Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

DLH Madina dan SMGP Klarifikasi Fenomena Semburan Air Panas di Roburan Dolok

Editor Satu • Senin, 28 April 2025 | 12:39 WIB

PT SMGP bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mandailing Natal melakukan tinjauan lapangan langsung.
PT SMGP bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mandailing Natal melakukan tinjauan lapangan langsung.

MADINA, METRODAILY — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mandailing Natal (Madina) bersama PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) menegaskan bahwa fenomena semburan air panas di Desa Roburan Dolok, Kecamatan Panyabungan Selatan, bukan disebabkan oleh aktivitas pengeboran panas bumi.

Fenomena ini sebelumnya viral di media sosial dan menimbulkan keresahan warga, lantaran ratusan pohon karet dilaporkan mati di area perkebunan sekitar semburan.

Kepala DLH Madina, Khairul ST, saat dikonfirmasi Jumat (25/4/2025), mengatakan pihaknya telah melakukan tinjauan langsung ke lokasi pada Rabu (23/4/2025). Berdasarkan keterangan masyarakat setempat, fenomena semburan air panas tersebut sudah ada sejak lama.

Baca Juga: Kades dan Kepala Puskesmas di Madina Dipanggil Kejatisu Kasus Dugaan Korupsi Dana Stunting

"Menurut informasi dari warga, air panas itu memang sudah ada sebelumnya. Namun untuk kepastian penyebabnya, kami masih menunggu hasil kajian dari tim geologi Dirjen EBTKE Kementerian ESDM," kata Khairul.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi negatif sebelum ada hasil resmi dari investigasi pihak berwenang.

Sementara itu, Communication Manager PT SMGP Agung Iswara menjelaskan bahwa semburan yang viral itu berada di lokasi lain di Desa Roburan Dolok, terpisah dari area Wellpad E milik perusahaan.

Baca Juga: Sisir Hutan dan Rawa, Jenderal Turun Langsung Cari Iptu Tomi

"Manifestasi panas di sekitar Pad-E sudah terpantau sejak 2021 dan merupakan fenomena alami. Sumur-sumur kami di Pad-E sendiri tidak pernah berproduksi dan saat ini tidak bertekanan, sehingga tidak ada kaitan dengan manifestasi air panas yang muncul," ujar Agung dalam keterangan tertulis.

Agung menambahkan, manifestasi panas bumi seperti ini umum terjadi di wilayah dengan potensi geotermal tinggi, akibat interaksi antara air tanah dan batuan panas di bawah permukaan. Ia juga menyebutkan bahwa kawasan Pad-E memang rawan pergerakan tanah dan retakan, yang bisa memunculkan manifestasi baru kapan saja.

Sebagai Objek Vital Nasional, PT SMGP menegaskan komitmennya menjalankan operasi sesuai standar keselamatan dan regulasi yang berlaku.

Baca Juga: Monumen Raja Sang Naualuh, Simbol Perlawanan di Siantar

Pihak DLH Madina bersama PT SMGP berjanji terus berkoordinasi dan melakukan pengawasan untuk memastikan keselamatan warga dan lingkungan sekitar. (ant)

Editor : Editor Satu
#semburan air panas #Sorik Marapi Geothermal Power