30.6 C
Medan
Monday, January 30, 2023

Nakes TKS Asahan ‘Tekan’ DPRD, Minta Insentif Rp300 Ribu Disahkan

ASAHAN, METRODAILY – Tenaga Kontrak Sukarela (TKS) di jajaran Dinas Kesehatan Asahan menduduki Kantor DPRD Asahan sejak Selasa (22/11) dan bertahan hingga Rabu (23/11). Mereka menuntut insentif Rp300 ribu per bulan disahkan di APBD 2023 Kabupaten Asahan.

Pantauan, Rabu (23/11/2022) hingga pukul 10:30 WIB mereka masih bertahan di pelataran teras gedung utama kantor DPRD Asahan. Sebelumnya ada sekitar 30 orang nakes yang melakukan aksi menginap. Jumlah mereka semakin bertambah jelang pengesahan paripurna APBD tahun anggaran 2023.

“Yang sudah hadir sekarang hampir 200 orang. Kita bertahan sampai selesai paripurna nanti untuk mengawal tuntutan pengesahan anggaran insentif tenaga kesehatan non ASN di Puskesmas yang ditampung dalam APBD 2023,” kata Andre Ansulin, kordinator aksi.

Dia  mengatakan ada total 335 orang tenaga kesehatan yang bertugas di seluruh Puskesmas yang ada di Asahan berstatus TKS dan selama ini tidak mendapatkan gaji hanya menerima uang hasil sisih PNS di tempat mereka masing-masing.

Baca Juga :  Pemko Tanjungbalai Akan Gelar Assessment Gelombang Kedua

“Sebelumnya sudah ada kesepakatan melalui nota dinas dari Dinas Kesehatan perihal permohonan pelanggaran insentif itu dengan plafon anggaran Rp 1,2 Miliar untuk 335 orang dikali Rp 300 ribu per bulan inilah yang kami perjuangkan, kalau dilihat dari nominalnya sesungguhnya tidak pantas,” kata Andre.

Andre menjelaskan diantara nakes ini bahkan ada yang rela membawa anak hingga balita dalam rangka ikut berjuang di tengah aksi. Bahkan dalam aksi sebelumnya lima orang dari mereka melakukan aksi jahit mulut.

Rapat paripurna pengesahan APBD Tahun anggaran 2023 yang seyogianya dijadwalkan dimulai pagi ini pukul 10:00 WIB belum juga dimulai bahkan beberapa anggota DPRD Asahan juga belum hadir ke gedung dewan.(sumber: detik)

ASAHAN, METRODAILY – Tenaga Kontrak Sukarela (TKS) di jajaran Dinas Kesehatan Asahan menduduki Kantor DPRD Asahan sejak Selasa (22/11) dan bertahan hingga Rabu (23/11). Mereka menuntut insentif Rp300 ribu per bulan disahkan di APBD 2023 Kabupaten Asahan.

Pantauan, Rabu (23/11/2022) hingga pukul 10:30 WIB mereka masih bertahan di pelataran teras gedung utama kantor DPRD Asahan. Sebelumnya ada sekitar 30 orang nakes yang melakukan aksi menginap. Jumlah mereka semakin bertambah jelang pengesahan paripurna APBD tahun anggaran 2023.

“Yang sudah hadir sekarang hampir 200 orang. Kita bertahan sampai selesai paripurna nanti untuk mengawal tuntutan pengesahan anggaran insentif tenaga kesehatan non ASN di Puskesmas yang ditampung dalam APBD 2023,” kata Andre Ansulin, kordinator aksi.

Dia  mengatakan ada total 335 orang tenaga kesehatan yang bertugas di seluruh Puskesmas yang ada di Asahan berstatus TKS dan selama ini tidak mendapatkan gaji hanya menerima uang hasil sisih PNS di tempat mereka masing-masing.

Baca Juga :  Bunda PAUD Tapsel Terima Penghargaan dari BPJS Naker

“Sebelumnya sudah ada kesepakatan melalui nota dinas dari Dinas Kesehatan perihal permohonan pelanggaran insentif itu dengan plafon anggaran Rp 1,2 Miliar untuk 335 orang dikali Rp 300 ribu per bulan inilah yang kami perjuangkan, kalau dilihat dari nominalnya sesungguhnya tidak pantas,” kata Andre.

Andre menjelaskan diantara nakes ini bahkan ada yang rela membawa anak hingga balita dalam rangka ikut berjuang di tengah aksi. Bahkan dalam aksi sebelumnya lima orang dari mereka melakukan aksi jahit mulut.

Rapat paripurna pengesahan APBD Tahun anggaran 2023 yang seyogianya dijadwalkan dimulai pagi ini pukul 10:00 WIB belum juga dimulai bahkan beberapa anggota DPRD Asahan juga belum hadir ke gedung dewan.(sumber: detik)

Most Read

Artikel Terbaru