alexametrics
25.6 C
Medan
Tuesday, August 16, 2022

iklanpemko
iklanpemko

BMKG Survei Pengukuran Gelombang Danau Toba dan Mikrozonasi

iklan-usi

MEDAN, METRODAILY – Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melakukan survei awal pengukuran gelombang Danau Toba dan mikrozonasi di Kawasan Wisata Samosir.

“Kami sudah melakukan koordinasi dan audiensi dengan BPBD Kabupaten Samosir,” kata Kepala Puslitbang BMKG Nelly Florida Riama Manurung di Samosir, seperti dikutip dari Antara, Jumat (28/1/2022).

Ia mengatakan, kegiatan survei tersebut dilakukan untuk mendukung program nasional super prioritas wisata di kawasan Danau Toba.

Potensi Bencana geo-hidrometeorologi di kawasan wisata Toba sering terjadi, baik dari cuaca ekstrem, angin kencang, dan aktivitas gempa bumi. Potensi bencana inilah yang mendorong BMKG melakukan survei geo-hidrometeorologi.

“Kegiatan survei ini dilakukan lima hari untuk pengamatan curah hujan, rencana pengukuran mikrozonasi dan survei pengamatan gelombang di sekitar Danau Toba,” katanya.

Sementara Koordinator Bidang Penelitian dan Pengembangan Meteorologi Puslitbang dan Ketua tim pelaksanaan survei, Erwin E.S Makmur, mengatakan, kegiatan survei gelombang danau dan rencana pengukuran mikrozonasi dilakukan di Kabupaten Samosir sebagai salah satu daerah prioritas wisata.

Baca Juga :  Sumut Masih Berpotensi Hujan Deras

“Audiensi ini dilakukan dengan koordinasi awal dan kolaborasi dengan BPBD Samosir sebagai mitra kerja BMKG juga bertujuan untuk survei gelombang danau dalam melihat tinggi gelombang dan arus Danau Toba,” katanya.

Hal sama juga dikatakan peneliti Balai Besar MKG Wilayah I Medan, Marzuki Sinambela. Ia menyebutkan koordinasi itu dilakukan dengan diskusi singkat tentang potensi bencana geo-hidrometeorologi di Samosir dan survei site gelombang danau.

Kegiatan itu diharapkan terus terjalin untuk mengurangi dampak dan risiko bencana khususnya di bidang geo-hidrometeorologi di Kawasan wisata Danau Toba. “Mitigasi kebencanaan di Kawasan Danau Toba mendorong perlunya pemahaman yang baik dalam penyebaran informasi layanan BMKG terhadap stakeholder,” katanya. (Mei/kps/ant)

MEDAN, METRODAILY – Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melakukan survei awal pengukuran gelombang Danau Toba dan mikrozonasi di Kawasan Wisata Samosir.

“Kami sudah melakukan koordinasi dan audiensi dengan BPBD Kabupaten Samosir,” kata Kepala Puslitbang BMKG Nelly Florida Riama Manurung di Samosir, seperti dikutip dari Antara, Jumat (28/1/2022).

Ia mengatakan, kegiatan survei tersebut dilakukan untuk mendukung program nasional super prioritas wisata di kawasan Danau Toba.

Potensi Bencana geo-hidrometeorologi di kawasan wisata Toba sering terjadi, baik dari cuaca ekstrem, angin kencang, dan aktivitas gempa bumi. Potensi bencana inilah yang mendorong BMKG melakukan survei geo-hidrometeorologi.

“Kegiatan survei ini dilakukan lima hari untuk pengamatan curah hujan, rencana pengukuran mikrozonasi dan survei pengamatan gelombang di sekitar Danau Toba,” katanya.

Sementara Koordinator Bidang Penelitian dan Pengembangan Meteorologi Puslitbang dan Ketua tim pelaksanaan survei, Erwin E.S Makmur, mengatakan, kegiatan survei gelombang danau dan rencana pengukuran mikrozonasi dilakukan di Kabupaten Samosir sebagai salah satu daerah prioritas wisata.

Baca Juga :  Malam Ini, Dairi dan Humbahas Potensi Hujan Lebat

“Audiensi ini dilakukan dengan koordinasi awal dan kolaborasi dengan BPBD Samosir sebagai mitra kerja BMKG juga bertujuan untuk survei gelombang danau dalam melihat tinggi gelombang dan arus Danau Toba,” katanya.

Hal sama juga dikatakan peneliti Balai Besar MKG Wilayah I Medan, Marzuki Sinambela. Ia menyebutkan koordinasi itu dilakukan dengan diskusi singkat tentang potensi bencana geo-hidrometeorologi di Samosir dan survei site gelombang danau.

Kegiatan itu diharapkan terus terjalin untuk mengurangi dampak dan risiko bencana khususnya di bidang geo-hidrometeorologi di Kawasan wisata Danau Toba. “Mitigasi kebencanaan di Kawasan Danau Toba mendorong perlunya pemahaman yang baik dalam penyebaran informasi layanan BMKG terhadap stakeholder,” katanya. (Mei/kps/ant)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/