alexametrics
31.7 C
Medan
Thursday, August 11, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Level 3, Siantar Belum PPKM Darurat

SIANTAR, METRODAILY.id – Kota Pematangsiantar berada di level 3 tingkat penyebaran Covid-19. Karenanya, sejauh ini belum diterapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Namun tidak tertutup kemungkinan PPKM Darurat terpaksa ditetapkan ketika Kota Pematangsiantar masuk ke level 4.

Karenanya, dibutuhkan kerja sama semua pihak agar seluruh masyarakat mematuhi protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19

“Satgas, pemerintah, dan instansi terkait tidak bisa bekerja sendirian. Harus bersama masyarakat menekan penyebaran Covid-19,” terang Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Pematangsiantar Daniel Siregar, saat Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial di 4 Kecamatan, yaitu Siantar Marihat, Siantar Marimbun, Siantar Selatan, dan Siantar Sitalasari, di aula Kantor Camat Siantar Marihat, Selasa (27/7).

Rakor tersebut digelar Pemko Pematangsiantar melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), berdasarkan Permendagri Nomor 42 Tahun 2015 tentang Pelaksanaan Koordinasi Penanganan Konflik Sosial dan Surat
Keputusan Wali Kota Pematangsiantar Nomor 800/158/11/ WK-THN2021 tentang Pembentukan Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial di Wilayah Kota Pematangsiantar Tahun 2021.

Rakor dipimpin Wali Kota Pematangsiantar diwakili Kaban Kesbangpol Soefie M Saragih SSTP MSi, dengan menghadirkan narasumber Sekretaris Satgas Penanggulangan Covid-19 Kota Pematangsiantar Daniel H Siregar, Kapolsek Siantar Marihat Robert Purba, mewakili Dinas Kesehatan Kepala Puskesmas Parsoburan Hanna Manullang.

Wali Kota Pematangsiantar Hefriansyah dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kaban Kesbangpol Soefie M Saragih mengatakan, rakor tersebut merupakan upaya bersifat preventif, meredam potensi konflik melalui sinergitas, agar terciptanya kondisi daerah yang aman, tertib, dan kondusif dalam mendukung tujuan pembangunan daerah.

Baca Juga :  Siswa SMAN Matauli Positif Covid, Tapteng Siaga

“Dengan kondisi masyarakat Kota Pematangsiantar yang heterogen dan majemuk, maka tidak dipungkiri akan mudah terjadi konflik sosial, seperti potensi konflik sosial yang saat ini perlu diantisipasi secara dini adalah konflik akibat dampak pandemi Covid-19. Karena sejak pandemi Covid-19 yang melanda negara Indonesia, termasuk Kota Pematangsiantar, tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan masyarakat, tapi juga seluruh sektor kehidupan,” terangnya.

Untuk itu, kepada seluruh perangkat daerah terkait, terutama para camat agar segera menyusun rencana aksi penanganan konflik sosial sesuai tugas pokok dan fungsinya, mencakup rencana aksi pencegahan konflik, penghentian konflik, dan pemulihan pasca konflik.

Sementara itu Sekretaris Satgas Penanggulangan Covid-19 Daniel Siregar menyampaikan saat ini Kota Pematangsiantar berada di Level 3, yakni angka terkonfirmasi kasus Covid-19 meningkat cukup tajam, angka kematian bertambah hampir setiap hari, dan tingkat penyebarannya sudah mulai masif.

Namun, Kota Pematangsiantar saat ini belum diterapkan PPKM Darurat dengan alasan masih berada di Level III. Hanya saja, lanjutnya, jika meningkat menjadi level 4 karena masyarakat tidak taat dengan protokol kesehatan, tentunya diterapkan PPKM Darurat.

“Kami meminta masyarakat agar disiplin diri menerapkan protokol kesehatan, tetap memakai masker, mencuci tangan, dan menghindari kerumunan. Mari kita mendisiplikan diri agar bersama-sama menjaga protokol kesehatan,” ajaknya. (awa)

SIANTAR, METRODAILY.id – Kota Pematangsiantar berada di level 3 tingkat penyebaran Covid-19. Karenanya, sejauh ini belum diterapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Namun tidak tertutup kemungkinan PPKM Darurat terpaksa ditetapkan ketika Kota Pematangsiantar masuk ke level 4.

Karenanya, dibutuhkan kerja sama semua pihak agar seluruh masyarakat mematuhi protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19

“Satgas, pemerintah, dan instansi terkait tidak bisa bekerja sendirian. Harus bersama masyarakat menekan penyebaran Covid-19,” terang Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Pematangsiantar Daniel Siregar, saat Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial di 4 Kecamatan, yaitu Siantar Marihat, Siantar Marimbun, Siantar Selatan, dan Siantar Sitalasari, di aula Kantor Camat Siantar Marihat, Selasa (27/7).

Rakor tersebut digelar Pemko Pematangsiantar melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), berdasarkan Permendagri Nomor 42 Tahun 2015 tentang Pelaksanaan Koordinasi Penanganan Konflik Sosial dan Surat
Keputusan Wali Kota Pematangsiantar Nomor 800/158/11/ WK-THN2021 tentang Pembentukan Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial di Wilayah Kota Pematangsiantar Tahun 2021.

Rakor dipimpin Wali Kota Pematangsiantar diwakili Kaban Kesbangpol Soefie M Saragih SSTP MSi, dengan menghadirkan narasumber Sekretaris Satgas Penanggulangan Covid-19 Kota Pematangsiantar Daniel H Siregar, Kapolsek Siantar Marihat Robert Purba, mewakili Dinas Kesehatan Kepala Puskesmas Parsoburan Hanna Manullang.

Wali Kota Pematangsiantar Hefriansyah dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kaban Kesbangpol Soefie M Saragih mengatakan, rakor tersebut merupakan upaya bersifat preventif, meredam potensi konflik melalui sinergitas, agar terciptanya kondisi daerah yang aman, tertib, dan kondusif dalam mendukung tujuan pembangunan daerah.

Baca Juga :  Libatkan Pemuda Tapsel dalam Pemberantasan Narkoba

“Dengan kondisi masyarakat Kota Pematangsiantar yang heterogen dan majemuk, maka tidak dipungkiri akan mudah terjadi konflik sosial, seperti potensi konflik sosial yang saat ini perlu diantisipasi secara dini adalah konflik akibat dampak pandemi Covid-19. Karena sejak pandemi Covid-19 yang melanda negara Indonesia, termasuk Kota Pematangsiantar, tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan masyarakat, tapi juga seluruh sektor kehidupan,” terangnya.

Untuk itu, kepada seluruh perangkat daerah terkait, terutama para camat agar segera menyusun rencana aksi penanganan konflik sosial sesuai tugas pokok dan fungsinya, mencakup rencana aksi pencegahan konflik, penghentian konflik, dan pemulihan pasca konflik.

Sementara itu Sekretaris Satgas Penanggulangan Covid-19 Daniel Siregar menyampaikan saat ini Kota Pematangsiantar berada di Level 3, yakni angka terkonfirmasi kasus Covid-19 meningkat cukup tajam, angka kematian bertambah hampir setiap hari, dan tingkat penyebarannya sudah mulai masif.

Namun, Kota Pematangsiantar saat ini belum diterapkan PPKM Darurat dengan alasan masih berada di Level III. Hanya saja, lanjutnya, jika meningkat menjadi level 4 karena masyarakat tidak taat dengan protokol kesehatan, tentunya diterapkan PPKM Darurat.

“Kami meminta masyarakat agar disiplin diri menerapkan protokol kesehatan, tetap memakai masker, mencuci tangan, dan menghindari kerumunan. Mari kita mendisiplikan diri agar bersama-sama menjaga protokol kesehatan,” ajaknya. (awa)

iklan-usi
iklanpemko
iklanpemko
iklan-usi

Most Read

Artikel Terbaru

/