alexametrics
27.5 C
Medan
Thursday, August 18, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Proyek Tandon Air Gagal, Warga Minta Kades Desa Pertahanan Dicopot

iklan-usi

ASAHAN, METRODAILY – Proyek pembangunan tendon air di Desa Pertahanan Kecamatan Sei Kepayang Kabupaten Asahan tahun anggaran 2021 tidak berfungsi . Proyek ini berbiaya ratusan juta , namun air tidak mengalir . Sementara masyarakat sangat membutuhkan air bersih untuk kepentingan konsumsi, MCK (mandi, cuci, kakus), dan kebutuhan lainnya.

Untuk konsumsi, warga Desa Pertahanan terpaksa membeli air dalam kemasan galon yang didatangkan dari Kota Tanjung balai.

Seorang warga bermarga Sitorus yang ditemui di Desa Pertahanan, Jumat (27/5) lalu menyampaikan, tandon air yang dibangun sebenarnya mengelaurkan air namun airnya keruh, bau, kotor dan berkarat sehingga tidak layak konsumsi bahkan tidak layak dipergunakan untuk keperluan mandi dan lain sebagainya.

“Sudah bertahun tahun ingin memiliki air yang layak konsumsi bang, tetapi tandon air yang kami harapkan tidak seperti yang kami inginkan, airnya keruh, bau, kotor dan berkarat,”katanya.

“Sudah saya bilang sama pak kades kita gali saja air sumur bor yang bersih pak, setelah dapat airnya yang bersih atau yang layak pakai baru kita bangun tandonnya walau pun tanahnya kita beli. Kenapa mesti di bangun dulu tandon airnya di lokasi tanah yang dihibahkan ini, sementara airnya belum kita ketahui bagus apa tidak. Padahal jika digali di dekat kantor balai Desa Pertahanan mungkin air yang layak konsumsi bisa kami dapatkan,” ucap Sitorus.

Baca Juga :  Antisipasi Banjir di Kota Kisaran, Dinas PUPR Bersihkan Saluran Air

Sitorus mengaku curiga dengan penggunaan dana desa Rp 200 juta untuk membangun tandon air. Karena terkesan dipaksakan di tanah hibah, walau belum diketahui apakah kualitas air di bawahnya layak untuk konsumsi.

“Seharusnya pemerintah desa bisa membeli tanah untuk ini. Ditambah lagi mengapa bangunan tandon (PAM) air yang duluan didirikan, sementara untuk penggalian sumur bor setelahnya,. Seharusnya sumur yang digali terlebih dahulu untuk mencari air yang layak konsumsi, setelahnya dibangun tandon (PAM) air,” katanya.

Sitorus berharap Bupati Asahan memberikan teguran dan bahkan mencopot Kepala Desa Pertahanan karena tidak becus dalam pekerjaannya. Bukan hanya soal tendon air, beberapa proyek di Desa Pertahanan pun dinilai kurang transparan dan kurang memaksimalkan keterlibatan warga lokal.

Sementara itu pada saat wartawan mengunjungi kantor Kepala Desa Pertahanan untuk melakukan konfirmasi, salah satu perangkat desa yang tidak mau menyebutkan namanya mengatakan kepala desa tidak sedang berada di kantor.( Vin/md)

ASAHAN, METRODAILY – Proyek pembangunan tendon air di Desa Pertahanan Kecamatan Sei Kepayang Kabupaten Asahan tahun anggaran 2021 tidak berfungsi . Proyek ini berbiaya ratusan juta , namun air tidak mengalir . Sementara masyarakat sangat membutuhkan air bersih untuk kepentingan konsumsi, MCK (mandi, cuci, kakus), dan kebutuhan lainnya.

Untuk konsumsi, warga Desa Pertahanan terpaksa membeli air dalam kemasan galon yang didatangkan dari Kota Tanjung balai.

Seorang warga bermarga Sitorus yang ditemui di Desa Pertahanan, Jumat (27/5) lalu menyampaikan, tandon air yang dibangun sebenarnya mengelaurkan air namun airnya keruh, bau, kotor dan berkarat sehingga tidak layak konsumsi bahkan tidak layak dipergunakan untuk keperluan mandi dan lain sebagainya.

“Sudah bertahun tahun ingin memiliki air yang layak konsumsi bang, tetapi tandon air yang kami harapkan tidak seperti yang kami inginkan, airnya keruh, bau, kotor dan berkarat,”katanya.

“Sudah saya bilang sama pak kades kita gali saja air sumur bor yang bersih pak, setelah dapat airnya yang bersih atau yang layak pakai baru kita bangun tandonnya walau pun tanahnya kita beli. Kenapa mesti di bangun dulu tandon airnya di lokasi tanah yang dihibahkan ini, sementara airnya belum kita ketahui bagus apa tidak. Padahal jika digali di dekat kantor balai Desa Pertahanan mungkin air yang layak konsumsi bisa kami dapatkan,” ucap Sitorus.

Baca Juga :  Tak Hanya Kafe Barika, Kafe Berkah juga Ditutup Paksa

Sitorus mengaku curiga dengan penggunaan dana desa Rp 200 juta untuk membangun tandon air. Karena terkesan dipaksakan di tanah hibah, walau belum diketahui apakah kualitas air di bawahnya layak untuk konsumsi.

“Seharusnya pemerintah desa bisa membeli tanah untuk ini. Ditambah lagi mengapa bangunan tandon (PAM) air yang duluan didirikan, sementara untuk penggalian sumur bor setelahnya,. Seharusnya sumur yang digali terlebih dahulu untuk mencari air yang layak konsumsi, setelahnya dibangun tandon (PAM) air,” katanya.

Sitorus berharap Bupati Asahan memberikan teguran dan bahkan mencopot Kepala Desa Pertahanan karena tidak becus dalam pekerjaannya. Bukan hanya soal tendon air, beberapa proyek di Desa Pertahanan pun dinilai kurang transparan dan kurang memaksimalkan keterlibatan warga lokal.

Sementara itu pada saat wartawan mengunjungi kantor Kepala Desa Pertahanan untuk melakukan konfirmasi, salah satu perangkat desa yang tidak mau menyebutkan namanya mengatakan kepala desa tidak sedang berada di kantor.( Vin/md)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/