
SIBOLGA, METRODAILY – Lubang-lubang besar di Jalan Horas, Kota Sibolga, yang sempat dikeruk untuk persiapan perbaikan justru dibiarkan menganga.
Kondisi ini memperbesar risiko kecelakaan di jalur nasional yang menjadi akses penting menuju Pelabuhan Penyeberangan Pelindo tersebut.
Kerusakan jalan berupa lubang dan permukaan bergelombang sudah lama dikeluhkan pengguna jalan. Namun, setelah petugas Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membentuk dan membersihkan lubang untuk persiapan penambalan, perbaikan tak kunjung tuntas.
Baca Juga: Bupati Humbahas Lantik 7 Pejabat, Camat Tarabintang dan Plt Direktur RSUD Berganti
Lubang yang semula berbentuk tidak beraturan kini menjadi kotak-kotak besar dengan tepi tajam dan permukaan dalam. Kondisi tersebut dinilai semakin membahayakan, terutama bagi pengendara sepeda motor yang melintas pada malam hari.
“Kalau dulu lubangnya masih agak landai, sekarang setelah dikeruk PU jadi kotak dan dalam kali. Kalau malam tidak kelihatan, bisa terbalik orang. Ini malah lebih bahaya,” keluh Hendri, pengemudi minibus di sekitar Simpang Lima, Rabu (28/10/2026).
Jalan Horas merupakan jalur padat yang dilalui sepeda motor, mobil pribadi, truk logistik, hingga kendaraan berat dari dan menuju Pelabuhan Pelindo.
Kepadatan lalu lintas membuat lubang-lubang tersebut menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan.
Di kawasan Simpang Lima hingga gerbang keluar Pelabuhan Pelindo, pengendara terpaksa bermanuver menghindari lubang. Pergerakan kendaraan yang mendadak ke kiri atau kanan berpotensi memicu tabrakan, terutama ketika arus lalu lintas sedang ramai.
Warga mendesak Kementerian PU melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara segera menuntaskan penambalan. Mereka menilai pengerukan tanpa penyelesaian justru membuat kondisi jalan semakin berbahaya.
“Kami minta jangan dicicil-cicil. Kalau sudah dibongkar ya langsung ditambal aspal. Ini akses pelabuhan, wajah Kota Sibolga. Masa jalan nasional kondisinya seperti ini terus,” tegas Hendri.



