30.6 C
Medan
Monday, January 30, 2023

Imlek, Wali Kota Siantar Kunjungi Vihara

SIANTAR, METRODAILY – Di hari pertama Tahun Baru China 2574 Kongzili atau Imlek, Minggu (22/1/2023) Wali Kota Pematang Siantar Susanti Dewayani SpA bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) berkunjung dan bersilaturahmi ke sejumlah vihara.
Dalam kesempatan tersebut, Susanti yang didampingi Ketua Dekranasda Kota Pematang Siantar Kusma Erizal Ginting, mengenakan busana etnis Tionghoa yang disebut Qipao.

Pertama, Susanti dan rombongan mengunjungi Vihara Avalokitesvara, di Jalan Pematang SK 1/77. Di vihara yang terkenal dengan Patung Dewi Kwan Im itu, Ketua DPD Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Kota Pematang Siantar Susanto melalui Sekretarisnya Chandra mengucapkan terima kasih atas kunjungan Susanti dan Forkopimda, serta tokoh Sumatera Utara (Sumut) Parlindungan Purba.

Chandra berharap silaturahmi tetap terjaga di Kota Pematang Siantar. Sehingga Pematang Siantar bisa kembali menjadi kota paling toleran di Indonesia.

“Semoga tahun Kelinci Air ini membawa kedamaian dan ketenangan di Kota Pematang Siantar,” harapnya.
Pada kesempatan itu, sejumlah tokoh etnis Tionghoa menyerahkan kue khas etnis Tionghoa, yakni kue keranjang atau kue bakul kepada Susanti, Forkopimda, dan Ketua Dekranasda.

Menurut Chandra, perayaan Tahun Baru Imlek tidak lepas dari budaya kue keranjang atau kue bakul, sebagai bukti satu keluarga.

Kehadiran Susanti dan Forkopimda di vihara mengundang perhatian etnis Tionghoa yang hadir. Sejumlah warga tampak meminta berfoto kepada Susanti dan Erizal Ginting.

Selanjutnya, Susanti menyempatkan diri mengunjungi Patung Dewi Kwan Im yang berada di komplek Vihara Avalokitesvara. Patung tersebut berdiri sejak tahun 2005. Patung Dewi Kwan Im ini memiliki tinggi 22,8 meter dan berat sekitar 1.500 ton dan ditetapkan oleh MURI sebagai patung Dewi Kwan Im tertinggi di Asia Tenggara.

Susanti mengatakan, kegiatan di Tahun Baru Imlek tersebut merupakan silaturahmi kepada saudara-saudara etnis Tionghoa yang sedang merayakan Imlek.

“Juga memastikan situasi aman, nyaman, dan damai ketika saudara-saudara kita merayakan Imlek,” sebut Susanti.

Susanti berharap kerukunan umat beragama, etnis, suku, dan ras di Kota Pematang Siantar lebih baik lagi ke depan. “Dan tentunya Kota Pematang Siantar adalah kota yang toleran,” tuturnya.

Dari Vihara Avalokitesvara, Susanti dan rombongan mengunjungi Vihara Samiddha Bhagya yang berada di Jalan Thamrin. Di tempat tersebut, Susanti dan rombongan disambut hangat oleh tokoh etnis Tionghoa.

Dalam kunjungannya itu, Susanti mengungkapkan ia bersama Forkopimda patut bersyukur dan turut berbahagia dalam perayaan Tahun Baru Imlek.

“Kami atas nama pribadi dan Pemko Pematang Siantar mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek. Gong Xi Fa Cai,” ucap Susanti.

Kata Susanti, kehadirannya bersama Forkopimda di vihara-vihara sebagai bukti turut berbahagia dalam perayaan Tahun Baru Imlek.

“Semoga di Tahun Kelinci Air ini, kebahagiaan dan rezeki semakin mengalir,” harapnya.

Kapolres Pematang Siantar AKBP Fernando menambahkan, kehadiran Forkopimda di vihara-vihara untuk memastikan keamanan di saat perayaan Tahun Baru Imlek.

“Semoga di tahun 2574 ini, kita diberi kebahagiaan dan kedamaian. Semoga Imlek ini memberi keberkahan bagi kita semua,” sebut Fernando.

Baca Juga :  Ini Alasan Yayasan Berhentikan Kepsek yang Perjuangkan THR Guru

Di Vihara di Samiddha Bhagya, Susanti dan rombongan menerima kenang-kenangan yang diserahkan oleh Biksu vihara tersebut.

Selanjutnya, Susanti dan rombongan menuju Vihara Vajra Bumi Simalungun, yang berada di Jalan Cokroaminoto. Di vihara tersebut, dr Susanti menyampaikan dirinya bersama Forkopimda hadir untuk turut serta berbahagia dalam perayaan Tahun Baru Imlek dengan shio Kelinci Air.

“Harapannya, ke depan agar kemakmuran dan kebahagiaan ada pada masyarakat di Kota Pematang Siantar. Kerukunan umat beragama dan etnis merupakan modal dalam membangun Kota Pematang Siantar Bangkit dan Maju serta Pematang Siantar Sehat, Sejahtera, dan Berkualitas,” terangnya.

Dandim 0207/Simalungun Letkol Hadrianus Yossy SB SIPem MHa menambahkan, Kota Pematang Siantar itu merupakan kota yang indah karena ada suku dan agama yang berbeda.

“Hari ini kita merayakan Tahun Baru Imlek yang dirayakan oleh etnis Tionghoa. Keberagaman yang ada di Kota Pematang Siantar ini harus ditingkatkan, agar kota ini memiliki ciri khas yang kuat. Kota yang majemuk namun solid dalam kerukunan,” sebutnya.

Ia berharap semoga kebersamaan menjadi perekat antara pemerintah dan masyarakat.

“Kita sebagai satu saudara, sebagai umat beragama. Semoga ini merupakan awal yang indah untuk kita semua dalam membangun Kota Pematang Siantar,” tandasnya.
Tak jauh dari Vihara Vajra Bumi Simalungun, dengan berjalan kaki, Susanti dan rombongan melanjutkan kunjungan ke Vihara Dharma Prathama, yang juga berlokasi di Jalan Cokroaminoto.

Chandra selaku pengurus vihara, mengakui baru dr Susanti lah, Wali Kota Pematang Siantar yang berkunjung ke vihara tersebut.

“Selamat datang kepada Wali Kota bersama Forkopimda dan Ketua Dekranasda Pematang Siantar,” sambutnya.

Di Vihara Dharma Prathama, Susanti berharap perayaan Tahun Baru Imlek dapat dilaksanakan dengan aman dan damai.

“Semoga di baru ini, kemakmuran dan kebahagiaan menyertai kita semua,” tukasnya.

Terakhir, Susanti dan rombongan berkunjung ke Maha Vihara Vidya Maitreya, di Jalan Ade Irma Suryani. Begitu tiba, rombongan disambut dengan atraksi Barongsai.

Gunawan, salah seorang pengelola Maha Vihara Vidya Maitreya menyampaikan, merupakan suatu kebanggaan atas kehadiran dr Susanti bersama rombongan.

“Di Tahun Kelinci Air ini, saya berharap kita semua diberi kemurahan rezeki,” sebutnya.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Pematang Siantar Jurist Precisely Sitepu mengutarakan, silaturahmi yang dibangun menjadi perekat antara pemerintah dengan masyarakat.

“Keheterogenan masyarakat di Kota Pematang Siantar menjadi sebuah kekuatan. Semoga di Tahun Kelinci Air ini, kita semakin bahagia dan rezeki berlimpah,” katanya.

Di seluruh vihara yang dikunjungi, Susanti menyerahkan bantuan kepada pengurus vihara. Selain itu, sebagai bentuk satu keluarga, Susanti dan Erizal Ginting bersama Forkopimda menerima kenang-kenangan ataupun cenderamata.

Turut hadir, Kakan Kesbangpol Pematang Siantar Sofie M Saragih, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Johannes Sihombing, Plt Kepala Dinas Perhubungan Julham Situmorang, beberapa camat, dan sejumlah tokoh etnis Tionghoa. (rel)

SIANTAR, METRODAILY – Di hari pertama Tahun Baru China 2574 Kongzili atau Imlek, Minggu (22/1/2023) Wali Kota Pematang Siantar Susanti Dewayani SpA bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) berkunjung dan bersilaturahmi ke sejumlah vihara.
Dalam kesempatan tersebut, Susanti yang didampingi Ketua Dekranasda Kota Pematang Siantar Kusma Erizal Ginting, mengenakan busana etnis Tionghoa yang disebut Qipao.

Pertama, Susanti dan rombongan mengunjungi Vihara Avalokitesvara, di Jalan Pematang SK 1/77. Di vihara yang terkenal dengan Patung Dewi Kwan Im itu, Ketua DPD Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Kota Pematang Siantar Susanto melalui Sekretarisnya Chandra mengucapkan terima kasih atas kunjungan Susanti dan Forkopimda, serta tokoh Sumatera Utara (Sumut) Parlindungan Purba.

Chandra berharap silaturahmi tetap terjaga di Kota Pematang Siantar. Sehingga Pematang Siantar bisa kembali menjadi kota paling toleran di Indonesia.

“Semoga tahun Kelinci Air ini membawa kedamaian dan ketenangan di Kota Pematang Siantar,” harapnya.
Pada kesempatan itu, sejumlah tokoh etnis Tionghoa menyerahkan kue khas etnis Tionghoa, yakni kue keranjang atau kue bakul kepada Susanti, Forkopimda, dan Ketua Dekranasda.

Menurut Chandra, perayaan Tahun Baru Imlek tidak lepas dari budaya kue keranjang atau kue bakul, sebagai bukti satu keluarga.

Kehadiran Susanti dan Forkopimda di vihara mengundang perhatian etnis Tionghoa yang hadir. Sejumlah warga tampak meminta berfoto kepada Susanti dan Erizal Ginting.

Selanjutnya, Susanti menyempatkan diri mengunjungi Patung Dewi Kwan Im yang berada di komplek Vihara Avalokitesvara. Patung tersebut berdiri sejak tahun 2005. Patung Dewi Kwan Im ini memiliki tinggi 22,8 meter dan berat sekitar 1.500 ton dan ditetapkan oleh MURI sebagai patung Dewi Kwan Im tertinggi di Asia Tenggara.

Susanti mengatakan, kegiatan di Tahun Baru Imlek tersebut merupakan silaturahmi kepada saudara-saudara etnis Tionghoa yang sedang merayakan Imlek.

“Juga memastikan situasi aman, nyaman, dan damai ketika saudara-saudara kita merayakan Imlek,” sebut Susanti.

Susanti berharap kerukunan umat beragama, etnis, suku, dan ras di Kota Pematang Siantar lebih baik lagi ke depan. “Dan tentunya Kota Pematang Siantar adalah kota yang toleran,” tuturnya.

Dari Vihara Avalokitesvara, Susanti dan rombongan mengunjungi Vihara Samiddha Bhagya yang berada di Jalan Thamrin. Di tempat tersebut, Susanti dan rombongan disambut hangat oleh tokoh etnis Tionghoa.

Dalam kunjungannya itu, Susanti mengungkapkan ia bersama Forkopimda patut bersyukur dan turut berbahagia dalam perayaan Tahun Baru Imlek.

“Kami atas nama pribadi dan Pemko Pematang Siantar mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek. Gong Xi Fa Cai,” ucap Susanti.

Kata Susanti, kehadirannya bersama Forkopimda di vihara-vihara sebagai bukti turut berbahagia dalam perayaan Tahun Baru Imlek.

“Semoga di Tahun Kelinci Air ini, kebahagiaan dan rezeki semakin mengalir,” harapnya.

Kapolres Pematang Siantar AKBP Fernando menambahkan, kehadiran Forkopimda di vihara-vihara untuk memastikan keamanan di saat perayaan Tahun Baru Imlek.

“Semoga di tahun 2574 ini, kita diberi kebahagiaan dan kedamaian. Semoga Imlek ini memberi keberkahan bagi kita semua,” sebut Fernando.

Baca Juga :  Relawan Satgas Covid-19 Dinilai Arogan

Di Vihara di Samiddha Bhagya, Susanti dan rombongan menerima kenang-kenangan yang diserahkan oleh Biksu vihara tersebut.

Selanjutnya, Susanti dan rombongan menuju Vihara Vajra Bumi Simalungun, yang berada di Jalan Cokroaminoto. Di vihara tersebut, dr Susanti menyampaikan dirinya bersama Forkopimda hadir untuk turut serta berbahagia dalam perayaan Tahun Baru Imlek dengan shio Kelinci Air.

“Harapannya, ke depan agar kemakmuran dan kebahagiaan ada pada masyarakat di Kota Pematang Siantar. Kerukunan umat beragama dan etnis merupakan modal dalam membangun Kota Pematang Siantar Bangkit dan Maju serta Pematang Siantar Sehat, Sejahtera, dan Berkualitas,” terangnya.

Dandim 0207/Simalungun Letkol Hadrianus Yossy SB SIPem MHa menambahkan, Kota Pematang Siantar itu merupakan kota yang indah karena ada suku dan agama yang berbeda.

“Hari ini kita merayakan Tahun Baru Imlek yang dirayakan oleh etnis Tionghoa. Keberagaman yang ada di Kota Pematang Siantar ini harus ditingkatkan, agar kota ini memiliki ciri khas yang kuat. Kota yang majemuk namun solid dalam kerukunan,” sebutnya.

Ia berharap semoga kebersamaan menjadi perekat antara pemerintah dan masyarakat.

“Kita sebagai satu saudara, sebagai umat beragama. Semoga ini merupakan awal yang indah untuk kita semua dalam membangun Kota Pematang Siantar,” tandasnya.
Tak jauh dari Vihara Vajra Bumi Simalungun, dengan berjalan kaki, Susanti dan rombongan melanjutkan kunjungan ke Vihara Dharma Prathama, yang juga berlokasi di Jalan Cokroaminoto.

Chandra selaku pengurus vihara, mengakui baru dr Susanti lah, Wali Kota Pematang Siantar yang berkunjung ke vihara tersebut.

“Selamat datang kepada Wali Kota bersama Forkopimda dan Ketua Dekranasda Pematang Siantar,” sambutnya.

Di Vihara Dharma Prathama, Susanti berharap perayaan Tahun Baru Imlek dapat dilaksanakan dengan aman dan damai.

“Semoga di baru ini, kemakmuran dan kebahagiaan menyertai kita semua,” tukasnya.

Terakhir, Susanti dan rombongan berkunjung ke Maha Vihara Vidya Maitreya, di Jalan Ade Irma Suryani. Begitu tiba, rombongan disambut dengan atraksi Barongsai.

Gunawan, salah seorang pengelola Maha Vihara Vidya Maitreya menyampaikan, merupakan suatu kebanggaan atas kehadiran dr Susanti bersama rombongan.

“Di Tahun Kelinci Air ini, saya berharap kita semua diberi kemurahan rezeki,” sebutnya.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Pematang Siantar Jurist Precisely Sitepu mengutarakan, silaturahmi yang dibangun menjadi perekat antara pemerintah dengan masyarakat.

“Keheterogenan masyarakat di Kota Pematang Siantar menjadi sebuah kekuatan. Semoga di Tahun Kelinci Air ini, kita semakin bahagia dan rezeki berlimpah,” katanya.

Di seluruh vihara yang dikunjungi, Susanti menyerahkan bantuan kepada pengurus vihara. Selain itu, sebagai bentuk satu keluarga, Susanti dan Erizal Ginting bersama Forkopimda menerima kenang-kenangan ataupun cenderamata.

Turut hadir, Kakan Kesbangpol Pematang Siantar Sofie M Saragih, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Johannes Sihombing, Plt Kepala Dinas Perhubungan Julham Situmorang, beberapa camat, dan sejumlah tokoh etnis Tionghoa. (rel)

Most Read

Artikel Terbaru