alexametrics
25.7 C
Medan
Saturday, August 20, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Purple Day, Plt Wali Kota Siantar: Jangan Kucilkan Penderita Epilepsi

iklan-usi

SIANTAR, METRODAILY – Jangan mengucilkan penderita epilepsi dan harus menghapus stigma negatif tentang epilepsi yang selama ini beredar di masyarakat. Epilepsi bukan penyakit keturunan, bukan penyalit menular, apalagi kutukan.

Demikian disampaikan Plt Wali Kota Pematangsiantar Susanti Dewayani saat peringatan Purple Day (Hari Epilepsi Sedunia) Tahun 2022, di Lapangan Pariwisata Pematangsiantar, Sabtu (26/3/2022) pagi.

Ketua Panitia Peringatan Purple Day Tahun 2022 dr Indra Bakti SpS mengharapkan kegiatan tersebut dapat meningkatkan kemampuan dalam menanggulangi epilesi di Kota Pematangsiantar.

“Peringatan Hari Epilesi sedunia ini akan menjadi titik awal untuk membantu penderita epilesi. Kami selaku Panitia Epilepsi Sedunia Tahun 2022 Sumatera Utara mengucapkan terima kasih kepada Ibu Plt Wali Kota Pematangsiantar Ibu Susanti Dewayani SpA yang telah membatu terselenggaranya acara ini. Terima kasih juga kepada Ketua Perdossi Cabang Sumut yang telah memilih Kota Pematangsiantar sebagai tuan rumah,” katanya.

Sementara itu, Ketua Perdossi Cabang Sumut dr Muhammad Yusuf SpS menyebutkan peringatan Hari Epilepsi Sedunia Tahun 2022 dengan motto Living Together with Epilepsy memiliki arti penderita epilepsi tidak boleh dikucilkan.

“Mari kita bersama-sama dengan penderita epilepsy,” ajaknya.

Plt Wali Kota Pematangsiantar Susanti Dewayani menerangkan, Hari Epilepsi Sedunia atau Purple Day For Epilepsy Awareness Day yang diperingati tanggal 26 Maret setiap tahunnya, merupakan suatu gerakan internasional yang didedikasikan untuk meningkatkan kesadaran mengenai penyakit epilepsi ke seluruh dunia.

Baca Juga :  Lelang Paket Jalan Nasional Psp-Madina 8 Kali Diubah

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Perdossi Sumatera Utara yang telah mempercayakan Kota Pematangsiantar untuk menjadi tempat peringatan Hari Epilepsi Tingkat Sumatera Utara,” tukasnya.

Perayaan Purple Day untuk memperingati Hari Epilepsi Sedunia, lanjutnya, sebagai tanda menumbuhkan rasa kepedulian terhadap penderita epilepsi. Selain itu kegiatan ini untuk mendorong para penyandang epilepsi dan keluarga agar berani tampil dan mengembangkan potensi terbaik mereka. Juga untuk mengekspresikan diri dan skill.

“Khusus kepada masyarakat Pematangsiantar dan sekitarnya, kota ini memiliki dokter-dokter yang ahli dalam penanganan epilepsi. Di sini saya mengajak masyarakat agar jangan canggung memeriksakan anak-anak dan anggota keluarga lainnya yang menyandang epilepsi. Pusat-pusat kesehatan di Kota Pematangsiantar siap melayani penanganan epilepsi,” sebut Susanti.

Melalui perayaan Purple Day diharapkan bisa menyadarkan masyarakat untuk tidak mengucilkan penderita epilepsi dan menghapus stigma negatif tentang epilepsi yang selama ini beredar di masyarakat.
“Harus sama-sama kita ingat, epilepsi bukan penyakit keturunan, bukan penyalit menular, apalagi kutukan. Untuk mengubah stigma ini harus ada edukasi agar kita mengetahui bagaimana seharusnya sikap kita terhadap mereka,” tambahnya.

Tampak hadir, Kadis Kesehatan Pematangsiantar dr Ronald Saragih beserta jajaran, Direktur RSUD dr Djasamen Saragih dr Maya Damanik Mars beserta jajaran, dan lainnya. (rel)

SIANTAR, METRODAILY – Jangan mengucilkan penderita epilepsi dan harus menghapus stigma negatif tentang epilepsi yang selama ini beredar di masyarakat. Epilepsi bukan penyakit keturunan, bukan penyalit menular, apalagi kutukan.

Demikian disampaikan Plt Wali Kota Pematangsiantar Susanti Dewayani saat peringatan Purple Day (Hari Epilepsi Sedunia) Tahun 2022, di Lapangan Pariwisata Pematangsiantar, Sabtu (26/3/2022) pagi.

Ketua Panitia Peringatan Purple Day Tahun 2022 dr Indra Bakti SpS mengharapkan kegiatan tersebut dapat meningkatkan kemampuan dalam menanggulangi epilesi di Kota Pematangsiantar.

“Peringatan Hari Epilesi sedunia ini akan menjadi titik awal untuk membantu penderita epilesi. Kami selaku Panitia Epilepsi Sedunia Tahun 2022 Sumatera Utara mengucapkan terima kasih kepada Ibu Plt Wali Kota Pematangsiantar Ibu Susanti Dewayani SpA yang telah membatu terselenggaranya acara ini. Terima kasih juga kepada Ketua Perdossi Cabang Sumut yang telah memilih Kota Pematangsiantar sebagai tuan rumah,” katanya.

Sementara itu, Ketua Perdossi Cabang Sumut dr Muhammad Yusuf SpS menyebutkan peringatan Hari Epilepsi Sedunia Tahun 2022 dengan motto Living Together with Epilepsy memiliki arti penderita epilepsi tidak boleh dikucilkan.

“Mari kita bersama-sama dengan penderita epilepsy,” ajaknya.

Plt Wali Kota Pematangsiantar Susanti Dewayani menerangkan, Hari Epilepsi Sedunia atau Purple Day For Epilepsy Awareness Day yang diperingati tanggal 26 Maret setiap tahunnya, merupakan suatu gerakan internasional yang didedikasikan untuk meningkatkan kesadaran mengenai penyakit epilepsi ke seluruh dunia.

Baca Juga :  Terima SK Mendagri, Susanti Wali Kota Definitif Siantar 

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Perdossi Sumatera Utara yang telah mempercayakan Kota Pematangsiantar untuk menjadi tempat peringatan Hari Epilepsi Tingkat Sumatera Utara,” tukasnya.

Perayaan Purple Day untuk memperingati Hari Epilepsi Sedunia, lanjutnya, sebagai tanda menumbuhkan rasa kepedulian terhadap penderita epilepsi. Selain itu kegiatan ini untuk mendorong para penyandang epilepsi dan keluarga agar berani tampil dan mengembangkan potensi terbaik mereka. Juga untuk mengekspresikan diri dan skill.

“Khusus kepada masyarakat Pematangsiantar dan sekitarnya, kota ini memiliki dokter-dokter yang ahli dalam penanganan epilepsi. Di sini saya mengajak masyarakat agar jangan canggung memeriksakan anak-anak dan anggota keluarga lainnya yang menyandang epilepsi. Pusat-pusat kesehatan di Kota Pematangsiantar siap melayani penanganan epilepsi,” sebut Susanti.

Melalui perayaan Purple Day diharapkan bisa menyadarkan masyarakat untuk tidak mengucilkan penderita epilepsi dan menghapus stigma negatif tentang epilepsi yang selama ini beredar di masyarakat.
“Harus sama-sama kita ingat, epilepsi bukan penyakit keturunan, bukan penyalit menular, apalagi kutukan. Untuk mengubah stigma ini harus ada edukasi agar kita mengetahui bagaimana seharusnya sikap kita terhadap mereka,” tambahnya.

Tampak hadir, Kadis Kesehatan Pematangsiantar dr Ronald Saragih beserta jajaran, Direktur RSUD dr Djasamen Saragih dr Maya Damanik Mars beserta jajaran, dan lainnya. (rel)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/