Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Lama Sekolah Warga Siantar Rata-rata Kelas II SMA

Metro Daily • Selasa, 25 Juli 2023 | 12:05 WIB
Staf BPS Pematangsiantar saat melakukan pengumpulan data. (Foto: Dok BPJS Siantar).
Staf BPS Pematangsiantar saat melakukan pengumpulan data. (Foto: Dok BPJS Siantar).
SIANTAR, METRODAILY – Secara statistik, Rata-rata Lama Sekolah (RLS) penduduk 25 tahun ke atas di Kota Pematang Siantar telah menempuh pendidikan hingga 11,31 tahun, atau setara dengan mencapai SMA kelas II. Sementara anak berusia 7 tahun yang masuk dunia pendidikan, diharapkan mampu bersekolah hingga 14,59 tahun atau mencapai Diploma II.

“Dibandingkan kota lain di Provinsi Sumatera Utara, rata-rata lama sekolah (RLS) Kota Pematang Siantar tahun 2022 menduduki peringkat kedua di Sumatera Utara. RLS tertinggi di Kota Medan mencapai 11,50 tahun. Sedangkan RLS terendah di Kota Gunungsitoli yang hanya 8,64 tahun,” kata Kepala Badan Pusat Statistik Kota Pematang Siantar, Zulfan, SE, didampingi Penanggung Jawab Teknis BPS, Marlina Naibaho, SST, M.I.Kom, dan staf Bernadetta Yoshinta, kepada MetroDaily, kemarin.

Sementara untuk Harapan Lama Sekolah (HLS) Kota Pematang Siantar, tahun 2022 mencapai 14,59 tahun. Meski tetap perlu terus ditingkatkan, harapan lama sekolah di Kota Pematang Siantar lebih tinggi dibandingkan Provinsi Sumatera Utara dengan HLS sebesar 13,31 tahun.

“Dibandingkan kota lain di Provinsi Sumatera Utara, harapan lama sekolah Kota Pematang Siantar tahun 2022 menduduki peringkat dua besar. HLS tertinggi di Kota Medan mencapai 14,77 tahun, sedangkan HLS terendah di Kota Tanjung Balai yang hanya 12,90 tahun,” sambung Zulfan.

Menurut United Nation Development Programe (UNDP), Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mengukur capaian pembangunan manusia berbasis sejumlah komponen dasar kualitas hidup. Sebagai ukuran kualitas hidup, IPM dibangun melalui pendekatan tiga dimensi dasar. Dimensi tersebut mencakup umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, dan standar hidup layak.

“Pendidikan memperluas peluang seseorang, juga meningkatkan kreativitas dan imajinasi. Sebagai nilai tambah, pendidikan juga akan memperluas pilihan-pilihan lain,” kata Zulfan.

Manusia yang berpendidikan kecenderungan akan lebih memperhatikan tingkat kesehatan agar dapat hidup lebih lama. Tidak hanya itu, manusia yang berpendidikan secara umum juga akan berpeluang besar mendapatkan pekerjaan dan pendapatan yang lebih layak. Pendidikan juga mempunyai korelasi yang kuat dengan berbagai aspek sosial ekonomi. Oleh karena itu, pendidikan menjadi penting sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas manusia agar dapat memperluas peluang mereka.

Pada dasarnya, lanjut Zulfan, pembangunan pendidikan difokuskan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pendidikan. Juga memperluas kesempatan memperoleh pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat, baik muda maupun tua di setiap jenjang pendidikan, utamanya hingga SLTA. Serta untuk meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan dengan perkembangan dunia usaha.

Peningkatan partisipasi masyarakat ini, bisa dilihat dari peningkatan Harapan Lama Sekolah (HLS) serta Rata-rata Lama Sekolah (RLS) penduduk, yang keberhasilannya memerlukan dukungan keluarga, masyarakat luas, dan pemerintah.

Mulai dari tahun 2018, lanjut Zulfan lagi, rata-rata lama sekolah penduduk 25 tahun ke atas di Kota Pematang Siantar telah mencapai 11 tahun atau setara dengan kelas 2 SLTA. Sementara sejak tahun 2018, anak usia 7 tahun yang masuk dunia pendidikan diharapkan akan dapat bersekolah selama 14 tahun atau mencapai Diploma II.

Perkembangan harapan lama sekolah (HLS) dan rata-rata lama sekolah (RLS) di Kota Pematang Siantar selama lima tahun terakhir secara umum terus meningkat.

Pada tahun 2018, harapan lama sekolah di Kota Pematang Siantar sebesar 14,02 tahun, dan secara konsisten terus meningkat hingga menjadi 14,59 tahun pada tahun 2022.

Demikian juga dengan rata-rata lama sekolah, pada tahun 2018 sebesar 11,08 tahun meningkat hingga 11,31 tahun pada tahun 2022. Rata-rata pertumbuhan harapan lama sekolah sebesar 0,83 persen per tahun, lebih lambat dibandingkan dengan pertumbuhan rata-rata lama sekolah yang tumbuh 1,03 persen per tahun.

Di Provinsi Sumatera Utara, harapan lama sekolah pada tahun 2022 berkisar antara 12,48 tahun hingga 14,77 tahun. Harapan lama sekolah tertinggi berada di Kota Medan yaitu selama 14,77 tahun, sementara harapan lama sekolah terendah di Kabupaten Nias Selatan yaitu selama 12,48 tahun. Jika dilihat dari perkembangannya, selama kurun waktu 2018-2022 harapan lama sekolah tumbuh paling cukup besar di Kabupaten Nias (7,50 persen).

Untuk rata-rata lama sekolah, pada tahun 2022 di Provinsi Sumatera Utara berkisar antara 5,88 tahun ingga 11,50 tahun. Rata-rata lama sekolah tertinggi berada di Kota Medan yaitu 11,50 tahun.

Sementara terendah di Kabupaten Nias yaitu penduduk umur 15 tahun ke atas dengan rata-rata lama sekolah hanya selama 5,88 tahun.

Jika dilihat dari perkembangannya, selama kurun waktu 2018-2022 rata-rata lama sekolah tumbuh paling cepat di Kabupaten Nias Selatan (19,81 persen). Dalam kurun waktu yang sama, Kota Medan memiliki pertumbuhan rata-rata lama sekolah paling lambat di Sumatera Utara (1,14 persen). (mea) Editor : Metro Daily
#Lama sekolah warga Siantar #Harapan lama sekolah warga siantar