alexametrics
31.7 C
Medan
Monday, August 15, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Kejaksaan Negeri Labuhanbatu Geledah Kantor PMD Terkait Dana BUMDes

iklan-usi

LABUHANBATU, METRODAILY.id – Kejaksaan Negeri Labuhanbatu menggeledah kantor Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Labuhanbatu, Kamis (26/08/2021) siang.

Informasi dihimpun, penggeledahan yang dipimpin Kasi Pidsus Noprianto Sihombing dan Kasi Intelijen Syahron Hasibuan itu, untuk mengumpulkan sejumlah barang bukti terkait dugaan penyelewangan pengelolaan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa S-3 Aek Nabara, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu tahun 2019, dalam pengadaan tabung gas elpiji 3 Kg bersubsidi.

Tim yang tiba di kantor PMD tersebut, langsung melakukan penggeledahan di beberapa ruangan, antara lain ruang kerja Kepala Dinas PMD, ruang Sekretaris, ruang Kabid Ekonomi Pembangunan Sosial Budaya, ruang Kasi Pemerintahan dan ruang staf.

Kepala Seksi Intelejen Syahron Hasibuan mengatakan, dalam penggeledahan itu tim penyidik menemukan dan mengamankan berbagai barang bukti di antaranya berbagai dokumen yang diduga terkait dengan perkara.

“Adapun kronologi kasus dan pihak-pihak yang dijadikan tersangka, Kejari Labuhan Batu belum dapat mengumumkannya dan akan disampaikan saat penangkapan dan atau penahanan terhadap tersangka,” katanya.

Dia mengatakan, penggeledahan dilaksanakan itu berdasarkan Surat Perintah Penggeledahan Kepala Kejaksaan Negeri Labuhanbatu Nomor: PRINT-01/L.2.18/F.2/04/2021 tanggal 9 April 2021 dan Penetapan Pengadilan Negeri Rantauprapat Nomor: 364/Pen.Pid/2021/PN Rap tanggal 15 Juli 2021 tentang izin penggeledahan dari Ketua Pengadilan Negeri Rantauprapat.

Baca Juga :  Gelombang di Perairan Nias-Sibolga Capai 4 Meter

Syahron menambahkan, perkara dugaan tindak pidana korupsi itu berawal dari laporan warga yang dikembangkan dan terlebih dahulu dilakukan penyelidikan pada bulan Maret 2021.

“Setelah mendapat bahan keterangan dan alat bukti yang cukup kemudian ditingkatkan ke penyidikan. Perkara itu diduga mengakibatkan kerugian negara kurang lebih sebesar Rp. 327.975.000,- (tiga ratus dua puluh tujuh juta sembilan ratus tujuh puluh lima ribu rupiah),” tutupnya.

Terpisah, Plt Kepala dinas PMD Labuhanbatu Hobol Rangkuti, dikonfirmasi Wartawan, tentang penggeledahan tersebut mengatakan, bukan penggeledahan.

“Benar ada tim kejaksaan datang kekantor Dinas PMD dan melakukan pengecekan dokumen tentang anggaran Bumdes S3. Namun, saya tidak berada di kantor PMD, ketepatan saya berada di luar di kantor PMD. Yang ada Kabid Pemerintahan PMD Syawal,” pungkas Hobol. (Bud).

LABUHANBATU, METRODAILY.id – Kejaksaan Negeri Labuhanbatu menggeledah kantor Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Labuhanbatu, Kamis (26/08/2021) siang.

Informasi dihimpun, penggeledahan yang dipimpin Kasi Pidsus Noprianto Sihombing dan Kasi Intelijen Syahron Hasibuan itu, untuk mengumpulkan sejumlah barang bukti terkait dugaan penyelewangan pengelolaan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa S-3 Aek Nabara, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu tahun 2019, dalam pengadaan tabung gas elpiji 3 Kg bersubsidi.

Tim yang tiba di kantor PMD tersebut, langsung melakukan penggeledahan di beberapa ruangan, antara lain ruang kerja Kepala Dinas PMD, ruang Sekretaris, ruang Kabid Ekonomi Pembangunan Sosial Budaya, ruang Kasi Pemerintahan dan ruang staf.

Kepala Seksi Intelejen Syahron Hasibuan mengatakan, dalam penggeledahan itu tim penyidik menemukan dan mengamankan berbagai barang bukti di antaranya berbagai dokumen yang diduga terkait dengan perkara.

“Adapun kronologi kasus dan pihak-pihak yang dijadikan tersangka, Kejari Labuhan Batu belum dapat mengumumkannya dan akan disampaikan saat penangkapan dan atau penahanan terhadap tersangka,” katanya.

Dia mengatakan, penggeledahan dilaksanakan itu berdasarkan Surat Perintah Penggeledahan Kepala Kejaksaan Negeri Labuhanbatu Nomor: PRINT-01/L.2.18/F.2/04/2021 tanggal 9 April 2021 dan Penetapan Pengadilan Negeri Rantauprapat Nomor: 364/Pen.Pid/2021/PN Rap tanggal 15 Juli 2021 tentang izin penggeledahan dari Ketua Pengadilan Negeri Rantauprapat.

Baca Juga :  Gelombang di Perairan Nias-Sibolga Capai 4 Meter

Syahron menambahkan, perkara dugaan tindak pidana korupsi itu berawal dari laporan warga yang dikembangkan dan terlebih dahulu dilakukan penyelidikan pada bulan Maret 2021.

“Setelah mendapat bahan keterangan dan alat bukti yang cukup kemudian ditingkatkan ke penyidikan. Perkara itu diduga mengakibatkan kerugian negara kurang lebih sebesar Rp. 327.975.000,- (tiga ratus dua puluh tujuh juta sembilan ratus tujuh puluh lima ribu rupiah),” tutupnya.

Terpisah, Plt Kepala dinas PMD Labuhanbatu Hobol Rangkuti, dikonfirmasi Wartawan, tentang penggeledahan tersebut mengatakan, bukan penggeledahan.

“Benar ada tim kejaksaan datang kekantor Dinas PMD dan melakukan pengecekan dokumen tentang anggaran Bumdes S3. Namun, saya tidak berada di kantor PMD, ketepatan saya berada di luar di kantor PMD. Yang ada Kabid Pemerintahan PMD Syawal,” pungkas Hobol. (Bud).

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

Jalan Provinsi di Humbahas Nyaris Putus

Arsenal Bantai Leicester

Inter Menang Tipis Atas Lecce

Awal Manis Milan

/