
SIMALUNGUN, METRODAILY- KaryawanPTPN IV Unit Sei Kopas yang tidak mau namanya dipublikasikan mengaku heran dengan kinerja Krani Afdeling VI Sei Kopas PTPTN IV. Dimana jumlah karyawan 51 orang dapat puding 48 karyawan 3 lagi tak dapat.
“Sisa puding yaitu susu 49 kaleng, kacang hijau 10 kg, telur 283 butir kemana dibuat. Pekerja harian lepas ada 5 orang 2 orang kosong. Kemana gaji 2 orang itu. Koperasi karyawan tidak ada transparansi nya kepada anggota koperasi,” katanya kesal.
Sementara itu, kata dia, Slip gaji karyawan Unit Sei Kopas tidak diberikan. Dia mempertanyakan pimpinan Unit Sei Kopas PTPTN IV. “Gudang babuan banyak barang-barang alat pelindung diri pemanen yang udah berkarat. Piber stik 3 udah hilang di babuan. hilang semua bikin orang itu. Barang-barang pemanen masih banyak di gudang baru, lengkap piber yang utama sama arco. Kami meminta kepada pimpinan PTPN IV untuk memeriksa krani atau asisten kebun dan manager kebun unit Sei kopas PTPTN IV,” ucapnya.
Ketika awak media ke lokasi Afdeling VI Unit Sei Kopas PTPTN IV Selasa, (27/10/2026) tidak berhasil menemui kerani dikantornya.
Dan, setelah pesan singkat yang dilayangkan sehingga krani menemui awak media. Krani bermarga Sitanggang mengatakan bahwa karyawan yang tiga orang itu memang tidak dapat pudding. “Bukan kita yang tidak buat tak dapat mereka. Sementara soal slip gaji karyawan kami kasih kok,” ucapnya.
Dikonfirmasi lagi mengenai penggelembungan orang yaitu P Sitorus dan Fauzan yang digaji Rp45 ribu per hari padahal orangnya tidak ada. “Mengenai koperasi, langsung ke Bapak Wito. Ditambah posisi buruan yang dulu tempat penitipan anak sekarang menjadi gudang barang sisa,” katanya.
Ketika dikonfirmasi kepada asisten kebun unit Sei kopas PTPTN IV Ginanjar melalui seluler mengucapkan terima kasih atas informasi yang disebutkan. Dia mengaku akan mengecek kebenarannya. (nsi)



