alexametrics
26.8 C
Medan
Friday, August 19, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Kasus Positif Covid-19 di Tapsel Bertambah Lagi

iklan-usi

TAPSEL, METRODAILY.id – Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) bertambah lagi, totalnya menjadi 5 orang. “Sehari sebelumnya yang positif tinggal tiga orang, naik menjadi lima orang,” ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Tapsel, Sofyan Adil, Selasa (24/8) malam.

Sesuai data Satgas tercatat pasien positif sebanyak 785 orang dan 735 orang di antaranya sembuh tambah yang meninggal dengan probable empat orang dan terkonfirmasi 41 orang.

“Kondisi itu sesuai hasil laporan seluruh petugas Satgas yang berada di seluruh 15 kecamatan se-Tapsel,” katanya, seperti diberitakan Antara.
Satgas meminta agar masyarakat tidak mengabaikan protokol kesehatan upaya mencegah penularan Covid-19, tambah ikut vaksinasi.

450 Ribu Nakes Disuntik Dosis Ketiga

Di sisi lain, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan sebanyak 34 persen tenaga kesehatan di Indonesia telah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 dosis ketiga atau booster. Menurut Budi, 34 persen nakes yang sudah disuntik vaksin Covis-19 dosis ketiga setara dengan 450.000 nakes.

“Sampai hari ini cukup cepat dalam dua minggu terakhir mengenai suntikan para nakes, sudah kurang lebih 34 persen SDM kesehatan atau hampir 450.000. Saya lihat per tadi pagi sudah disuntik,” ujar Budi dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Rabu (25/8).

Mantan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut juga menjabarkan daerah paling tinggi tenaga kesehatan yang menerima booster. Pertama adalah provinsi Bali, kedua Kepulauan Riau, ketiga Kalimantan Tengah, keempat Kalimantan Barat, kelima Jawa Timur, dan keenam DKI Jakarta.

Baca Juga :  Game Tembak Ikan Marak di Asahan

Budi menuturkan, saat ini tenaga kesehatan sudah banyak yang bersedia divaksin dosis ketiga Covid-19. Meski vaksin tersebut berbeda dengan vaksin dosis pertama dan kedua.

“Pada saat pertama kali kita belum bisa menerima full dari para nakes karena takut ada dampak, karena itu mixing. Sekarang penerimaannya sudah jauh lebih tinggi,” kata Menkes Budi.

Budi menambahkan, mengenai tenaga kesehatan yang tidak nyaman dengan jenis vaksin berbeda, bisa mendapatkan vaksin dosis ketiga yang sama dengan vaksin dosis pertama dan kedua. “Informasi bagi para bapak ibu, para nakes yang suntik ketiganya tidak nyaman dengan platform berbeda, kita buka opsi suntik ketiga boosternya dengan platform yang sama,” ungkapnya.

Selain itu, Budi juga mengaku telah menyusun protokol kesehatan dengan beberapa asosiasi untuk tetap waspada terhadap Covid-19. Hal ini lantaran mobilitas masyarakat akan dilonggarkan.

“Untuk mulai menyusun protokol kesehatan berbasis teknologi informasi ada aplikasi PeduliLindungi yang dipakai nasional untuk menjaga implementasi prokes,” ungkapnya.

Budi menuturkan, nantinya protokol kesehatan bisa diterapkan di sektor perdagangan, baik modern dan tradisional. Lalu sektor transportasi, sektor kerja industri atau perkantoran, dan di bidang pariwisata seperti konser musik, restoran, dan lainnya. Selain itu, penerapan di sektor pendidikan, dan prokes di acara keagamaan.

“Itu akan disusun prokes berbasis teknologi informasi memanfaatkan aplikasi PeduliLindungi. Sehingga kita bisa membangun hidup bersama epidemi dengan menyeimbangkan antara sisi kesehatan dengan sisi aktivitas ekonominya,” terang Budi.(dc/int)

TAPSEL, METRODAILY.id – Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) bertambah lagi, totalnya menjadi 5 orang. “Sehari sebelumnya yang positif tinggal tiga orang, naik menjadi lima orang,” ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Tapsel, Sofyan Adil, Selasa (24/8) malam.

Sesuai data Satgas tercatat pasien positif sebanyak 785 orang dan 735 orang di antaranya sembuh tambah yang meninggal dengan probable empat orang dan terkonfirmasi 41 orang.

“Kondisi itu sesuai hasil laporan seluruh petugas Satgas yang berada di seluruh 15 kecamatan se-Tapsel,” katanya, seperti diberitakan Antara.
Satgas meminta agar masyarakat tidak mengabaikan protokol kesehatan upaya mencegah penularan Covid-19, tambah ikut vaksinasi.

450 Ribu Nakes Disuntik Dosis Ketiga

Di sisi lain, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan sebanyak 34 persen tenaga kesehatan di Indonesia telah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 dosis ketiga atau booster. Menurut Budi, 34 persen nakes yang sudah disuntik vaksin Covis-19 dosis ketiga setara dengan 450.000 nakes.

“Sampai hari ini cukup cepat dalam dua minggu terakhir mengenai suntikan para nakes, sudah kurang lebih 34 persen SDM kesehatan atau hampir 450.000. Saya lihat per tadi pagi sudah disuntik,” ujar Budi dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Rabu (25/8).

Mantan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut juga menjabarkan daerah paling tinggi tenaga kesehatan yang menerima booster. Pertama adalah provinsi Bali, kedua Kepulauan Riau, ketiga Kalimantan Tengah, keempat Kalimantan Barat, kelima Jawa Timur, dan keenam DKI Jakarta.

Baca Juga :  Wali Kota Sidempuan Safari Ramadan di Masjid Syekh Zainal Abidin

Budi menuturkan, saat ini tenaga kesehatan sudah banyak yang bersedia divaksin dosis ketiga Covid-19. Meski vaksin tersebut berbeda dengan vaksin dosis pertama dan kedua.

“Pada saat pertama kali kita belum bisa menerima full dari para nakes karena takut ada dampak, karena itu mixing. Sekarang penerimaannya sudah jauh lebih tinggi,” kata Menkes Budi.

Budi menambahkan, mengenai tenaga kesehatan yang tidak nyaman dengan jenis vaksin berbeda, bisa mendapatkan vaksin dosis ketiga yang sama dengan vaksin dosis pertama dan kedua. “Informasi bagi para bapak ibu, para nakes yang suntik ketiganya tidak nyaman dengan platform berbeda, kita buka opsi suntik ketiga boosternya dengan platform yang sama,” ungkapnya.

Selain itu, Budi juga mengaku telah menyusun protokol kesehatan dengan beberapa asosiasi untuk tetap waspada terhadap Covid-19. Hal ini lantaran mobilitas masyarakat akan dilonggarkan.

“Untuk mulai menyusun protokol kesehatan berbasis teknologi informasi ada aplikasi PeduliLindungi yang dipakai nasional untuk menjaga implementasi prokes,” ungkapnya.

Budi menuturkan, nantinya protokol kesehatan bisa diterapkan di sektor perdagangan, baik modern dan tradisional. Lalu sektor transportasi, sektor kerja industri atau perkantoran, dan di bidang pariwisata seperti konser musik, restoran, dan lainnya. Selain itu, penerapan di sektor pendidikan, dan prokes di acara keagamaan.

“Itu akan disusun prokes berbasis teknologi informasi memanfaatkan aplikasi PeduliLindungi. Sehingga kita bisa membangun hidup bersama epidemi dengan menyeimbangkan antara sisi kesehatan dengan sisi aktivitas ekonominya,” terang Budi.(dc/int)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/