alexametrics
27 C
Medan
Tuesday, August 9, 2022

iklanpemko

Dua Truk Kayu Ilegal Tangkapan Polres Palas Dilepas

PALAS, METRODAILY.id – Transparansi Polres Palas dipertanyakan terkait penangkapan dua truk pengangkut kayu ilegal. Setelah ditangkap dan diproses beberapa waktu lalu, Polres Palas diduga melepas tangkapan dua truk kayu ilegal dari Pinarik Kecamatan Batang Lubu Sutam tersebut. Tidak ada ditemukan unsur pidana dalam penangkapan itu.

Kapolres Palas AKBP Jarot Yusviq Andito saat dihubungi wartawan tidak berkomentar panjang. Ia mempersilahkan awak media mempertanyakan kasus ke Kasat Reskrim.

“Terkait (tangkapan dua truk kayu ilegal, red) itu, (tanya, red) ke Kasat Reskrim aja,” tukas Kapolres lewat sambungan telepon genggam.

Sementara Kasat Reskrim AKP Aman B Putra yang dikonfirmasi, Rabu (21/7) lalu, mengaku telah melimpahkan kasus ini ke Kehutanan Provinsi melalui PKH 7 Unit Gunung Tua. Disinggung proses pelepasan hingga uang tebusan terhadap dua truk kayu ini, Kasat membantah. Dan tidak ada tindak pidana di dalamnya.

“Sudah kita limpahkan ke Kehutanan. Panggil siapa yang ngasih, sama siapa dikasih,” sebut Kasat Reskrim.

Sedang Davit, Kepala PKH 7 Unit Gunung Tua yang dihubungi, membenarkan pelimpahan tersebut. Seperti dikatakannya sebelumnya, berdasarkan pengakuan pemiliknya, kayu itu diambil dari APL. Bukan kawasan.

Dan terhadap pemilik dua truk kayu, hanya dikenakan sanksi administrasi saja.

“Sesuai pengakuan mereka (pemilik kayu), lalu kita cek tunggul dan itu APL. Kecuali tadi itu kawasan. Jadi hanya sanksi administrasi saja, bayar ke negara berkisar Rp4 jutaan,” ujar Davit.

Sebelumnya diberitakan, dua truk Colt Diesel bermuatan kayu diduga ilegal dari kecamatan Batang Lubu Sutam Pinarik, diamankan petugas Polres Palas, minggu lalu. Kedua truk lalu dibawa ke Mapolres Palas.

Hanya saja truk sempat diparkirkan di belakang perumahan dinas kepolisian, diduga sengaja disembunyikan agar tidak mencolok.

Ali Sodikin Lubis dan Bajora Hasibuan, selaku pemilik truk bermuatan kayu itu membenarkan penangkapan tersebut. Menurut dua orang yang dijumpai, Sabtu (19/6) saat memenuhi panggilan di Polres Palas ini, muatan kayu lebih dari sepuluh kubik.

Baca Juga :  Vaksinasi Dosis Tiga Mulai 12 Januari

“Satu truk lebih dari lima kubik,” kata Ali Sadikin.

Ali Sodikin Lubis, juga mengakui tidak ada memiliki dokumen pengangkutan kayu. Dan sejauh ini, para pemain kayu tidak ada dilengkapi dokumen.

“Mana pengurusan dokumennya, biar kami urus. Kami juga mau yang resmi. Banyak yang main (kayu) mana ada itu dokumen,” terang Ali.

Davit Erwinsyah, Kepala Unit Kesatuan Pengelolaan Hutan (PKH) Wilayah VII Gunung Tua unit 31 Sosa saat bersamaan juga turut membenarkan, bahwa truk bermuatan kayu itu ilegal. Setelah cek tunggul ke lokasi yang berada di wilayah Desa Hatongga Kecamatan Batang Lubu Sutam, kayu jenis meranti dan rimba campuran ini diambil dari kawasan areal penggunaan lain (putih). Dan itu juga berdasarkan pengakuan toke (pemilik kayu), bahwa kayu itu diambil dari kawasan putih.

“Ya sesuai pengakuan mereka (dua pemilik kayu), diambil di kawasan Desa Hatongga, kita cek tunggul, ya itu kawasan putih,” jelas Davit.

Namun Davit tak menampik, kawasan hutan diduga juga jadi sasaran perambahan hutan ini. Dan sejauh ini belum ada pengecekan rutin yang dilakukan.

Dalam hal ini, PKH VII telah menghitung kerugian negara. Ada berkisar Rp7 juta lebih, kerugian negara yang harus dibayarkan sesuai pembayaran sumberdaya hutan dan dana reboisasi (PSDH DR).

“Ilegal, karena tidak dilengkapi dokumen pengangkutan sah hasil hutan kayu. Sejak 2013, kehutanan rakyat (KR) sudah dicabut (ditiadakan). Dan hasil perhitungan kita juga hasil cek ke lokasi sudah kita serahkan ke polisi,” tukas Davit.

Sementara Kapolres Palas AKBP Jarot Yusviq Andito SIk mengakui kasus itu sudah ditangani. Dan sudah dilimpahkan ke kehutanan. “Kasus limpah ke kehutanan, langsung saja ke Kasat Reskrim,” kata Kapolres lewat pesannya.(tan)

PALAS, METRODAILY.id – Transparansi Polres Palas dipertanyakan terkait penangkapan dua truk pengangkut kayu ilegal. Setelah ditangkap dan diproses beberapa waktu lalu, Polres Palas diduga melepas tangkapan dua truk kayu ilegal dari Pinarik Kecamatan Batang Lubu Sutam tersebut. Tidak ada ditemukan unsur pidana dalam penangkapan itu.

Kapolres Palas AKBP Jarot Yusviq Andito saat dihubungi wartawan tidak berkomentar panjang. Ia mempersilahkan awak media mempertanyakan kasus ke Kasat Reskrim.

“Terkait (tangkapan dua truk kayu ilegal, red) itu, (tanya, red) ke Kasat Reskrim aja,” tukas Kapolres lewat sambungan telepon genggam.

Sementara Kasat Reskrim AKP Aman B Putra yang dikonfirmasi, Rabu (21/7) lalu, mengaku telah melimpahkan kasus ini ke Kehutanan Provinsi melalui PKH 7 Unit Gunung Tua. Disinggung proses pelepasan hingga uang tebusan terhadap dua truk kayu ini, Kasat membantah. Dan tidak ada tindak pidana di dalamnya.

“Sudah kita limpahkan ke Kehutanan. Panggil siapa yang ngasih, sama siapa dikasih,” sebut Kasat Reskrim.

Sedang Davit, Kepala PKH 7 Unit Gunung Tua yang dihubungi, membenarkan pelimpahan tersebut. Seperti dikatakannya sebelumnya, berdasarkan pengakuan pemiliknya, kayu itu diambil dari APL. Bukan kawasan.

Dan terhadap pemilik dua truk kayu, hanya dikenakan sanksi administrasi saja.

“Sesuai pengakuan mereka (pemilik kayu), lalu kita cek tunggul dan itu APL. Kecuali tadi itu kawasan. Jadi hanya sanksi administrasi saja, bayar ke negara berkisar Rp4 jutaan,” ujar Davit.

Sebelumnya diberitakan, dua truk Colt Diesel bermuatan kayu diduga ilegal dari kecamatan Batang Lubu Sutam Pinarik, diamankan petugas Polres Palas, minggu lalu. Kedua truk lalu dibawa ke Mapolres Palas.

Hanya saja truk sempat diparkirkan di belakang perumahan dinas kepolisian, diduga sengaja disembunyikan agar tidak mencolok.

Ali Sodikin Lubis dan Bajora Hasibuan, selaku pemilik truk bermuatan kayu itu membenarkan penangkapan tersebut. Menurut dua orang yang dijumpai, Sabtu (19/6) saat memenuhi panggilan di Polres Palas ini, muatan kayu lebih dari sepuluh kubik.

Baca Juga :  Tabrak Mini Bus di Sibabangun, Pengendara Sepeda Motor Meninggal

“Satu truk lebih dari lima kubik,” kata Ali Sadikin.

Ali Sodikin Lubis, juga mengakui tidak ada memiliki dokumen pengangkutan kayu. Dan sejauh ini, para pemain kayu tidak ada dilengkapi dokumen.

“Mana pengurusan dokumennya, biar kami urus. Kami juga mau yang resmi. Banyak yang main (kayu) mana ada itu dokumen,” terang Ali.

Davit Erwinsyah, Kepala Unit Kesatuan Pengelolaan Hutan (PKH) Wilayah VII Gunung Tua unit 31 Sosa saat bersamaan juga turut membenarkan, bahwa truk bermuatan kayu itu ilegal. Setelah cek tunggul ke lokasi yang berada di wilayah Desa Hatongga Kecamatan Batang Lubu Sutam, kayu jenis meranti dan rimba campuran ini diambil dari kawasan areal penggunaan lain (putih). Dan itu juga berdasarkan pengakuan toke (pemilik kayu), bahwa kayu itu diambil dari kawasan putih.

“Ya sesuai pengakuan mereka (dua pemilik kayu), diambil di kawasan Desa Hatongga, kita cek tunggul, ya itu kawasan putih,” jelas Davit.

Namun Davit tak menampik, kawasan hutan diduga juga jadi sasaran perambahan hutan ini. Dan sejauh ini belum ada pengecekan rutin yang dilakukan.

Dalam hal ini, PKH VII telah menghitung kerugian negara. Ada berkisar Rp7 juta lebih, kerugian negara yang harus dibayarkan sesuai pembayaran sumberdaya hutan dan dana reboisasi (PSDH DR).

“Ilegal, karena tidak dilengkapi dokumen pengangkutan sah hasil hutan kayu. Sejak 2013, kehutanan rakyat (KR) sudah dicabut (ditiadakan). Dan hasil perhitungan kita juga hasil cek ke lokasi sudah kita serahkan ke polisi,” tukas Davit.

Sementara Kapolres Palas AKBP Jarot Yusviq Andito SIk mengakui kasus itu sudah ditangani. Dan sudah dilimpahkan ke kehutanan. “Kasus limpah ke kehutanan, langsung saja ke Kasat Reskrim,” kata Kapolres lewat pesannya.(tan)

iklan-usi
iklanpemko
iklan-usi

Most Read

Artikel Terbaru

/