alexametrics
31.7 C
Medan
Monday, August 15, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Tapteng jadi Kabupaten di Sumut Penerima Program Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi

iklan-usi

TAPTENG, METRODAILY.id – Tim Pelaksana Swakelola Fakultas Kedokteran USU dan Kemenkes akan melakukan Pendampingan 1 Supervisi Fasilitatif Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Tapteng selama 5 hari, terhitung sejak 21 hingga 24 Juni 2021.

Supervisi ini merupakan bagian dari kegiatan Kerjasama Swakelola antara FK USU dengan Direktorat Kesehatan Keluarga Kemenkes.

Rombongan Tim Pelaksana Swakelola FK USU-Kementerian Kesehatan yang diketuai Prof Dr dr Sarma Nursani Lumban Raja, Sp.OG(K) diterima Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Tapteng)l, Yetty Sembiring, S.STP, MM di ruang rapat sekdakab, Kantor Bupati Tapteng, Senin (21/6).

Pada kesempatan itu, Prof Dr dr Sarma Nursani Lumban Raja, Sp.OG(K) menyampaikan bahwa program yang mereka lakukan merupakan program fasilitatif oleh Kemenkes sebagai salah satu upaya agar angka kematian ibu dan bayi menurun di daerah di Indonesia.

Kemenkes menawarkan program ini untuk dikerjasamakan dengan Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Dijelaskannya, pada tahun 2018 akhir, pihak Kemenkes menggelar rapat dengan para Rektor PTN untuk menawarkan program tersebut, yang akhirnya diberikan ke USU.

“Dan dari USU, saya terpilih menjadi ketuanya dan terpilih program yang kita buat dan usulkan ini oleh Kemenkes. Selanjutnya, pada tahun 2019, kita diberikan 5 kabupaten di Sumatera Utara kita melakukan kunjungan 3 kali ke 30 puskesmas dan hasilnya kita laporkan ke Fornas di Banda Aceh. Setelah itu, Kementerian Kesehatan memberikan lagi kepercayaan untuk kami melakukan program yang serupa, hanya di Sumatera Utara dan satu Kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur, yaitu Kabupaten Ende,” ungkapnya.

Sementara di Sumatera Utara, lanjut Prof Dr dr Sarma Nursani Lumban Raja, Sp.OG(K) menjelaskan, Kabupaten Tapteng terpilih untuk pelaksanaan program ini yang dimulai kunjungan pertama di bulan Juni 2021.

“Kita akan lakukan kunjungan 3 kali ke puskesmas di Kabupaten Tapanuli Tengah dan ini kunjungan pertama. Pada bulan September 2021 akan dilakukan kunjungan kedua dan pada bulan November 2021 dilakukan kunjungan ketiga, sekaligus memberikan feedback hasil pelaksanaan program tersebut,” jelasnya.

Baca Juga :  Desa Labuhan Rasoki Psp Resmi Jadi Kampung Pancasila

Harapannya, program yang dilakukan akan berjalan baik. Nantinya, program tersebut akan dilanjutkan oleh sumber daya kesehatan dari Kabupaten Tapanuli Tengah.

“Nanti, kita akan melibatkan spesialis anak dan spesialis kebidanan dari rumah sakit daerah, agar dapat dilakukan berkelanjutan secara mandiri. Kita juga didampingi dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatra Utara. Jadi di kemudian hari, Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah dapat melakukan program yang serupa sehingga angka kematian ibu dan anak dapat turun secara signifikan,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut, Sekdakab Tapteng menyampaikan titip salam Bupati Tapteng Bapak Bakhtiar Ahmad Sibarani dan Wakil Bupati Bapak Darwin Sitompul serta menyambut baik kedatangan Tim Pelaksana Swakelola FK USU- Kemenkes ke Tapteng.

“Harapan kami, melalui bantuan supervisi ini dapat meningkatkan kualitas kesehatah ibu dan anak di Tapanuli Tengah. Mereduksi kematian ibu dan anak, serta Sumber Daya Kesehatan Tapteng dapat ilmu yang bermanfaat untuk diterapkan secara mandiri di Tapanuli Tengah,” kata Yetty Sembiring.

Di akhir pertemuan, Pemkab Tapteng melalui dan Ketua Tim Pelaksana Swakelola FK USU-Kemenkes saling bertukar cenderamata.

Turut mendampingi Ketua Tim, dr Iman Helmi Efendi, M Ked ( OG), Sp.OG ( K) sebagai Wakil Ketua Tim. Kemudian, Dr dr Bugis Mardina Lubis Sp.A (K), Dr rer Medic dr M. Ichwan, M.Sc Sp, KKLP, Arjuna, SST, dan Zulaidah Maisysroh Lubis, SKM, M.Kes sebagai anggota.

Turut hadir pada pertemuan itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Tapteng Drs Erwin Marpaung dan Kadis Kesehatan Tapteng Hj. Nursyam, S.K.M, M.Kes. (ts)

TAPTENG, METRODAILY.id – Tim Pelaksana Swakelola Fakultas Kedokteran USU dan Kemenkes akan melakukan Pendampingan 1 Supervisi Fasilitatif Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Tapteng selama 5 hari, terhitung sejak 21 hingga 24 Juni 2021.

Supervisi ini merupakan bagian dari kegiatan Kerjasama Swakelola antara FK USU dengan Direktorat Kesehatan Keluarga Kemenkes.

Rombongan Tim Pelaksana Swakelola FK USU-Kementerian Kesehatan yang diketuai Prof Dr dr Sarma Nursani Lumban Raja, Sp.OG(K) diterima Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Tapteng)l, Yetty Sembiring, S.STP, MM di ruang rapat sekdakab, Kantor Bupati Tapteng, Senin (21/6).

Pada kesempatan itu, Prof Dr dr Sarma Nursani Lumban Raja, Sp.OG(K) menyampaikan bahwa program yang mereka lakukan merupakan program fasilitatif oleh Kemenkes sebagai salah satu upaya agar angka kematian ibu dan bayi menurun di daerah di Indonesia.

Kemenkes menawarkan program ini untuk dikerjasamakan dengan Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Dijelaskannya, pada tahun 2018 akhir, pihak Kemenkes menggelar rapat dengan para Rektor PTN untuk menawarkan program tersebut, yang akhirnya diberikan ke USU.

“Dan dari USU, saya terpilih menjadi ketuanya dan terpilih program yang kita buat dan usulkan ini oleh Kemenkes. Selanjutnya, pada tahun 2019, kita diberikan 5 kabupaten di Sumatera Utara kita melakukan kunjungan 3 kali ke 30 puskesmas dan hasilnya kita laporkan ke Fornas di Banda Aceh. Setelah itu, Kementerian Kesehatan memberikan lagi kepercayaan untuk kami melakukan program yang serupa, hanya di Sumatera Utara dan satu Kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur, yaitu Kabupaten Ende,” ungkapnya.

Sementara di Sumatera Utara, lanjut Prof Dr dr Sarma Nursani Lumban Raja, Sp.OG(K) menjelaskan, Kabupaten Tapteng terpilih untuk pelaksanaan program ini yang dimulai kunjungan pertama di bulan Juni 2021.

“Kita akan lakukan kunjungan 3 kali ke puskesmas di Kabupaten Tapanuli Tengah dan ini kunjungan pertama. Pada bulan September 2021 akan dilakukan kunjungan kedua dan pada bulan November 2021 dilakukan kunjungan ketiga, sekaligus memberikan feedback hasil pelaksanaan program tersebut,” jelasnya.

Baca Juga :  Karantina Pertanian TBA Ekspor 5 Produk Unggulan

Harapannya, program yang dilakukan akan berjalan baik. Nantinya, program tersebut akan dilanjutkan oleh sumber daya kesehatan dari Kabupaten Tapanuli Tengah.

“Nanti, kita akan melibatkan spesialis anak dan spesialis kebidanan dari rumah sakit daerah, agar dapat dilakukan berkelanjutan secara mandiri. Kita juga didampingi dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatra Utara. Jadi di kemudian hari, Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah dapat melakukan program yang serupa sehingga angka kematian ibu dan anak dapat turun secara signifikan,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut, Sekdakab Tapteng menyampaikan titip salam Bupati Tapteng Bapak Bakhtiar Ahmad Sibarani dan Wakil Bupati Bapak Darwin Sitompul serta menyambut baik kedatangan Tim Pelaksana Swakelola FK USU- Kemenkes ke Tapteng.

“Harapan kami, melalui bantuan supervisi ini dapat meningkatkan kualitas kesehatah ibu dan anak di Tapanuli Tengah. Mereduksi kematian ibu dan anak, serta Sumber Daya Kesehatan Tapteng dapat ilmu yang bermanfaat untuk diterapkan secara mandiri di Tapanuli Tengah,” kata Yetty Sembiring.

Di akhir pertemuan, Pemkab Tapteng melalui dan Ketua Tim Pelaksana Swakelola FK USU-Kemenkes saling bertukar cenderamata.

Turut mendampingi Ketua Tim, dr Iman Helmi Efendi, M Ked ( OG), Sp.OG ( K) sebagai Wakil Ketua Tim. Kemudian, Dr dr Bugis Mardina Lubis Sp.A (K), Dr rer Medic dr M. Ichwan, M.Sc Sp, KKLP, Arjuna, SST, dan Zulaidah Maisysroh Lubis, SKM, M.Kes sebagai anggota.

Turut hadir pada pertemuan itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Tapteng Drs Erwin Marpaung dan Kadis Kesehatan Tapteng Hj. Nursyam, S.K.M, M.Kes. (ts)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

Arsenal Bantai Leicester

Inter Menang Tipis Atas Lecce

Awal Manis Milan

PSG Pesta Gol

City Benamkan Bournemouth

/