23.9 C
Medan
Monday, December 5, 2022

Peringatan Hari Pohon se-Dunia

Bupati Tapsel dan Kader Konservasi Tanam Pohon Bersama

TAPSEL, METRODAILY – Dalam rangka peringatan Hari Pohon se-Dunia dan rangkaian HUT ke-72 Kabupaten Tapanuli Selatan, sejumlah kader konservasi alam Tapanuli Selatan mengadakan tatap muka dan berdiskusi bersama Bupati Dolly Pasaribu, di Sopo Parorot, Desa Marancar Julu, Kecamatan Marancar, Selasa (22/11).

Ketua Kader Konservasi Alam Tapanuli Selatan Anwar Harahap mengatakan, kegiatan yang dilakukan ini merupakan inisiasi dari sejumlah kader konservasi, untuk bisa bertemu dan berdiskusi langsung dengan Bupati Tapanuli Selatan, Dolly Pasaribu.

“Alhamdulillah, dan terima kasih kami ucapkan kepada Pak Bupati yang sudah datang dan menyempatkan waktunya untuk bisa bertatapmuka dan berdiskusi secara langsung dengan kami. Dan ini sebuah kebanggan bagi kami para kader konservasi,” ujar Anwar di hadapan Bupati Dolly Pasaribu.

Anwar menjelaskan, Kader Konservasi Alam Kabupaten Tapanuli Selatan adalah seseorang yang telah dididik dan dilatih, serta dikukuhkan sebagai seorang kader yang memiliki kesadaran, dan ilmu pengetahuan tentang konservasi alam. Yang dengan suka rela bersedia menyampaikan pesan konservasi kepada masyarakat.

Kader Konservasi Alam ini berasal dari masyarakat desa yang bermukim dan tinggal berdekatan dengan kawasan konservasi yakni Suaka Alam Lubuk Raya dan Cagar Alam Sibual-buali serta Cagar Alam Dolok Sipirok yang ada di Kabupaten Tapanuli Selatan.

“Kami secara keseluruhan berjumlah 110 orang, berasal dari tiga kecamatan yaitu, Sipirok, Marancar dan Batang Toru. Dan secara sah diakui negara, dan dikukuhkan sebagai kader konservasi,” ungkap Anwar.

Anwar mengatakan, mereka ingin menjadikan seluruh kader konservasi yang ada, menjadi sebuah lembaga yang legal, dan dapat bermitra dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan.

“Dan kiranya, apa yang menjadi harapan kami ini, bisa direspon dan segera terealisasi,” ucap Anwar.

Anwar menjelaskan, kader konservasi ini sebagai ujung tombak untuk menjaga lingkungan dan hutan yang ada di masing-masing daerah mereka.

“Dengan kata lain, kami ini sebagai ‘Panjago Harangan’ (Penjaga Hutan). Untuk menjaga dan melestarikannya,” kata Anwar.

Bupati Tapanuli Selatan Dolly Pasaribu menyampaikan, visi Pemkab Tapanuli Selatan adalah, Tapanuli Selatan yang maju, dasarnya adalah penggunaan sumber daya alam yang produktif dan lestari. Dan tidak banyak daerah yang menempatkan dasar pembangunannya dengan hal itu.

“Bagaimana kita memanfaatkan sumber daya alam yang produktif, tentunya kita harus tetap memperhitungkan kondisi hijau kita di Tapanuli Selatan. Dan tidak kita izinkan, pihak manapun, yaitu investor untuk seenaknya merusak alam kita ini,” ungkap Dolly.

Baca Juga :  Pasca Jenazah Pasien Covid-19 Disemayamkan, Warga Jalan Aru Di-swab

Dan mereka para investor, jika sudah selesai melakukan investasinya di wilayah Tapanuli Selatan ini, diminta agar mengembalikan kondisi alam dan hutan yang ada. Dan itu sudah ada perjanjiannya sejak kepala daerah sebelumnya.

Dolly mengatakan, dia sangat mendukung adanya kelompok masyarakat, yang memiliki ideologi yang kuat untuk tetap menjaga dan melestarikan lingkungan serta hutannya.

“Dan yang seperti ini, harus mendapat dukungan yang kuat, juga kompensasi. Dan kami juga sedang mengusulkan, bagaimana agar masyarakat bisa mengelola dan memanfaatkan hutan, tanpa melanggar aturan dengan program perhutanan sosial,” kata Dolly.

Dolly mengatakan, menjaga lingkungan agar bersih dan sehat, juga harus dilakukan. Dimulai dari rumah dan lingkungan kita sendiri.

“Seperti penanganan sampah. Mulailah dengan melakukan bersih -bersih,dan jangan membuang sampah di sungai. Dan belajar, bagaimana mengelola sampah agar bisa menjadi nilai ekonomis. Seperti yang sudah dilakukan masyarakat di Desa Hutaginjang, Angkola Timur,” ucap Dolly.

Dolly menyampaikan, dia selalu menerima dan dapat bekerja sama dengan NGO, kelompok-kelompok dan masyarakat yang nyata peduli dengan hutan dan lingkungan.

“Tujuannya bagaimana agar hutan kita yang ada tetap terjaga, tetap lestari dan lingkungan kita juga menjadi bersih,”  ujar Dolly.

Ketua Sarikat Hijau Indonesia (SHI) Sumatera Utara, Hendrawan Hasibuan, yang juga sebagai pembina dan pendamping Kader Konservasi Alam Tapanuli Selatan mengatakan, sebuah kebanggaan bisa menjadi kader konservasi yang secara sah diakui oleh negara.

“Dan semoga dengan kegiatan ini, setelah bertemu langsung dengan Pak Bupati Dolly Pasaribu, bisa menjadi pembuka untuk menjalin kerja sama antar kader konservasi dengan pemerintah dalam hal pelestarian alam di Tapanuli Selatan,” ungkap Hendrawan.

Hendrawan menyebut, sosok Bupati diyakini sebagai pemimpin yang konservatif, dilihat dari gaya hidupnya yang sehat, serta responsif terhadap hal yang bersinggungan dengan lingkungan dan hutan.

“Semoga dengan momen silaturahim ini, yang juga untuk memperingati hari pohon sedunia, juga rangkaian peringatan HUT ke-72 Tapanuli Selatan, kita bisa saling bersinergi untuk Tapanuli Selatan yang lebih baik ke depan,” pungkas Hendrawan.(SAN)

TAPSEL, METRODAILY – Dalam rangka peringatan Hari Pohon se-Dunia dan rangkaian HUT ke-72 Kabupaten Tapanuli Selatan, sejumlah kader konservasi alam Tapanuli Selatan mengadakan tatap muka dan berdiskusi bersama Bupati Dolly Pasaribu, di Sopo Parorot, Desa Marancar Julu, Kecamatan Marancar, Selasa (22/11).

Ketua Kader Konservasi Alam Tapanuli Selatan Anwar Harahap mengatakan, kegiatan yang dilakukan ini merupakan inisiasi dari sejumlah kader konservasi, untuk bisa bertemu dan berdiskusi langsung dengan Bupati Tapanuli Selatan, Dolly Pasaribu.

“Alhamdulillah, dan terima kasih kami ucapkan kepada Pak Bupati yang sudah datang dan menyempatkan waktunya untuk bisa bertatapmuka dan berdiskusi secara langsung dengan kami. Dan ini sebuah kebanggan bagi kami para kader konservasi,” ujar Anwar di hadapan Bupati Dolly Pasaribu.

Anwar menjelaskan, Kader Konservasi Alam Kabupaten Tapanuli Selatan adalah seseorang yang telah dididik dan dilatih, serta dikukuhkan sebagai seorang kader yang memiliki kesadaran, dan ilmu pengetahuan tentang konservasi alam. Yang dengan suka rela bersedia menyampaikan pesan konservasi kepada masyarakat.

Kader Konservasi Alam ini berasal dari masyarakat desa yang bermukim dan tinggal berdekatan dengan kawasan konservasi yakni Suaka Alam Lubuk Raya dan Cagar Alam Sibual-buali serta Cagar Alam Dolok Sipirok yang ada di Kabupaten Tapanuli Selatan.

“Kami secara keseluruhan berjumlah 110 orang, berasal dari tiga kecamatan yaitu, Sipirok, Marancar dan Batang Toru. Dan secara sah diakui negara, dan dikukuhkan sebagai kader konservasi,” ungkap Anwar.

Anwar mengatakan, mereka ingin menjadikan seluruh kader konservasi yang ada, menjadi sebuah lembaga yang legal, dan dapat bermitra dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan.

“Dan kiranya, apa yang menjadi harapan kami ini, bisa direspon dan segera terealisasi,” ucap Anwar.

Anwar menjelaskan, kader konservasi ini sebagai ujung tombak untuk menjaga lingkungan dan hutan yang ada di masing-masing daerah mereka.

“Dengan kata lain, kami ini sebagai ‘Panjago Harangan’ (Penjaga Hutan). Untuk menjaga dan melestarikannya,” kata Anwar.

Bupati Tapanuli Selatan Dolly Pasaribu menyampaikan, visi Pemkab Tapanuli Selatan adalah, Tapanuli Selatan yang maju, dasarnya adalah penggunaan sumber daya alam yang produktif dan lestari. Dan tidak banyak daerah yang menempatkan dasar pembangunannya dengan hal itu.

“Bagaimana kita memanfaatkan sumber daya alam yang produktif, tentunya kita harus tetap memperhitungkan kondisi hijau kita di Tapanuli Selatan. Dan tidak kita izinkan, pihak manapun, yaitu investor untuk seenaknya merusak alam kita ini,” ungkap Dolly.

Baca Juga :  Bupati Tapsel Resmikan Mesjid Jami' Al Hidayah Desa Parsalakan

Dan mereka para investor, jika sudah selesai melakukan investasinya di wilayah Tapanuli Selatan ini, diminta agar mengembalikan kondisi alam dan hutan yang ada. Dan itu sudah ada perjanjiannya sejak kepala daerah sebelumnya.

Dolly mengatakan, dia sangat mendukung adanya kelompok masyarakat, yang memiliki ideologi yang kuat untuk tetap menjaga dan melestarikan lingkungan serta hutannya.

“Dan yang seperti ini, harus mendapat dukungan yang kuat, juga kompensasi. Dan kami juga sedang mengusulkan, bagaimana agar masyarakat bisa mengelola dan memanfaatkan hutan, tanpa melanggar aturan dengan program perhutanan sosial,” kata Dolly.

Dolly mengatakan, menjaga lingkungan agar bersih dan sehat, juga harus dilakukan. Dimulai dari rumah dan lingkungan kita sendiri.

“Seperti penanganan sampah. Mulailah dengan melakukan bersih -bersih,dan jangan membuang sampah di sungai. Dan belajar, bagaimana mengelola sampah agar bisa menjadi nilai ekonomis. Seperti yang sudah dilakukan masyarakat di Desa Hutaginjang, Angkola Timur,” ucap Dolly.

Dolly menyampaikan, dia selalu menerima dan dapat bekerja sama dengan NGO, kelompok-kelompok dan masyarakat yang nyata peduli dengan hutan dan lingkungan.

“Tujuannya bagaimana agar hutan kita yang ada tetap terjaga, tetap lestari dan lingkungan kita juga menjadi bersih,”  ujar Dolly.

Ketua Sarikat Hijau Indonesia (SHI) Sumatera Utara, Hendrawan Hasibuan, yang juga sebagai pembina dan pendamping Kader Konservasi Alam Tapanuli Selatan mengatakan, sebuah kebanggaan bisa menjadi kader konservasi yang secara sah diakui oleh negara.

“Dan semoga dengan kegiatan ini, setelah bertemu langsung dengan Pak Bupati Dolly Pasaribu, bisa menjadi pembuka untuk menjalin kerja sama antar kader konservasi dengan pemerintah dalam hal pelestarian alam di Tapanuli Selatan,” ungkap Hendrawan.

Hendrawan menyebut, sosok Bupati diyakini sebagai pemimpin yang konservatif, dilihat dari gaya hidupnya yang sehat, serta responsif terhadap hal yang bersinggungan dengan lingkungan dan hutan.

“Semoga dengan momen silaturahim ini, yang juga untuk memperingati hari pohon sedunia, juga rangkaian peringatan HUT ke-72 Tapanuli Selatan, kita bisa saling bersinergi untuk Tapanuli Selatan yang lebih baik ke depan,” pungkas Hendrawan.(SAN)

Most Read

Akses Siuhom-Sangkunur Dibuka

Jenita Janet Berteman dengan Sapi

Cangkir Teh yang Sama

Artikel Terbaru

/