STABAT, METRODAILY - Mendukung misi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mengatasi stunting dan kemiskinan, PT Hutama Karya (Persero) meluncurkan Program Pengentasan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting di Desa Banyumas, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Senin (20/01).
Acara ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam memadukan pembangunan infrastruktur dengan pemberdayaan masyarakat sekitar.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pj Bupati Langkat, Faisal Hasrimy, Branch Manager Tol Binjai–Langsa Hutama Karya, Medya Gustian, serta lebih dari 150 peserta, termasuk ibu hamil, remaja putri, dan balita.
Adjib Al Hakim, EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, menyatakan program ini bertujuan untuk menjawab dua tantangan besar bangsa, yakni stunting dan kemiskinan ekstrem.
“Fokus kami tidak hanya pada pemberian bantuan, tetapi juga pada edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Kami berharap inisiatif ini memberikan dampak nyata pada kualitas hidup masyarakat, khususnya di Desa Banyumas yang berada di sekitar ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS),” ujar Adjib.
Desa Banyumas dipilih karena lokasinya yang strategis serta komitmen masyarakatnya terhadap program pemberdayaan.
Program ini mencakup:
-
Bantuan Gizi
Pemberian makanan bergizi seperti telur, daging, ikan, tahu, dan tempe untuk mencegah Kekurangan Energi Kronis (KEK). Bantuan akan didistribusikan secara rutin melalui Kader Posyandu. -
Edukasi Kesehatan
Penyuluhan mengenai pentingnya gizi seimbang untuk ibu hamil dan anak-anak, serta pemeriksaan kesehatan gratis. -
Pemberdayaan Ekonomi
Dukungan berupa tenda operasional untuk BUMDes, peralatan masak, serta pelatihan wirausaha guna memproduksi makanan sehat secara mandiri. -
Perbaikan Sanitasi
Pembangunan jamban untuk meningkatkan akses sanitasi dan mencegah penyakit.
Baca Juga: Ketua dan Wakil Ketua DPRD Toba Resmi Dilantik, Ini Nama-namanya
Program ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU), Puskesmas Stabat, dan Saving Next Gen Indonesia (SNGI).
Founder SNGI, Goris Mustaqim, menambahkan bahwa pendampingan intensif akan dilakukan untuk memastikan keberlanjutan program.
“Pendampingan ini mencakup pelatihan, monitoring, dan evaluasi sehingga masyarakat mampu mandiri dalam mengatasi stunting dan kemiskinan,” jelas Goris.
Sebagai bagian dari kegiatan, diselenggarakan Talkshow bertema “Sukses Usaha Digital Marketing” untuk pelaku usaha lokal dan pemuda desa. Kegiatan ini memberikan wawasan tentang cara memanfaatkan teknologi untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing produk lokal.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Hutama Karya dalam membangun dampak sosial berkelanjutan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Adjib menutup, “Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik, tetapi juga dari peningkatan kualitas hidup masyarakat yang terdampak.”
Dengan semangat kolaborasi, Hutama Karya berupaya menjadikan Desa Banyumas sebagai percontohan pemberdayaan berbasis gizi, kesehatan, dan ekonomi. Inisiatif ini menjadi wujud nyata kontribusi perusahaan dalam menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas. (Rel)
Editor : Admin Metro Daily