TAPSEL, METRODAILY - Pemkab Tapsel menetapkan status tanggap darurat banjir bandang yang melanda tiga desa di dua kecamatan di antaranya Kecamatan Sayur Matinggi dan Kecamatan Batang Angkola selama 14 hari pasca bencana, 23 November - 6 Desember 2024.
Melihat dari jadwal yang sudah melewati waktu tersebut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) sudah mencabut status tanggap darurat bencana yang melanda tiga desa di dua kecamatan di Tapsel, Sumatera Utara.
"Melihat konstelasi bencana mulai normal, status darurat banjir bandang kita cabut," ungkap Plt.Kepala Pelaksana BPBD Tapsel Puput Mashuri.
Mashuri mengatakan tiga desa yakni Sipange Siunjam, Kecamatan Sayur Matinggi, dan Hurase - Huta Padang, Kecamatan Batang Angkola perlahan kini sudah mulai kondusif.
"Desa Sipange Siunjam, Desa Hurase, dan Desa Huta Padang adalah desa yang sangat terdampak banjir bandang pada Jumat 22 November 2024 lalu ada korban nyawa dan korban luka dan sejumlah rumah penduduk rusak berat, sedang dan ringan," bebernya.
Lanjut dia, tidak itu saja puluhan lahan pertanian dan perkebunan juga ikut rusak. "Sejumlah petani gagal panen akibat banjir bandang yang dipicu hujan deras melanda wilayah tersebut," sebutnya.
Posko penanganan bencana, dapur umum, pelayanan kesehatan serta berbagai bantuan bahkan gotong royong pembersihan material banjir melibatkan TNI, Polri, Satpol PP, BPBD, dan relawan juga dilaksanakan dengan baik. (Irs/Atr)
Editor : Editor Satu