alexametrics
31.7 C
Medan
Thursday, August 11, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Azan Wujud Panggilan llahi dan Khutbah Pesan Ilahi

TAPSEL, METRODAILY – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H Dolly Pasaribu SPt MM, menghadiri Milad Dewan Masjid Indonesia (DMI) ke-50 tahun 2022, Sabtu (25/6/2022) di Masjid Agung Syahrun Nur, Komplek Perkantoran Pemkab Tapsel. Kegiatan itu juga dirangkai dengan lomba Azan dan Khutbah Jumat bertajuk ‘Hanya Orang yang Berimanlah Yang Memakmurkan Masjid’.

Dalam sambutannya, Bupati Dolly menjelaskan, sekecil apapun kegiatan yang dilakukan terhadap agama, itu semata-mata bentuk cinta dan penghambaan kepada sang khaliq. Bupati juga mengucapkan terimakasih kepada DMI, karena sudah mengerti akan kebutuhan umat, memberi siraman rohani dan menjaga akidah serta akhlak umat.

“Saya berharap ini bukan sekedar lomba untuk menunjukkan siapa yang menjadi juara, akan tetapi sebagai bentuk pembelajaran serta koreksi agar lebih baik lagi kedepan,” harap Bupati.

Dolly juga berharap, agar yang hari ini ikut lomba bisa mengajak yang lain untuk memperbaiki kualitas khutbah di kecamatan masing-masing. Milad ke-50 diharapkan dapat menjadi evaluasi agar mengambil waktu sejenak untuk memikirkan masjid, begitu juga moral dan mental anak-anak Tapsel dari serangan budaya yang tidak sesuai dalam bingkai Pancasila dan NKRI.

“Khatib yang berfungsi menyampaikan Khutbah, tentu harus membawa sesuai syarat dan rukunnya. Demikian seorang Khatib harus terus menambah pengetahuan faktual dan terbaru. Banyak sekali pemikiran yang tidak sesuai dengan kebudayaan kita, jika tidak disaring, akan seperti apa putra-putri kita ke depan, apabila kita tidak menanamkan suatu pemahaman yang baik dan benar,” tanya Bupati ke peserta yang hadir.

Menurut Bupati Dolly, seorang Khatib yang ditugaskan membawa khutbah Jumat, tidak pernah ada sejarahnya dalam satu jumat ada dua khatib. Begitu juga muazin, tidak akan pernah ada dua orang yang azan dalam satu kesempatan. Semua diatur dengan sedemikian rupa agar umat tidak bingung.

Bupati berharap ke peserta lomba, agar kaidah azan dan khutbah dipatuhi sehingga tidak menyalahi aturan yang sudah digariskan.
Dalam menyampaikan khutbah, apa yang disampaikan dengan benar mungkin akan mendatangkan banyak resiko. Semua itu kita kembalikan dan niatkan semata-mata karena Allah,” jelas Dolly.

Sementara, Ketua DMI Kabupaten Tapsel, Akhirul Pane, mengatakan berdirinya DMI dimulai dan di gagas pada 16 Juni 1970 dan dibentuklah tim formatur pada 22 Juni 1972, sehingga terbentuklah satu lembaga yang menangani masjid di seluruh Indonesia yang awalnya bernama Dewan Masjid Seluruh Indonesia.

Baca Juga :  Jembatan Gantung Ambruk di Paluta, 36 Orang Masuk Sungai

“Dengan maksud untuk meningkatkan keimanan, ketaqwaan, akhlaq mulia serta kecerdasan umat serta tercapainya masyarakat adil makmur yang diridhai Allah SWT. Dalam umur DMI yang ke-50 sudah masuk usia yang lebih dewasa, semoga tujuan kita untuk memakmurkan masjid khususnya di Tapsel bisa terjalin dengan adanya kekompakan serta kebersamaan dengan DMI yang ada di kecamatan, untuk sama-sama menggerakkan masjid baik di kecamatan, desa ataupun di kelurahan,” katanya.

Sebelumnya Ketua Panitia Herman Harahap dalam laporannya, menyampaikan sebagai latar belakang kegiatan ini ialah bahwa pada pelaksanaan salat Jumat di beberapa masjid yang ada di Tapsel masih perlu sentuhan baik dari DMI, MUI, maupun ormas Islam yang ada. Maka dari itu, DMI mengadakan lomba azan serta Khutbah Jumat.

Adapun peserta yang sudah mendaftar terdiri dari 13 kecamatan yang sudah mengirim perwakilannya. Sehingga ini menjadi tugas kita kedepan agar tahun-tahun berikutnya semua kecamatan yang ada di Tapsel ikut berpartisipasi pada kegiatan ini.

“Menurut kita ini hal yang biasa, tetapi sebenarnya kegiatan ini sangat bermanfaat kita akan tahu apakah khotib sudah sesuai dengan syariah islam. Karena bagi kita umat islam orang-orang yang mau memakmurkan masjid Allah, yang mau azan di masjid Allah dan yang mau khutbah di masjid Allah hanyalah orang yang beriman dan percaya kepadaNya. Sehingga kita gagas, agar kita memang betul orang-orang yang memakmurkan masjid,” tuturnya.

Begitu juga dalam kepemimpinan Bupati Tapsel Dolly Pasaribu selalu mendukung kegiatan keagamaan, seperti Gerakan Salat Subuh Berjamaah (GSSB) bersama DMI. Dia berharap kedepan kegiatan ini bisa terus di lanjutkan. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Tapsel yang sudah mendukung dan membantu seluruh kegiatan keagamaan yang ada di Tapsel.

Turut hadir, MUI Tapsel, Pengurus DMI kabupaten serta kecamatan se-Tapsel, dewan juri, peserta lomba azan dan Khutbah Jumat, ormas Islam, BKMT Sipirok dan Arse.(hum/irs)

TAPSEL, METRODAILY – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H Dolly Pasaribu SPt MM, menghadiri Milad Dewan Masjid Indonesia (DMI) ke-50 tahun 2022, Sabtu (25/6/2022) di Masjid Agung Syahrun Nur, Komplek Perkantoran Pemkab Tapsel. Kegiatan itu juga dirangkai dengan lomba Azan dan Khutbah Jumat bertajuk ‘Hanya Orang yang Berimanlah Yang Memakmurkan Masjid’.

Dalam sambutannya, Bupati Dolly menjelaskan, sekecil apapun kegiatan yang dilakukan terhadap agama, itu semata-mata bentuk cinta dan penghambaan kepada sang khaliq. Bupati juga mengucapkan terimakasih kepada DMI, karena sudah mengerti akan kebutuhan umat, memberi siraman rohani dan menjaga akidah serta akhlak umat.

“Saya berharap ini bukan sekedar lomba untuk menunjukkan siapa yang menjadi juara, akan tetapi sebagai bentuk pembelajaran serta koreksi agar lebih baik lagi kedepan,” harap Bupati.

Dolly juga berharap, agar yang hari ini ikut lomba bisa mengajak yang lain untuk memperbaiki kualitas khutbah di kecamatan masing-masing. Milad ke-50 diharapkan dapat menjadi evaluasi agar mengambil waktu sejenak untuk memikirkan masjid, begitu juga moral dan mental anak-anak Tapsel dari serangan budaya yang tidak sesuai dalam bingkai Pancasila dan NKRI.

“Khatib yang berfungsi menyampaikan Khutbah, tentu harus membawa sesuai syarat dan rukunnya. Demikian seorang Khatib harus terus menambah pengetahuan faktual dan terbaru. Banyak sekali pemikiran yang tidak sesuai dengan kebudayaan kita, jika tidak disaring, akan seperti apa putra-putri kita ke depan, apabila kita tidak menanamkan suatu pemahaman yang baik dan benar,” tanya Bupati ke peserta yang hadir.

Menurut Bupati Dolly, seorang Khatib yang ditugaskan membawa khutbah Jumat, tidak pernah ada sejarahnya dalam satu jumat ada dua khatib. Begitu juga muazin, tidak akan pernah ada dua orang yang azan dalam satu kesempatan. Semua diatur dengan sedemikian rupa agar umat tidak bingung.

Bupati berharap ke peserta lomba, agar kaidah azan dan khutbah dipatuhi sehingga tidak menyalahi aturan yang sudah digariskan.
Dalam menyampaikan khutbah, apa yang disampaikan dengan benar mungkin akan mendatangkan banyak resiko. Semua itu kita kembalikan dan niatkan semata-mata karena Allah,” jelas Dolly.

Sementara, Ketua DMI Kabupaten Tapsel, Akhirul Pane, mengatakan berdirinya DMI dimulai dan di gagas pada 16 Juni 1970 dan dibentuklah tim formatur pada 22 Juni 1972, sehingga terbentuklah satu lembaga yang menangani masjid di seluruh Indonesia yang awalnya bernama Dewan Masjid Seluruh Indonesia.

Baca Juga :  Ketua LPPA Labuhanbatu Indrawaty Sinaga, Pembicara di Literasi Digital Asahan

“Dengan maksud untuk meningkatkan keimanan, ketaqwaan, akhlaq mulia serta kecerdasan umat serta tercapainya masyarakat adil makmur yang diridhai Allah SWT. Dalam umur DMI yang ke-50 sudah masuk usia yang lebih dewasa, semoga tujuan kita untuk memakmurkan masjid khususnya di Tapsel bisa terjalin dengan adanya kekompakan serta kebersamaan dengan DMI yang ada di kecamatan, untuk sama-sama menggerakkan masjid baik di kecamatan, desa ataupun di kelurahan,” katanya.

Sebelumnya Ketua Panitia Herman Harahap dalam laporannya, menyampaikan sebagai latar belakang kegiatan ini ialah bahwa pada pelaksanaan salat Jumat di beberapa masjid yang ada di Tapsel masih perlu sentuhan baik dari DMI, MUI, maupun ormas Islam yang ada. Maka dari itu, DMI mengadakan lomba azan serta Khutbah Jumat.

Adapun peserta yang sudah mendaftar terdiri dari 13 kecamatan yang sudah mengirim perwakilannya. Sehingga ini menjadi tugas kita kedepan agar tahun-tahun berikutnya semua kecamatan yang ada di Tapsel ikut berpartisipasi pada kegiatan ini.

“Menurut kita ini hal yang biasa, tetapi sebenarnya kegiatan ini sangat bermanfaat kita akan tahu apakah khotib sudah sesuai dengan syariah islam. Karena bagi kita umat islam orang-orang yang mau memakmurkan masjid Allah, yang mau azan di masjid Allah dan yang mau khutbah di masjid Allah hanyalah orang yang beriman dan percaya kepadaNya. Sehingga kita gagas, agar kita memang betul orang-orang yang memakmurkan masjid,” tuturnya.

Begitu juga dalam kepemimpinan Bupati Tapsel Dolly Pasaribu selalu mendukung kegiatan keagamaan, seperti Gerakan Salat Subuh Berjamaah (GSSB) bersama DMI. Dia berharap kedepan kegiatan ini bisa terus di lanjutkan. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Tapsel yang sudah mendukung dan membantu seluruh kegiatan keagamaan yang ada di Tapsel.

Turut hadir, MUI Tapsel, Pengurus DMI kabupaten serta kecamatan se-Tapsel, dewan juri, peserta lomba azan dan Khutbah Jumat, ormas Islam, BKMT Sipirok dan Arse.(hum/irs)

iklan-usi
iklanpemko
iklanpemko
iklan-usi

Most Read

Artikel Terbaru

/