alexametrics
22.8 C
Medan
Friday, August 19, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Desa Aek Uncim Tapsel Resmi jadi Kampung Pancasila

iklan-usi

TAPSEL, METRODAILY – Bupati Tapanuli Selatan H Dolly P Pasaribu bersama Dandim 0212/TS Letkol Inf Rooy Candra Sihombing, meresmikan Kampung Pancasila di Desa Aek Uncim, Kecamatan Tano Tombangan Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan, Senin (28/3/2022)

Bupati Tapanuli Selatan dan Dandim 0212/TS dan rombongan disambut masyarakat Desa Aek Uncim dengan meriah, ditandai dengan penampilan tarian tor tor oleh pelajar siswa siswi desa Aek Uncim serta pengalungan bunga kepada Bupati Tapsel, dan Dandim 0212 Tapsel.

Bupati Tapanuli Selatan H Dolly P Pasaribu mengatakan, Desa Aek Uncim terpilih sebagai Kampung Pancasila, mengingatkan kita pelajaran di sekolah yaitu Pendidikan dan Kewarnegaraan (PKN) atau sewaktu saya SMA ada dulu pelajaran yang namanya Pendidikan Moral Pancasila.

“Kampung Pancasila adalah edukasi buat kita semua, bahwa idiolegi Pancasila sudah teruji dan Aek Uncim terbukti, beberapa kali dirong rong, mau ditukar dengan idiologi lain, karena saktinya Pancasila idiologi manapun tidak bisa masuk ke wilayah negara kesatuan Republik Indonesia. Pancasila adalah alat pemersatu bangsa. Pancasila dan NKRI adalah harga mati buat kita semua, menjadi benteng persatuan dan kesatuan berbangsa. Di tengah perbedaan yang majemuk, Pancasilah yang menjadi dan mempererat persaudaraan di antara kita. Ini bukti Pancasila ini sudah tertanam di dalam diri kita masing masing,” kata Bupati Dolly P Pasaribu.

Dijelaskan Bupati Dolly P Pasaribu, Kampung Pancasila juga akan menjadi edukasi, pelajaran buat anak anak kita disaat ini dan dimasa yang akan datang. Dengan adanya Kampung Pancasila di Desa Aek Uncim ini, anak anak secara langsung, belajar dan bisa memaknai apa itu Pancasila karena mereka adalah penerus generasi NKRI yang kita cintai ini.

Bupati Tapanuli Selatan H Dolly P Pasaribu mengucapkan terimaksih kepada Dandim 0212 Tapanuli Selatan, Kapolres, kecamatan, aparat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama dan masyarakat desa.

“Saya memberikan apresiasi setinggi tingginya kepada aparat desa dan sekaligus mohon maaf kepada masyarakat Desa Uncim karena telah menyetujui memajukan acara pencanangan desa Uncim Kecamatan Tano Tombangan Angkola sebagai Kampung Pancasila. Semoga peresmian Kampung Pancasila ini sebagai hal yang baik, agar generasi yang akan datang akan melanjutkan nilai nilai Pancasila sebagi penerus bangsa, dan Desa Uncim bisa lebih maju dan berprestasi, menjadi contoh bagi desa desa lain dan berprestasi di wilayah kabupaten Tapanuli Selatan,”pungkas Dolly.

Sementara Dandim 0212 Tapanuli Selatan Letkol Inf Rooy Chandra Sihombing, dalam sambutannya mengatakan, dirinya bersama Bupati bangga dan terharu, atas antusias dari masyarakat Desa Aek Uncim. Begitu semangat dan sambutan luar biasa, terlebih atas peresmian Desa Aek Uncim menjadi Kampung Pancasila.

Pencanangan Kampung Pancasila ini, lanjut Chandra merupakan atas prakarsa dari Kasad Jenderal TNI Dudung Abdul Rahman, bersama sama dengan Kepala BPIP pusat. Hal ini dikarenakan Indonesia mempunyai ideologi yang sangat betul betul ampuh dan sakti yaitu Pancasila.

Seiring berjalan dengan waktu, ideologi Pancasila mengalami cobaan dan ujian, ada beberapa kali kelompok ingin merubah dengan paham lain. Sejak kemerdekaan Indonesia, ada beberapa paham berupaya ingin menggantikan Pancasila.

“Kita masih ingat tahun 1948, tahun 1965 bagaimana kita dirongrong oleh ideologi komunis. Ideologi komunis tidak bisa merubah Pancasila kita ini. Begitu juga dengan zaman sekarang ini, ada juga paham paham yang berupaya menggoyang Pancasila, merubah Pancasila. Radikalisme itu ada radikalisme kanan yang berkaitan dengan agama, ada rasikalisme kiri yang berkaitan dengan komunis dan radikal radikal lainnya.

Baca Juga :  Petugas Pos PAM Diingatkan Waspadai Serangan Teror

Sampai saat ini Pancasila tidak tergoyah dan membuktikan kesaktiannya, dan Pancasila dianggap ampuh, yang dianggap kuat, yang dianggap sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Maka dari itu, dengan adanya pencanangan Desa Pancasila ini, menyadarkan kepada kita semua, menguatkan kepada kita semua, akan pentingnya nilai nilai Pancasila,” katanya.
Chandra menambahkan, Pancasila ada 5 sila. Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, apa maknanya, kita mempunyai agama masing masing, agama itulah hak azasi manusia, yang tidak bisa dipaksakan. Yang perlu ditekankan disini bagaimana kehidupan bertoleransi, fanatik boleh terhadap agamanya, tetapi tidak boleh berlebihan, karena berlebihan akan memaksakan kehendaknya terhadap orang lain, yang berarti akan menimbulkan perpecahan, sehingga kerusuhan terjadi dimana mana.

Sila kedua, Kemanusian yang Adil dan Beradab, apa makna sila kedua ini, ada persamaan hak, adanya saling mencintai, saling menghargai.

Sila ketiga, Persatuan Indonesia, apa maknanya, adanya semangat patriotisme, semangat cinta tanah air dan bangsa, rela berkorban, lebih mementingkan kepentingan bangsa dari pada mementingkan pribadi atau golongan, bersatu walaupun kita berbeda.

Sila Keempat, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Maknanya, kehidupan gotong royong. Kita harus musyawarah untuk mufakat itu harus kita tonjolkan dalam hal apapun kehidupan kita,agama boleh beda, suku berbeda, tetapi dalam suatu penyelesaian permasalahan.

Sila kelima, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Maknanya, adanya adil dalam persamaan hak dan kewajiban, kehidupan kita betul betul bisa merata, inilah nilai nilai yang terkandung di dalam tubuh Pancasila.

“Pencanangan Kampung Pancasila ini kita laksanakan secara keseluruhan. Kalau setiap desa melaksanakan ini, ibarat seperti benteng kita, untuk memfilter setiap apapun yang masuk didesa ini. Kita tidak anti terhadap perubahan. Terhadap paham asing kita tidak anti, tetapi kita bisa memfilternya dengan nilai budaya Indonesia.

“Banyak nilai nilai warisan budaya kita bisa adopsi dan pertahankan. Salah satu contoh tarian tor tor yang dibawakan siswa siswi Desa Aek Uncim. Desa Pancasila bisa mengingatkan kita untuk selalu menangkal apapun setiap ancaman dari luar maupun dari dalam. SWalah satu ancaman generasi anak anak kita adalah narkoba, harus peka menjaga kampung dari penjualan dan pengedaran narkoba. Begitu juga tawuran, perkelahian dan sebagainya yang membahayakan kehidupan dan lingkungan. Kalau sudah ditanamkan nilai nilai Pancasila di tubuh kita dan dihati kita, maka bahaya yang saya sebutkan tidak akan terjadi karena sudah tertanam wawasan kebangsaan,”pungkas Dandim Chandra.

Acara diakhiri dengan penandatangan prasasti Kampung Pancasila desa Aek Uncim oleh Dandim 0212/TS Letkol Inf Rooy Candra Sihombing disaksikan oleh Bupati Tapanuli Selatan H Dolly P Pasaribu.
Turut hadir dalam acara pencanangan Kampung Pancasila, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Ongku Muda Atas, Kadis Pariwisata Abdul Saftar, Kadis PP dan KB Ahmad Ibrahim Lubis, Kabag Humas dan Protokol Isnut Siregar, Forkopimca, Kades Aek Uncim, dan masyarakat.(irs/md)

TAPSEL, METRODAILY – Bupati Tapanuli Selatan H Dolly P Pasaribu bersama Dandim 0212/TS Letkol Inf Rooy Candra Sihombing, meresmikan Kampung Pancasila di Desa Aek Uncim, Kecamatan Tano Tombangan Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan, Senin (28/3/2022)

Bupati Tapanuli Selatan dan Dandim 0212/TS dan rombongan disambut masyarakat Desa Aek Uncim dengan meriah, ditandai dengan penampilan tarian tor tor oleh pelajar siswa siswi desa Aek Uncim serta pengalungan bunga kepada Bupati Tapsel, dan Dandim 0212 Tapsel.

Bupati Tapanuli Selatan H Dolly P Pasaribu mengatakan, Desa Aek Uncim terpilih sebagai Kampung Pancasila, mengingatkan kita pelajaran di sekolah yaitu Pendidikan dan Kewarnegaraan (PKN) atau sewaktu saya SMA ada dulu pelajaran yang namanya Pendidikan Moral Pancasila.

“Kampung Pancasila adalah edukasi buat kita semua, bahwa idiolegi Pancasila sudah teruji dan Aek Uncim terbukti, beberapa kali dirong rong, mau ditukar dengan idiologi lain, karena saktinya Pancasila idiologi manapun tidak bisa masuk ke wilayah negara kesatuan Republik Indonesia. Pancasila adalah alat pemersatu bangsa. Pancasila dan NKRI adalah harga mati buat kita semua, menjadi benteng persatuan dan kesatuan berbangsa. Di tengah perbedaan yang majemuk, Pancasilah yang menjadi dan mempererat persaudaraan di antara kita. Ini bukti Pancasila ini sudah tertanam di dalam diri kita masing masing,” kata Bupati Dolly P Pasaribu.

Dijelaskan Bupati Dolly P Pasaribu, Kampung Pancasila juga akan menjadi edukasi, pelajaran buat anak anak kita disaat ini dan dimasa yang akan datang. Dengan adanya Kampung Pancasila di Desa Aek Uncim ini, anak anak secara langsung, belajar dan bisa memaknai apa itu Pancasila karena mereka adalah penerus generasi NKRI yang kita cintai ini.

Bupati Tapanuli Selatan H Dolly P Pasaribu mengucapkan terimaksih kepada Dandim 0212 Tapanuli Selatan, Kapolres, kecamatan, aparat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama dan masyarakat desa.

“Saya memberikan apresiasi setinggi tingginya kepada aparat desa dan sekaligus mohon maaf kepada masyarakat Desa Uncim karena telah menyetujui memajukan acara pencanangan desa Uncim Kecamatan Tano Tombangan Angkola sebagai Kampung Pancasila. Semoga peresmian Kampung Pancasila ini sebagai hal yang baik, agar generasi yang akan datang akan melanjutkan nilai nilai Pancasila sebagi penerus bangsa, dan Desa Uncim bisa lebih maju dan berprestasi, menjadi contoh bagi desa desa lain dan berprestasi di wilayah kabupaten Tapanuli Selatan,”pungkas Dolly.

Sementara Dandim 0212 Tapanuli Selatan Letkol Inf Rooy Chandra Sihombing, dalam sambutannya mengatakan, dirinya bersama Bupati bangga dan terharu, atas antusias dari masyarakat Desa Aek Uncim. Begitu semangat dan sambutan luar biasa, terlebih atas peresmian Desa Aek Uncim menjadi Kampung Pancasila.

Pencanangan Kampung Pancasila ini, lanjut Chandra merupakan atas prakarsa dari Kasad Jenderal TNI Dudung Abdul Rahman, bersama sama dengan Kepala BPIP pusat. Hal ini dikarenakan Indonesia mempunyai ideologi yang sangat betul betul ampuh dan sakti yaitu Pancasila.

Seiring berjalan dengan waktu, ideologi Pancasila mengalami cobaan dan ujian, ada beberapa kali kelompok ingin merubah dengan paham lain. Sejak kemerdekaan Indonesia, ada beberapa paham berupaya ingin menggantikan Pancasila.

“Kita masih ingat tahun 1948, tahun 1965 bagaimana kita dirongrong oleh ideologi komunis. Ideologi komunis tidak bisa merubah Pancasila kita ini. Begitu juga dengan zaman sekarang ini, ada juga paham paham yang berupaya menggoyang Pancasila, merubah Pancasila. Radikalisme itu ada radikalisme kanan yang berkaitan dengan agama, ada rasikalisme kiri yang berkaitan dengan komunis dan radikal radikal lainnya.

Baca Juga :  Stop Budaya Marpangir!

Sampai saat ini Pancasila tidak tergoyah dan membuktikan kesaktiannya, dan Pancasila dianggap ampuh, yang dianggap kuat, yang dianggap sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Maka dari itu, dengan adanya pencanangan Desa Pancasila ini, menyadarkan kepada kita semua, menguatkan kepada kita semua, akan pentingnya nilai nilai Pancasila,” katanya.
Chandra menambahkan, Pancasila ada 5 sila. Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, apa maknanya, kita mempunyai agama masing masing, agama itulah hak azasi manusia, yang tidak bisa dipaksakan. Yang perlu ditekankan disini bagaimana kehidupan bertoleransi, fanatik boleh terhadap agamanya, tetapi tidak boleh berlebihan, karena berlebihan akan memaksakan kehendaknya terhadap orang lain, yang berarti akan menimbulkan perpecahan, sehingga kerusuhan terjadi dimana mana.

Sila kedua, Kemanusian yang Adil dan Beradab, apa makna sila kedua ini, ada persamaan hak, adanya saling mencintai, saling menghargai.

Sila ketiga, Persatuan Indonesia, apa maknanya, adanya semangat patriotisme, semangat cinta tanah air dan bangsa, rela berkorban, lebih mementingkan kepentingan bangsa dari pada mementingkan pribadi atau golongan, bersatu walaupun kita berbeda.

Sila Keempat, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Maknanya, kehidupan gotong royong. Kita harus musyawarah untuk mufakat itu harus kita tonjolkan dalam hal apapun kehidupan kita,agama boleh beda, suku berbeda, tetapi dalam suatu penyelesaian permasalahan.

Sila kelima, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Maknanya, adanya adil dalam persamaan hak dan kewajiban, kehidupan kita betul betul bisa merata, inilah nilai nilai yang terkandung di dalam tubuh Pancasila.

“Pencanangan Kampung Pancasila ini kita laksanakan secara keseluruhan. Kalau setiap desa melaksanakan ini, ibarat seperti benteng kita, untuk memfilter setiap apapun yang masuk didesa ini. Kita tidak anti terhadap perubahan. Terhadap paham asing kita tidak anti, tetapi kita bisa memfilternya dengan nilai budaya Indonesia.

“Banyak nilai nilai warisan budaya kita bisa adopsi dan pertahankan. Salah satu contoh tarian tor tor yang dibawakan siswa siswi Desa Aek Uncim. Desa Pancasila bisa mengingatkan kita untuk selalu menangkal apapun setiap ancaman dari luar maupun dari dalam. SWalah satu ancaman generasi anak anak kita adalah narkoba, harus peka menjaga kampung dari penjualan dan pengedaran narkoba. Begitu juga tawuran, perkelahian dan sebagainya yang membahayakan kehidupan dan lingkungan. Kalau sudah ditanamkan nilai nilai Pancasila di tubuh kita dan dihati kita, maka bahaya yang saya sebutkan tidak akan terjadi karena sudah tertanam wawasan kebangsaan,”pungkas Dandim Chandra.

Acara diakhiri dengan penandatangan prasasti Kampung Pancasila desa Aek Uncim oleh Dandim 0212/TS Letkol Inf Rooy Candra Sihombing disaksikan oleh Bupati Tapanuli Selatan H Dolly P Pasaribu.
Turut hadir dalam acara pencanangan Kampung Pancasila, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Ongku Muda Atas, Kadis Pariwisata Abdul Saftar, Kadis PP dan KB Ahmad Ibrahim Lubis, Kabag Humas dan Protokol Isnut Siregar, Forkopimca, Kades Aek Uncim, dan masyarakat.(irs/md)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/