alexametrics
22.8 C
Medan
Friday, August 19, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Sehari, Positif Covid-19 di Sumut Tembus 903 Orang

iklan-usi

MEDAN, METRODAILY.id – Sempat mengalami penurunan yang signifikan, dari 1.127 orang menjadi 611 orang pada Senin (19/7) kemarin, kasus baru harian Covid-19 di Sumatera Utara (Sumut) kembali melonjak pada Selasa (20/7).

Berdasarkan data harian Kemenkes RI pertanggal 20 Juli 2021 yang disampaikan BNPB, tercatat Sumut memperoleh penambahan 903 orang kasus baru positif melalui hasil pemeriksaan swab PCR.

Dengan penambahan tersebut, akumulasi positif Covid-19 di Sumut naik dari 45.146 menjadi 46.049 orang.

Dalam data tersebut juga, Sumut menjadi daerah penyumbang kedelapan terbesar dari 38.325 kasus baru nasional. Selain itu, pada kasus kematian, Sumut juga mendapatkan angka yang tinggi dengan 19 orang. Akumulasinya, kini naik dari 1.327 menjadi 1.346 orang.

Sumut juga menjadi daerah terbanyak ke-10 bersama dengan Sulawesi Selatan yang menyumbangkan total 1.280 kasus kematian baru di Tanah Air.

Sedangkan untuk kasus kesembuhan, Sumut memperoleh penambahan 171 orang. Penambahan ini lebih sedikit dari hari sebelumnya yang berjumlah 202 orang.

Namun atas penambahan itu, total warga Sumut yang telah sembuh dari infeksi virus Corona naik dari 35.581 menjadi 35.752 orang. Dengan penambahan 171 orang sembuh, Sumut menjadi provinsi penyumbang terbanyak ke-18 dari total 29.791 orang di Indonesia. Sementara itu, berdasarkan data-data tersebut, menyebabkan kasus aktif Covid-19 di Sumut kembali naik dari 8.240 menjadi 8.951 orang.

Sebelumnya, Koordinator Bidang Data dan Informasi Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, Irman Oemar mengungkapkan, kasus Covid-19 di Sumut sempat mengalami tren menurun. Pada 15 Juli misalnya, jumlah penularan harian sempat menyentuh angka 1.127 kasus. Namun lima hari setelahnya, yakni 19 Juli, turun menjadi 611 kasus konfirmasi positif.

Baca Juga :  Ranperda APBD Sibolga Diserahkan ke DPRD

“Angka penularan kita sempat menyentuh angka 1.000 kasus per hari, namun terus berfluktuatif hingga akhirnya pada 19 Juli kemarin menurun, menjadi 611 kasus per hari,” kata Koordinator Bidang Data dan Informasi Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, Irman Oemar, Selasa (20/7).

Menurutnya, hal tersebut sudah dilaporkan Gubernur Edy Rahmayadi saat mengikuti video conference arahan Presiden RI Joko Widodo kepada kepala daerah se-Indonesia secara virtual di kediaman pribadi Gubsu, Senin (19/7). Turut hadir Wagubsu Musa Rajekshah.

Irman juga memaparkan, hingga 19 Juli terdapat kasus aktif sebanyak 8.240 kasus, sembuh secara kumulatif sebanyak 35.579. Sementara positivity rate Sumut saat ini mencapai 6,95 persen. Melihat angka tersebut, Gubsu Edy mengingatkan masyarakat agar terus menaati protokol kesehatan.

Misalnya senantiasa memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, membatasi mobilitas, dan menjauhi kerumunan. Disiplin protokol kesehatan adalah salah satu kunci memutus mata rantai penularan Covid-19.

“Protokol kesehatan adalah kewajiban, tidak bisa tidak, terutama pakai masker, jika tidak mau tertular pakailah masker, jika tidak mau menularkan ke orang yang rentan juga pakailah masker, jadi protokol kesehatan ini adalah kunci yang paling mudah,” kata Irman.

MEDAN, METRODAILY.id – Sempat mengalami penurunan yang signifikan, dari 1.127 orang menjadi 611 orang pada Senin (19/7) kemarin, kasus baru harian Covid-19 di Sumatera Utara (Sumut) kembali melonjak pada Selasa (20/7).

Berdasarkan data harian Kemenkes RI pertanggal 20 Juli 2021 yang disampaikan BNPB, tercatat Sumut memperoleh penambahan 903 orang kasus baru positif melalui hasil pemeriksaan swab PCR.

Dengan penambahan tersebut, akumulasi positif Covid-19 di Sumut naik dari 45.146 menjadi 46.049 orang.

Dalam data tersebut juga, Sumut menjadi daerah penyumbang kedelapan terbesar dari 38.325 kasus baru nasional. Selain itu, pada kasus kematian, Sumut juga mendapatkan angka yang tinggi dengan 19 orang. Akumulasinya, kini naik dari 1.327 menjadi 1.346 orang.

Sumut juga menjadi daerah terbanyak ke-10 bersama dengan Sulawesi Selatan yang menyumbangkan total 1.280 kasus kematian baru di Tanah Air.

Sedangkan untuk kasus kesembuhan, Sumut memperoleh penambahan 171 orang. Penambahan ini lebih sedikit dari hari sebelumnya yang berjumlah 202 orang.

Namun atas penambahan itu, total warga Sumut yang telah sembuh dari infeksi virus Corona naik dari 35.581 menjadi 35.752 orang. Dengan penambahan 171 orang sembuh, Sumut menjadi provinsi penyumbang terbanyak ke-18 dari total 29.791 orang di Indonesia. Sementara itu, berdasarkan data-data tersebut, menyebabkan kasus aktif Covid-19 di Sumut kembali naik dari 8.240 menjadi 8.951 orang.

Sebelumnya, Koordinator Bidang Data dan Informasi Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, Irman Oemar mengungkapkan, kasus Covid-19 di Sumut sempat mengalami tren menurun. Pada 15 Juli misalnya, jumlah penularan harian sempat menyentuh angka 1.127 kasus. Namun lima hari setelahnya, yakni 19 Juli, turun menjadi 611 kasus konfirmasi positif.

Baca Juga :  Aktivis LSM dan Humas Pembangunan Pasar Sibolga Berdamai

“Angka penularan kita sempat menyentuh angka 1.000 kasus per hari, namun terus berfluktuatif hingga akhirnya pada 19 Juli kemarin menurun, menjadi 611 kasus per hari,” kata Koordinator Bidang Data dan Informasi Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, Irman Oemar, Selasa (20/7).

Menurutnya, hal tersebut sudah dilaporkan Gubernur Edy Rahmayadi saat mengikuti video conference arahan Presiden RI Joko Widodo kepada kepala daerah se-Indonesia secara virtual di kediaman pribadi Gubsu, Senin (19/7). Turut hadir Wagubsu Musa Rajekshah.

Irman juga memaparkan, hingga 19 Juli terdapat kasus aktif sebanyak 8.240 kasus, sembuh secara kumulatif sebanyak 35.579. Sementara positivity rate Sumut saat ini mencapai 6,95 persen. Melihat angka tersebut, Gubsu Edy mengingatkan masyarakat agar terus menaati protokol kesehatan.

Misalnya senantiasa memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, membatasi mobilitas, dan menjauhi kerumunan. Disiplin protokol kesehatan adalah salah satu kunci memutus mata rantai penularan Covid-19.

“Protokol kesehatan adalah kewajiban, tidak bisa tidak, terutama pakai masker, jika tidak mau tertular pakailah masker, jika tidak mau menularkan ke orang yang rentan juga pakailah masker, jadi protokol kesehatan ini adalah kunci yang paling mudah,” kata Irman.

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/