alexametrics
23.9 C
Medan
Saturday, August 13, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Bocah Peminum Bensin Asal Tg.Balai Pemulihan di Medan

TANJUNGBALAI, METRODAILY.id – Beberapa waktu lalu, warganet dihebohkan dengan viralnya seorang bocah asal Tanjungbalai yang punya kebiasaan meminum bensin. Kondisi bocah berinisial A yang masih berumur 11 tahun tersebut saat itu mencuri perhatian banyak pihak, lantaran tidak lazim dan dinilai berbahaya bagi kesehatannya.

Usai viral, A sempat dibawa ke Balai Pengobatan Lanal TNI di Asahan untuk dilakukan tindakan penanganan. Namun kabarnya, saat ini A tengah menjalani pemulihan melalui psikologi di Balai Bahagia Medan.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Bahagia Medan, Budi Prayitno mengatakan, A sudah sekitar dua minggu dibina dan direhabilitasi dan kini kondisinya sudah lebih baik dari sebelumnya. Kebiasaan A meminum bensin mulai berhasil dihilangkan.

“Perilaku A ini sempat viral karena kecanduan meminum bensin. Tapi sejak dua pekan, dia kita bina di sini, kebiasaan itu mulai teralihkan,” kata Budi.

Budi menjelaskan, kebiasaan A meminum bensin tersebut sudah dimulai sejak lima tahun yang lalu. Kebiasaan itu muncul akibat pola asuh kedua orang tua A yang tidak terkontrol dan cenderung permisif pada kebiasaan anak.Namun hal tersebut bukan tanpa alasan, orang tua A mengaku tak tega lantaran sang anak memiliki penyakit epilepsi yang bisa kambuh setiap kali kemauannya tidak dipenuhi.

Di Balai Bahagia Medan, A mendapatkan pendampingan yang melibatkan psikolog. Ia pelan-pelan dilatih untuk bisa mengalihkan kebiasaan minum bensinnya dengan cara memperbanyak kegiatan bermain.Ia diajak untuk banyak melakukan kegiatan fisik, seperti bermain bulu tangkis di lapangan olahraga. Saat ini kondisi fisik A dalam kondisi yang bugar dan tidak ada masalah pada kesehatannya. Namun, Ia masih kesulitan berkomunikasi.

Baca Juga :  Waris Tholib Sampaikan Selamat Hari Adhyaksa Ke-62

“Dia mulai sibuk bermain. Ada perawat masih muda, sudah seperti abang buat dia. Kita perbanyak aktivitas yang buat dia lupa. Kita juga sempat rontgen, secara umum tidak ada masalah di kesehatannya,” kata Budi.

Meski kondisinya sudah membaik, Budi belum bisa memastikan kapan A bisa dikembalikan ke keluarganya. Ia baru akan dipulangkan jika kebiasaan minum bensinnya sudah benar-benar hilang. Selama ini, seluruh biaya perawatan A ditanggung oleh pemerintah setempat.

“A baru boleh pulang setelah benar-benar meninggalkan kebiasaannya. Semuanya diputuskan oleh psikolog,” kata Budi.

Sebelumnya, kondisi A ini memang sempat menghebohkan banyak orang. Ibu A yang berinisial UR menyebut, kecanduan meminum bensin sang anak diawali dari kebiasaannya menghirup aroma bensin dari motor yang dimiliki orang tua di rumah.

Bahkan, A tidak bisa tidur dengan nyenyak jika tidak menghirup aroma bensin sebelum beristirahat. Saat di rumah, A juga kerap mencongkel kendaraan milik keluarganya untuk mendapatkan bensin.

“Selalu ada celah untuk dia keluar (mengambil bensin), bahkan dia itu tidurnya pun tidak nyenyak. Dan dia juga selalu cari jalan buat dapat bensin, seperti mencongkel dan membuka kendaraan,” ungkap UR.

Parahnya, A juga sering mencari bensin hingga ke tempat tetangganya. UR mengatakan, suatu hari saat Ia sedang sakit dan tidak mengawasi A, tiba-tiba anaknya menghilang dari rumah. Saat dicari ternyata anaknya tengah menghirup bensin di kendaraan tetangganya.

“Beberapa kali saya peringatkan agar tidak melakukan itu, bahkan pernah saya kurung di dalam rumah tapi selalu ada cara buat dia keluar,” terang UR. (int)

TANJUNGBALAI, METRODAILY.id – Beberapa waktu lalu, warganet dihebohkan dengan viralnya seorang bocah asal Tanjungbalai yang punya kebiasaan meminum bensin. Kondisi bocah berinisial A yang masih berumur 11 tahun tersebut saat itu mencuri perhatian banyak pihak, lantaran tidak lazim dan dinilai berbahaya bagi kesehatannya.

Usai viral, A sempat dibawa ke Balai Pengobatan Lanal TNI di Asahan untuk dilakukan tindakan penanganan. Namun kabarnya, saat ini A tengah menjalani pemulihan melalui psikologi di Balai Bahagia Medan.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Bahagia Medan, Budi Prayitno mengatakan, A sudah sekitar dua minggu dibina dan direhabilitasi dan kini kondisinya sudah lebih baik dari sebelumnya. Kebiasaan A meminum bensin mulai berhasil dihilangkan.

“Perilaku A ini sempat viral karena kecanduan meminum bensin. Tapi sejak dua pekan, dia kita bina di sini, kebiasaan itu mulai teralihkan,” kata Budi.

Budi menjelaskan, kebiasaan A meminum bensin tersebut sudah dimulai sejak lima tahun yang lalu. Kebiasaan itu muncul akibat pola asuh kedua orang tua A yang tidak terkontrol dan cenderung permisif pada kebiasaan anak.Namun hal tersebut bukan tanpa alasan, orang tua A mengaku tak tega lantaran sang anak memiliki penyakit epilepsi yang bisa kambuh setiap kali kemauannya tidak dipenuhi.

Di Balai Bahagia Medan, A mendapatkan pendampingan yang melibatkan psikolog. Ia pelan-pelan dilatih untuk bisa mengalihkan kebiasaan minum bensinnya dengan cara memperbanyak kegiatan bermain.Ia diajak untuk banyak melakukan kegiatan fisik, seperti bermain bulu tangkis di lapangan olahraga. Saat ini kondisi fisik A dalam kondisi yang bugar dan tidak ada masalah pada kesehatannya. Namun, Ia masih kesulitan berkomunikasi.

Baca Juga :  Vaksinasi Lansia di Sumut Jauh dari Target

“Dia mulai sibuk bermain. Ada perawat masih muda, sudah seperti abang buat dia. Kita perbanyak aktivitas yang buat dia lupa. Kita juga sempat rontgen, secara umum tidak ada masalah di kesehatannya,” kata Budi.

Meski kondisinya sudah membaik, Budi belum bisa memastikan kapan A bisa dikembalikan ke keluarganya. Ia baru akan dipulangkan jika kebiasaan minum bensinnya sudah benar-benar hilang. Selama ini, seluruh biaya perawatan A ditanggung oleh pemerintah setempat.

“A baru boleh pulang setelah benar-benar meninggalkan kebiasaannya. Semuanya diputuskan oleh psikolog,” kata Budi.

Sebelumnya, kondisi A ini memang sempat menghebohkan banyak orang. Ibu A yang berinisial UR menyebut, kecanduan meminum bensin sang anak diawali dari kebiasaannya menghirup aroma bensin dari motor yang dimiliki orang tua di rumah.

Bahkan, A tidak bisa tidur dengan nyenyak jika tidak menghirup aroma bensin sebelum beristirahat. Saat di rumah, A juga kerap mencongkel kendaraan milik keluarganya untuk mendapatkan bensin.

“Selalu ada celah untuk dia keluar (mengambil bensin), bahkan dia itu tidurnya pun tidak nyenyak. Dan dia juga selalu cari jalan buat dapat bensin, seperti mencongkel dan membuka kendaraan,” ungkap UR.

Parahnya, A juga sering mencari bensin hingga ke tempat tetangganya. UR mengatakan, suatu hari saat Ia sedang sakit dan tidak mengawasi A, tiba-tiba anaknya menghilang dari rumah. Saat dicari ternyata anaknya tengah menghirup bensin di kendaraan tetangganya.

“Beberapa kali saya peringatkan agar tidak melakukan itu, bahkan pernah saya kurung di dalam rumah tapi selalu ada cara buat dia keluar,” terang UR. (int)

iklan-usi
iklanpemko
iklanpemko
iklan-usi

Most Read

Artikel Terbaru

/