30.6 C
Medan
Monday, January 30, 2023

Perbaikan Jalan Provinsi Lamban, Termasuk di Simalungun

SIMALUNGUN, METRODAILY – Proses pengerjaan peningkatan kualitas jalan di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dinilai masyarakat sangat lambat. Walau pemenang proyek sudah ditetapkan, di lapangan progress perbaikan jalan, jembatan, dan parit dengan total nilai Rp2,7 Triliun belum memuaskan masyarakat. Termasuk di Kabupaten Simalungun yang kondisi jalannya paling parah.

Menanggapi kondisi ini, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut Mangapul Purba menyampaikan, persoalan permasalahan jalan provinsi yang rusak sudah seluruhnya ditampung. Proses perencanaan hingga penganggarannya telah dilalui dan sudah disahkan di APBD Sumut tahun 2022 dengan konsep multi year yakni tahun 2022 hingga 2023.

Dengan target, tahun 2023 semua kondisi jalan rusak sudah menjadi jalan layak pakai. Karena itu sepenuhnya dalam proses pengerjaan sudah menjadi tanggung jawab pemenang tender yang dalam hal ini dimenangkan oleh salah satu BUMN bersama dengan Pemprovsu sebagai kuasa anggaran.

“Jadi mohon kita bersabar menunggu proses dan tetap melakukan pengawasan terhadap proses dan pengerjaan penanganan jalan rusak tersebut,” kata kader PDIP dari daerah pemilihan Simalungun – Siantar ini.

“Sekali lagi kami mohon maaf atas keterlambatan ini dan kita menjelaskan bahwa wewenang kita sebagai legislator hanya proses penganggaran dan pengawasan. Namun pelaksana adalah pihak eksekutif dan pihak ketiga yang mengerjakan, dan sampai saat ini kita tetap konsisten mendorong agar Pemprov lebih cepat bergerak mengerjakan proyek dimaksud demi kepentingan masyarakat Sumut,”katanya.

Baca Juga :  Satu Unit Truk Terbakar di Tapteng

Sebelumnya, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumut Bambang Pardede saat konferensi pers di Lt. 2 Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Selasa (26/7/2022) lalu menjelaskan, beberapa daerah yang saat ini sedang dalam tahap pengerjaan antara lain Sp.Pertempuran-Bts. Medan (Marelan), jalur alternatif Medan-Berastagi (Kec. Kutalimbaru), ruas batas P. Siantar menuju Pematang Raya (Kec. Panei), Tanah Jawa – Bts. Asahan, Bts. P. Siantar-Tanah Jawa, Jalan PLTA Sidikalang, Jalan Huta Jungak (Pakpak Bharat), ruas Gunung Tua-Binanga (Paluta), ruas Ujung Batu-bts. Riau (Palas), dan Muara Soma – Sp. Gambir (Madina).

Sedang dilakukan normalisasi samping jalan, drainase, pemasangan batu, merapikan bahu jalan, menambal jalan berlubang, serta pengerasan jalan.

“Sekarang masih tahap awal, namanya tahap fungsional seperti membuat aliran air, membersihkan jalan, menambal lubang, pengerasan dan lain-lain. Itu harus dilakukan sebelum pengaspalan,” kata Bambang Pardede.

Namun, amatan di lapangan, di Jalan Provinsi penghubung Kota Siantar – Pematang Raya, setelah dilakukan pembersihan pada bulan Juli lalu, pembangunan parit terlihat sangat lambat progresnya.

Bahkan hingga Septembber, diperkirakan tidak lebih 500 meter yang sudah dikerjakan, dan belum tahap finishing, dari perkiraan 3 kilometer parit di sisi jalan yang akan diperbaiki.

Masyarakat berharap perbaikan jalan dipercepat, karena material bekas penggalian parit menimbulkan abu pekat dan kondisi jalan juga semakin rusak parah. (esa)

SIMALUNGUN, METRODAILY – Proses pengerjaan peningkatan kualitas jalan di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dinilai masyarakat sangat lambat. Walau pemenang proyek sudah ditetapkan, di lapangan progress perbaikan jalan, jembatan, dan parit dengan total nilai Rp2,7 Triliun belum memuaskan masyarakat. Termasuk di Kabupaten Simalungun yang kondisi jalannya paling parah.

Menanggapi kondisi ini, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut Mangapul Purba menyampaikan, persoalan permasalahan jalan provinsi yang rusak sudah seluruhnya ditampung. Proses perencanaan hingga penganggarannya telah dilalui dan sudah disahkan di APBD Sumut tahun 2022 dengan konsep multi year yakni tahun 2022 hingga 2023.

Dengan target, tahun 2023 semua kondisi jalan rusak sudah menjadi jalan layak pakai. Karena itu sepenuhnya dalam proses pengerjaan sudah menjadi tanggung jawab pemenang tender yang dalam hal ini dimenangkan oleh salah satu BUMN bersama dengan Pemprovsu sebagai kuasa anggaran.

“Jadi mohon kita bersabar menunggu proses dan tetap melakukan pengawasan terhadap proses dan pengerjaan penanganan jalan rusak tersebut,” kata kader PDIP dari daerah pemilihan Simalungun – Siantar ini.

“Sekali lagi kami mohon maaf atas keterlambatan ini dan kita menjelaskan bahwa wewenang kita sebagai legislator hanya proses penganggaran dan pengawasan. Namun pelaksana adalah pihak eksekutif dan pihak ketiga yang mengerjakan, dan sampai saat ini kita tetap konsisten mendorong agar Pemprov lebih cepat bergerak mengerjakan proyek dimaksud demi kepentingan masyarakat Sumut,”katanya.

Baca Juga :  Jalan Penghubung Siantar – Raya Kembali Longsor di Nagori Simpang Raya Dasma

Sebelumnya, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumut Bambang Pardede saat konferensi pers di Lt. 2 Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Selasa (26/7/2022) lalu menjelaskan, beberapa daerah yang saat ini sedang dalam tahap pengerjaan antara lain Sp.Pertempuran-Bts. Medan (Marelan), jalur alternatif Medan-Berastagi (Kec. Kutalimbaru), ruas batas P. Siantar menuju Pematang Raya (Kec. Panei), Tanah Jawa – Bts. Asahan, Bts. P. Siantar-Tanah Jawa, Jalan PLTA Sidikalang, Jalan Huta Jungak (Pakpak Bharat), ruas Gunung Tua-Binanga (Paluta), ruas Ujung Batu-bts. Riau (Palas), dan Muara Soma – Sp. Gambir (Madina).

Sedang dilakukan normalisasi samping jalan, drainase, pemasangan batu, merapikan bahu jalan, menambal jalan berlubang, serta pengerasan jalan.

“Sekarang masih tahap awal, namanya tahap fungsional seperti membuat aliran air, membersihkan jalan, menambal lubang, pengerasan dan lain-lain. Itu harus dilakukan sebelum pengaspalan,” kata Bambang Pardede.

Namun, amatan di lapangan, di Jalan Provinsi penghubung Kota Siantar – Pematang Raya, setelah dilakukan pembersihan pada bulan Juli lalu, pembangunan parit terlihat sangat lambat progresnya.

Bahkan hingga Septembber, diperkirakan tidak lebih 500 meter yang sudah dikerjakan, dan belum tahap finishing, dari perkiraan 3 kilometer parit di sisi jalan yang akan diperbaiki.

Masyarakat berharap perbaikan jalan dipercepat, karena material bekas penggalian parit menimbulkan abu pekat dan kondisi jalan juga semakin rusak parah. (esa)

Most Read

Artikel Terbaru