
Syam’un menambahkan, perbaikan jembatan darurat tersebut dikomandoi langsung oleh Dandim 0109 Aceh Singkil. Pihaknya berencana melanjutkan pekerjaan di titik jembatan kedua agar aktivitas masyarakat kembali normal.
Sementara itu, sejumlah warga menyayangkan tidak terlihatnya peran Dinas PUPR dan BPBD di lokasi perbaikan.
Padahal, kedua instansi tersebut dinilai seharusnya berada di garis depan dalam penanganan kondisi darurat pascabencana.
“Yang kami lihat bekerja hanya warga, Dishub, TNI, dan Polri. PUPR dan BPBD tidak terlihat. Ini harus menjadi perhatian serius Bupati Aceh Singkil,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas PUPR maupun BPBD Aceh Singkil terkait tidak terlibatnya mereka dalam pembangunan jalan darurat tersebut. (Rhb)
Editor : Editor Satu