Acara ini akan diisi pertunjukan musik tradisional Gondang Sabangunan (Gondang Bolon) yang akan dilaksanakan Minggu, 28 Agustus di Wisma Tama kota Pematangsiantar.
Ketua Panitia Muscab PSSAB Sangkot Sitohang MPd, didampingi Apul Situmorang SPd (Sekretaris), Monang Nainggolan (bendahara) , dan bagian informasi Tagor Sitohang SH seusai rapat akhir panitia PSSAB di Wisma Tama jalan Sisingamangara kota Pematangsiantar, Rabu (23/8/2022) mengatakan, seluruh pomparan Situmorang Sipituama yang akan turut dan hadir pada pesta bolon ini diharapkan datang tepat waktu.
"Acara kita mulai Pukul 10 pagi, didahului acara ibadah Minggu. Kami harapkan untuk tertibnya acara peserta datang 30 menit sebelum acara dimulai. Bagi pomparan Situmorang Sipituama yang akan mengikuri acara, kami harapkan membawa ulos masing-masing,"jelas Sangkot Sitohang.
Acara dikemas cukup menarik karena kental adat Batak, mulai dari pakaian, dan panortoran semua mengambil thema habatakon.
"Yah, ini juga cara kita mengucapkan syukur pada Tuhan, karena kita bisa beraktifitas dengan baik ditengah pandemi yang terus mereda. Karena di dalam Margondang Bolon nanti mewujudkan rasa syukur Pomparan Situmorang Sipitu Ama kepada Tuhan semesta alam dapat saling menguatkan dalam suka dan duka,"kata Sangkot.
Lestarikan Budaya Batak
Sementara Tagor Sitohang selaku bagian informasi dan komunikasi Parsadaan Situmorang Sipituama Dohot Boruna kota Pematangsiantar menyampaikan, bahwa ada 23 sektor pengurus PSSAB Pematangsiantar yang akan ambil bagian dalam pesta ulang tahun dan pelantikan pengurus baru periode tahun 2022 - 2027.
"Ada 23 sektor pengurus Parsadaan Situmorang Sipituama Dohot Boruna kota Pematangsiantar sekitarnya. Untuk menertibkan acara Margondang Bolon nanti, seluruh sektor telah dibagi beberapa kelompok, diharapkan peserta yang turut manortor menghubungi ketua-ketua sektornya masing-masing," kata Tagor Sitohang, bahwa ada 7 kelompok yang telah dibagi sesuai sektor masing-masing.
Untuk memeriahkan acara, Tagor Sitohang juga menjelaskan agar peserta membawa ulos, dan diharapkan juga membawa tali-tali bagi laki-laki, dan sortali bagi kaum ibu.
"Jangan lupa membawa tali-tali bagi kaum Ama , dan sortali bagi kaum Ina. Karena kita akan melestarikan budaya batak. Baik ulos sebagai penutup kepala disebut tali-tali, bulang-bulang, atau detar,"katanya.(rel/esa) Editor : Metro-Esa