alexametrics
27 C
Medan
Thursday, August 18, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Diknas Psp: Kuatkan Karakter Pelajar Cegah Penyalahgunaan Narkoba

iklan-usi

SIDIMPUAN, METRODAILY.id – Dewan Pendidikan Kota Padangsidimpuan, Senin (26/7) lalu berdiskusi bersama Wali Kota, Polres Padangsidimpuan, BNNK dan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara serta FKUB dan MUI. Diskusi bertujuan merumuskan langkah penguatan karakter pelajar dan mengembalikan citra Padangsidimpuan sebagai kota pendidikan.

Dr Nggelem Ginting sebagai Ketua Dewan Pendidikan membuka percakapan dengan memaparkan program kerja lembaga ini. Selain pembinaan komite sekolah, saat ini telah mencanangkan penguatan karakter siswa dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan pelajar.

“Salahsatunya yang akan dikerjakan terlebih dahulu melakukan survei persepsi orangtua, siswa dan guru terhadap pencegahan penyalahgunaan narkoba ini,” katanya.

Ada tahapan dan langkah-langkah kerja Dewan Pendidikan yang telah disusun dari Tahun 2021 hingga 2025 nanti. Namun, dalam diskusi ini yang difokuskan sementara pada tahap penguatan karakter pelajar.

Wali Kota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution menyambut baik dan mengapresiasi program kerja Dewan Pendidikan ini. Tidak menutup kemungkinan juga katanya, kemajuan teknologi dan pergaulan remaja juga memberi dampak pada penggerusan karakter usia pelajar ini.

“Apresiasi kepada dewan pendidikan. Semoga program ini memberi manfaat dan kontribusi yang besar bagi kemajuan pendidikan Padangsidimpuan, tanpa kita membedakan kewenangan dalam perspektif undang-undang. Seluruh anak-anak kita di Padangsidimpuan menjadi tanggungjawab kita semua untuk menjadi generasi yang baik di masa depan,” katanya.

Wali Kota mengungkapkan, saat ini situasi yang tidak baik dengan dunia pendidikan. Terlebih sekolah tatap muka belum diperkenankan. Namun ia mengajak untuk tetap bertekad menghadapi segala tantangannya.

Staf Ahli Dewan Pendidikan pun memaparkan berbagai program dan isi angket sebagai metode survey yang akan disebar nantinya kepada siswa di satuan pendidikan SLTA, dalam bentuk digital.

Kepala BNNK Tapsel AKBP Tongku Bosar Pane punya tanggapan lain perihal penguatan karakter. Pertama, katanya, karakter itu dibentuk utamanya pengaruh secara intern melalui gen dan keluarga. Dan ekstern berada di sekolah dan lingkungan pergaulannya, atau di masyarakat. Maka, alangkah pentingnya bila yang dua ini terlebih dahulu dimasuki sebagai pintu dalam membentuk karakter para siswa di Kota Padangsidimpuan.

Dari pemaparan tadi, Kapolres Padangsidimpuan melalui Kasat Narkoba AKP Sammaliun Pulungan mengungkapkan bila ini satu langkah maju. Sinergi antar pihak, dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Dari sisi penindakan, kata dia, setiap tahun kasus yang sampai ke pembinaan semakin bertambah. Dan tahun ini sampai Juli, sudah 69 kasus. Lalu kenapa masih banyak juga?.

Baca Juga :  Kapoldasu Pastikan Vaksinasi Massal di Siantar

“Saya juga gak bisa menjawab secara pasti. Ada perpindahan lokasi dari kampung ini ke kampung lain. Jadi kita kejar-kejaran terus. Tidak menutup kemungkinan, karena narkoba juga mengandung sisi ekonomi,” ungkapnya.

Ia pun menyampaikan harapan, agar program penguatan karakter juga dijalankan dengan program magrib mengaji. Memberikan ruang pendidikan di lingkungan keluarga.

“Dulu waktu saya pelajar, tiap Maghrib ada mengaji. Jadi membatasi kita dari pergaulan bebas. Apalagi kota kita ini dikenal kota pendidikan. Dan saya heran, Kota Padangsidimpuan yang tadinya sebagai kota pelajar, kota agama pelan-pelan berubah menjadi kota yang identik peredaran narkoba. Semoga program ini bisa mengembalikan itu semua,” kata perwira asal Kampung Muhammadiyah ini.

Ketua FKUB Padangsidimpuan Dr Zul Fadly Nasution menganggap rencana angket tadi sudah tidak tepat lagi. Dan instrumennya tidak memberikan hasil yang baik. Justru, kata Fadly, penggerusan karakter untuk pelajar satuan pendidikan SLTA itu lebih beragam tak lagi hanya soalan narkoba . Contohnya kata dia yang disebut 10F, yakni Food, Fun, Fantasi, Fashion, Film, Filosopi, Friktion, Flip, Finansial, Forest.

“Tujuan angket ini sebenarnya apa?. Harus difokuskan kemana, jangan nanti menjadi sia-sia. Apakah ke siswa atau lebih efektif ke orangtua,” katanya.
Wali Kota kemudian menengahi dan mengusulkan agar angket ini lebih dipertajam, dalam mengejar indikator apa yanh harus dilakukan dalam upaya penguatan karakter tadi.

“Ini kan nanti menjadi hulu. Seberapa paham sih anak anak kita tentang narkoba ini. Sementara segmen untuk anak sekolah dasar dan tingkat pertama bisa disusun sebagai pencegahan. Kita semua merindukan Kota Padangsidimpuan ini sebagai kota pendidikan,” katanya.

Ketua Dewan Pendidikan kemudian menerangkan, bila survey yang dimaksud hanya langkah kerja awal dalam penguatan karakter. Nantinya, kata Nggelem Ginting, dewan pendidikan juga punya program pendidikan keluarga.

“Jadi, daftar kegiatan mereka bersama orangtua nanti ada jam-nya. Itu sudah kita susun. Oleh orangtua nantinya, tempat mereka sharing apa yang mereka dapat di luar rumah,” katanya.

Terakhir, mewakili Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Benny Damanik program penguatan karakter dicanangkan gubernur, saat ini bahkan sudah di tahap peduli lingkungan. Jadi, angket dalam mengukur pengetahuan siswa SLTA seputar narkoba sudah terlambat.

Pada penutupan, Dewan Pendidikan akan mengevaluasi instrumen angket dalam melakukan survey nantinya. Dan pelibatan keluarga juga akan ditingkatkan, serta pembinaan komite sekolah akan diprioritaskan sebagai program kerjanya.(san)

SIDIMPUAN, METRODAILY.id – Dewan Pendidikan Kota Padangsidimpuan, Senin (26/7) lalu berdiskusi bersama Wali Kota, Polres Padangsidimpuan, BNNK dan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara serta FKUB dan MUI. Diskusi bertujuan merumuskan langkah penguatan karakter pelajar dan mengembalikan citra Padangsidimpuan sebagai kota pendidikan.

Dr Nggelem Ginting sebagai Ketua Dewan Pendidikan membuka percakapan dengan memaparkan program kerja lembaga ini. Selain pembinaan komite sekolah, saat ini telah mencanangkan penguatan karakter siswa dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan pelajar.

“Salahsatunya yang akan dikerjakan terlebih dahulu melakukan survei persepsi orangtua, siswa dan guru terhadap pencegahan penyalahgunaan narkoba ini,” katanya.

Ada tahapan dan langkah-langkah kerja Dewan Pendidikan yang telah disusun dari Tahun 2021 hingga 2025 nanti. Namun, dalam diskusi ini yang difokuskan sementara pada tahap penguatan karakter pelajar.

Wali Kota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution menyambut baik dan mengapresiasi program kerja Dewan Pendidikan ini. Tidak menutup kemungkinan juga katanya, kemajuan teknologi dan pergaulan remaja juga memberi dampak pada penggerusan karakter usia pelajar ini.

“Apresiasi kepada dewan pendidikan. Semoga program ini memberi manfaat dan kontribusi yang besar bagi kemajuan pendidikan Padangsidimpuan, tanpa kita membedakan kewenangan dalam perspektif undang-undang. Seluruh anak-anak kita di Padangsidimpuan menjadi tanggungjawab kita semua untuk menjadi generasi yang baik di masa depan,” katanya.

Wali Kota mengungkapkan, saat ini situasi yang tidak baik dengan dunia pendidikan. Terlebih sekolah tatap muka belum diperkenankan. Namun ia mengajak untuk tetap bertekad menghadapi segala tantangannya.

Staf Ahli Dewan Pendidikan pun memaparkan berbagai program dan isi angket sebagai metode survey yang akan disebar nantinya kepada siswa di satuan pendidikan SLTA, dalam bentuk digital.

Kepala BNNK Tapsel AKBP Tongku Bosar Pane punya tanggapan lain perihal penguatan karakter. Pertama, katanya, karakter itu dibentuk utamanya pengaruh secara intern melalui gen dan keluarga. Dan ekstern berada di sekolah dan lingkungan pergaulannya, atau di masyarakat. Maka, alangkah pentingnya bila yang dua ini terlebih dahulu dimasuki sebagai pintu dalam membentuk karakter para siswa di Kota Padangsidimpuan.

Dari pemaparan tadi, Kapolres Padangsidimpuan melalui Kasat Narkoba AKP Sammaliun Pulungan mengungkapkan bila ini satu langkah maju. Sinergi antar pihak, dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Dari sisi penindakan, kata dia, setiap tahun kasus yang sampai ke pembinaan semakin bertambah. Dan tahun ini sampai Juli, sudah 69 kasus. Lalu kenapa masih banyak juga?.

Baca Juga :  Paskah, Satlantas Bagikan Masker kepada Jemaat Gereja

“Saya juga gak bisa menjawab secara pasti. Ada perpindahan lokasi dari kampung ini ke kampung lain. Jadi kita kejar-kejaran terus. Tidak menutup kemungkinan, karena narkoba juga mengandung sisi ekonomi,” ungkapnya.

Ia pun menyampaikan harapan, agar program penguatan karakter juga dijalankan dengan program magrib mengaji. Memberikan ruang pendidikan di lingkungan keluarga.

“Dulu waktu saya pelajar, tiap Maghrib ada mengaji. Jadi membatasi kita dari pergaulan bebas. Apalagi kota kita ini dikenal kota pendidikan. Dan saya heran, Kota Padangsidimpuan yang tadinya sebagai kota pelajar, kota agama pelan-pelan berubah menjadi kota yang identik peredaran narkoba. Semoga program ini bisa mengembalikan itu semua,” kata perwira asal Kampung Muhammadiyah ini.

Ketua FKUB Padangsidimpuan Dr Zul Fadly Nasution menganggap rencana angket tadi sudah tidak tepat lagi. Dan instrumennya tidak memberikan hasil yang baik. Justru, kata Fadly, penggerusan karakter untuk pelajar satuan pendidikan SLTA itu lebih beragam tak lagi hanya soalan narkoba . Contohnya kata dia yang disebut 10F, yakni Food, Fun, Fantasi, Fashion, Film, Filosopi, Friktion, Flip, Finansial, Forest.

“Tujuan angket ini sebenarnya apa?. Harus difokuskan kemana, jangan nanti menjadi sia-sia. Apakah ke siswa atau lebih efektif ke orangtua,” katanya.
Wali Kota kemudian menengahi dan mengusulkan agar angket ini lebih dipertajam, dalam mengejar indikator apa yanh harus dilakukan dalam upaya penguatan karakter tadi.

“Ini kan nanti menjadi hulu. Seberapa paham sih anak anak kita tentang narkoba ini. Sementara segmen untuk anak sekolah dasar dan tingkat pertama bisa disusun sebagai pencegahan. Kita semua merindukan Kota Padangsidimpuan ini sebagai kota pendidikan,” katanya.

Ketua Dewan Pendidikan kemudian menerangkan, bila survey yang dimaksud hanya langkah kerja awal dalam penguatan karakter. Nantinya, kata Nggelem Ginting, dewan pendidikan juga punya program pendidikan keluarga.

“Jadi, daftar kegiatan mereka bersama orangtua nanti ada jam-nya. Itu sudah kita susun. Oleh orangtua nantinya, tempat mereka sharing apa yang mereka dapat di luar rumah,” katanya.

Terakhir, mewakili Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Benny Damanik program penguatan karakter dicanangkan gubernur, saat ini bahkan sudah di tahap peduli lingkungan. Jadi, angket dalam mengukur pengetahuan siswa SLTA seputar narkoba sudah terlambat.

Pada penutupan, Dewan Pendidikan akan mengevaluasi instrumen angket dalam melakukan survey nantinya. Dan pelibatan keluarga juga akan ditingkatkan, serta pembinaan komite sekolah akan diprioritaskan sebagai program kerjanya.(san)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/